
Rasanya memang tidak masuk akal jika Raina tidak menaruh hati pada sosok kakak angkatnya sekaligus ayah dari anaknya. mungkin sejak kehadiran janin dalam kandungannya saat itulah menjadi awal mula hati Raina tertaut pada sosok Febian. ikatan batin diantara mereka sangat kuat dengan hadirnya Saskia di tengah-tengah mereka. Meskipun semenjak kejadian silam itu telah mengubah sosok Febian yang sebelumnya sangat menyaynginya menjadi sangat membencinya. Bahkan sampai sekarang.
Raina sadar kalau sampai kapanpun Febian akan membencinya. Dan cintanya jelas tidak akan pernah terbalaskan. Apalagi Febian sangat mencintai Livy. jadi keputusan Raina menurutnya sudah tepat. Ia akan pergi dari kehidupan Febian juga kedua orang tua angkatnya yang telah membesarkannya asal Febian mau mengakui Saskia sebagai anak kandungnya, mencintainya dengan sepenuh hati.
***
Kini Livy sudah berada di bandara bersama bodyguardnya. Siapa lagi kalau bukan Dewa. Livy berusaha baik-baik saja walau sebelum keberangkatannya harus melewati pertengkaran lagi dengan suaminya.
Sedangkan Dewa yang sejak tadi berjalan di belakang Livy, pria itu tampak sibuk dengan ponselnya. Dua orang pria yang menyayangi dan mencintai Livy mengirim pesan bersamaan padanya.
Pertama Raffael. Kakak Livy itu sangat khawatir dengan keadaan adiknya. Oleh karena itu Raffael meminta pada Dewa untuk tetap menjaga adiknya selama dalam perjalanan maupun pekerjaannya nanti.
Sedangkan Febian mengirim pesan pada Dewa juga dengan maksud dan tujuan yang sama seperti Raffael. Yaitu meminta Dewa agar tetap menjaga istrinya.
Dewa menghembuskan pelan nafasnya. Rasanya tidak mungkin jika ia ingin memiliki Livy. banyak sekali faktor yang tidak memungkinkan untuk bisa memiliki Livy. salah satunya adalah Febian. meskipun pria itu sangat egois, namun rasa cinta Febian sangat besar terhadap istrinya. Biarlah cukup menjadi bodyguard Livy, dan melindungi wanita itu.
**
Kini Dewa dan Livy sudah berada di dalam pesawat. Mereka berdua duduk berdampingan. Tiba-tiba saja Livy bersandar pada pundak Dewa. Rasanya sangat nyaman buat Livy dalam posisi seperti ini.
Livy juga sebenarnya sedang mengalami pergolakan batin. Di tengah-tengah prahara rumah tangganya, ia sangat membutuhkan sandaran bahu seperti sekarang ini. dan hanya Dewa yang bisa memberikannya.
Livy takut jika bukti-bukti kebohongan Febian terungkap dan pria itu masih ingin mempertahankan pernikahannya. Lalu bagaimana dengan cintanya terhadap Dewa. Dia merasa telah memberi harapan palsu pada Dewa.
“Tidurlah!” Dewa mengusap lembut kepala Livy.
Livy tak menyahut. Dia hanya tersenyum sambil menikmati belaian tangan Dewa di kepalanya. Setelah itu ia memejamkan mata berharap masalah yang tengah ia hadapi segera berakhir.
Satu jam setengah perjalanan udara telah membawa Livy dan Dewa mendarat dengan selamat di kota tujuan. Mereka berdua segera menuju hotel yang akan disinggahi selama beberapa hari.
Kamar Dewa dan Livy bersebelahan. Mereka kini sudah masuk ke kamar masing-masing dengan kartu akses yang mereka pegang sendiri-sendiri.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Livy merebahkan sejenak tubuhnya sebelum nanti sore ada meeting dengan beberapa karyawan di kantor cabang. Sedangkan Dewa memilih bersantai di café hotel yang ada di lantai dasar.
Dewa menghisap rokoknya sambil berbalas pesan dengan Raffael. Dia mengatakan kalau baru saja sampai hotel dan sekarang Livy sedang istirahat di kamarnya. Sedangkan Febian tidak mengirim pesan lagi. jadi Dewa juga tidak akan mengirim pesan pada pria itu kalau bukan Febian yang lebih dulu bertanya padanya.
Kunjungan Livy di kantor cabang telah menyita banyak waktu. Saking sibuknya, Livy sampai melupakan segala permasalahan rumah tangganya. Walaupun hampir setiap jam Febian mengirim pesan padanya, namun Livy selalu mengabaikannya.
Saat ini Livy sedang makan siang dengan salah satu kliennya di sebuah restaurant mewah. Dewa memilih duduk tak jauh dari Livy asal dia masih bisa menjaga keamanan majikannya.
“Saya tidak menyangka kalau adik dari Tuan Raffael sangat cantik.” Puji Tuan Brandon, klien Livy yang seumuran dengan Raffael.
Livy hanya mengangguk tersenyum. Lalu ia kembali fokus dengan layar Macbook di tangannya. namun rupanya Tuan Brandon kali ini tidak begitu berminat membahas masalah pekerjaan. Pria itu justru sangat menikmati wajah cantik Livy. pikirannya menjadi liar membayangkan wanita cantik itu menari-nari di atas tubuhnya.
“Saya dengar anda juga sudah menikah. tapi kenapa suami anda memperbolehkan anda melakukan pekerjaan ini, Nona cantik?” tanya Tuan Brandon dengan tatapan yang masih tertuju pada Livy.
“Sepertinya itu bukan urusan anda, Tuan. Bisa kita melanjutkan pekerjaan ini lagi? atau lebih baik kita akhiri saja?” Jawab Livy dengan suara tegas dan sama sekali tidak takut dengan tatapan nakal pria di hadapannya itu.
“Wow, ternyata Nona galak juga. tapi sayangnya saya sangat tertarik dengan anda. mungkin selama kita sama-sama berjauhan dengan pasangan kita masing-masing, kita bisa bertukar kehangatan. Bagaimana Nona?”
Livy semakin geram dengan ucapan tak bermoral dari pria di hadapannya itu. tanpa basa-basi dan tanpa peduli dengan tatapan orang sekitar, Livy langsung memberikan salam lima jari ke pipi kanan Tuan Brandon.
“Berani-beraninya kamu menamparku? Lihat saja, aku tidak akan segan-segan untuk,- argghhhh!”
Tuan Brandon tiba-tiba meringis saat tangannya berhasil Dewa piting dari belakang. Namun sayangnya Tuan Brandon tidak bisa melihat siapakah orang yang sudah ada di belakangnya itu.
“Untuk apa, Tuan? Sebelum kamu berbuat jahat pada Nona Livy, aku akan lebih dulu mematahkan tanganmu. Atau sekalian kakimu juga.” ucap Dewa dengan suara rendah namun sangat tajam.
“Siapa kau?” tanya Tuan Brandon menahan sakit di tangannya.
“Tidak perlu anda tahu siapa saya. anda mau bekerjasama dengan baik atau Nona Livy akan membatalkan kerjasama ini ditambah dengan anggota tubuh anda akan cacat seumur hidup?” ancam Dewa semakin membuat Tuan Brandon ketakutan.
Tak lama setelah itu Tuan Brandon meminta maaf pada Livy. dia tidak ingin kehilangan klien dari perusahaan bonafit sekelas perusahaan Raffael. Dan juga berjanji tidak akan mengulangi pebuatan buruknya itu lagi.
__ADS_1
***
Selama tiga hari ini Livy benar-benar sibuk dengan pekerjaannya. Beruntungnya hari ini dia tidak sampai lembur dan bisa sedikit lebih santai sebelum pekerjaannya selesai sepenuhnya.
Saat ini Livy dan Dewa baru saja pulang makan malam. tiba-tiba saja Livy mendapat pesan dari salah satu temannya yang bekerja di rumah sakit yang sempat ia mintai tolong untuk melakukan tes DNA pada Saskia dan suaminya.
Air mata Livy mengalir begitu saja saat mengetahui kenyataan bahwa Saskia memang anak kandung suaminya. dari hasil tes DNA itu sembilan puluh sembilan persen keduanya memiliki kecocokan DNA. Sungguh Livy tidak menyangka kalau selama ini Febian telah membohonginya.
“Kamu Jahat, Bi!!! Kamu pembohong!!” teriak Livy penuh emosi.
Dewa terpaksa menepikan mobilnya saat tiba-tiba mendengar teriakan Livy tanpa sebab yang pasti.
“Livy, kamu kenapa? Apa yang terjadi?” tanya Dewa khawatir.
Bukannya menjawab, Livy justru meminta Dewa untuk turun, keluar dari mobil. Dewa menurut saja karena masih tidak mengerti dengan maksud Livy. namun ternyata setelah Dewa keluar, Livy langsung menutup pintu mobil dan berganti posisi di kursi kemudi. Livy melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan Dewa begitu saja.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
***
Marhaban ya Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa buat semua reader🤗🤗 Mohon maaf lahir dan batin. Khususnya pembaca novel Main Hati yg mulai terpancing emosinya😁😁🙏🙏
Di eps selanjutnya siapkan hati kalian dan dilarang membaca saat puasa. Hehehe✌✌
__ADS_1