Main Hati

Main Hati
Eps 63 ~ Pindahan


__ADS_3

Hari ini Dewa dan Livy pindah ke apartemen. Mereka berangkat dengan diantar oleh Reno dan juga Abi. bagaimana pun juga sebagai orang tua, Reno dan Abi ingin memastikan kalau anak cucunya akan tinggal di tempat yang nyaman bersama Dewa.


Sebenarnya Reno sudah bisa memastikan kalau kehidupan anak cucunya terjamin oleh Dewa, sosok menantu yang bertanggung jawab. Walau dalam segi materi jika dibandingkan dengan Febian, Dewa jelas tidak ada apa-apanya. Namun dalm segi rasa tanggung jawab dan cinta, Dewa tetap lebih unggul.


Setibanya di aparteman yang akan dihuni oleh Dewa Livy, Reno bisa melihat kalau apartemen itu cukup nyaman. Karena memang apartemen itu sangat mewah, meskipun itu hadiah dari Mario sebagai kado pernikahan sekaligus kerja keras Dewa selama ini.


Abi dan Mama Liana kini membantu menata baju-baju yang dibawa oleh Livy ke dalam lemari. Khususnya baju cucu mereka. Kedua wanita yang sama-sama berstatus nenek itu tampak antusias menata baju cucu mereka. Livy yang juga ada di kamar itu sedang memberi ASI Calvin juga cukup senang dengan pemandangan Mama dan mertuanya yang begitu sibuk.


Setelah semua beres, mereka kini berkumpul di meja makan. Dewa sangat bahagia bisa berkumpul bersama seperti ini. hanya saja ia sang Papa tidak ikut hadir dan merasakan kebahagiaannya.


Usai acara makan-makan itu, Reno dan Abi berpamitan pulang. mereka menitipkan Livy dan Calvin pada menantunya.


“Mama dan Papa jangan khawatir, nanti kami akan sering berkunjung ke sana.” Ujar Dewa.


Setelah kepulangan Reno dan Abi, kini hanya ada Mama Liana. Wanita itu sejak tadi sangat sibuk dengan cucunya. Bahkan tidak membiarkan sedikit pun Calvin lepas dari gendonganya kecuali saat minum ASInya.


***


Jika pasangan Dewa dan Livy sedang menikmati masa pengantin baru sekaligus orang tua baru, berbeda dengan Mario yang tampak gencar melakukan pendekatan dengan Raina.


Setelah ungkapan perasaan Mario terhadap Raina di acara pernikahan Dewa dan Livy saat itu, dan belum mendapat jawaban pasti, Mario tidak patah semangat. Ia terus mendekati Raina untuk mendapatkan hati wanita itu.


Tidak mudah memang bagi seorang Raina dengan pengalaman hidup yang pahit. Menjadi seorang single mother tanpa pernah mendapat status sebagai istri, jelas Raina sedikit trauma jika hendak menjalani hidup berumah tangga.

__ADS_1


Meskipun Mario sering datang ke panti asuhan dan sikapnya sangat baik terhadap dirinya dan juga Saskia, Raina belum memberikan jawaban yang pasti. Apalagi dia pernah merasakan jatuh cinta, namun perasaannya itu tak terbalaskan. Raina takut jika cinta Mario hanya untuknya bukan untuk Saskia juga.


Saat ini Raina sedang duduk di sebuah kursi panjang yang ada di halaman panti asuhan sambil mengawasi anak-anak panti yang sedang bermain.


“Tuan Mario itu adalah orang baik, Na. walaupun dia pernah mempunyai masa lalu yang buruk.” Ujar Bu Tina yang tiba-tiba duduk di samping Raina.


“Kamu juga harus bahagia, Na. Saskia juga membutuhkan figur seorang ayah.” Lanjut Bu Tina dan masih belum ditanggapi oleh Raina.


“Aku takut Bu. Apalagi keluarga Tuan Mario adalah keluarga terpandang. Apa tidak akan membuat malu keluarganya jika Tuan Mario menikahi wanita yang tidak jelas seperti aku.”


Bu Tina tampak menghela nafas mendengar jawaban Raina. Padahal sudah berulang kali Mario bilang kalau keluarganya tidak mempermasalahkan statusnya. Tapi wajar jika Raina merasakan kekhawatiran itu.


Tak lama kemudian terdengar suara tangisan dari salah satu anak yang begitu kencang. Raina segera berlari. Betapa terkejutnya dia saat melihat Saskia terjatuh dari tempat mainan hingga membuat pelipis bocah itu berdarah.


Raina yang sangat panik segera menggendong Saskia dan membawanya ke rumah sakit. Bertepatan saat Raina keluar, ada Mario yang baru datang. pria itu melihat Saskia yang sedang menangis dengan pelipis yang berdarah.


“Saskia terjatuh, Tuan Mario.” Sahut Bu Tina yang berdiri di belakang Raina.


Tanpa menunggu lama, Mario segera menari Raina ke dalam mobilnya dan segera membawa ke rumah sakit. Raina kini hanya fokus pada anaknya yang sedang kesakitan. Entah mengapa di saat seperti ini merasa sangat membutuhkan sosok pendamping dalam hidupnya. Apakah setelah ini ia akan menerima Mario. Mengingat pria itu juga sangat peduli dengan Saskia.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai rumah sakit. Mario mengambil alih Saskia dari gendongan Raina, dan segera membawa ke IGD.


Beruntung tidak terjadi apa-apa dengan Saskia. Hanya tulang pelipisnya yang memar akibat benturan besi. Lukanya juga tidak membutuhkan jahitan. Hanya diberi obat sudah sembuh dalam beberapa hari. Namun Mario meminta pada pihak rumah sakit agar Saskia dirawat inap meskipun hanya satu hari saja. Mario khawatir jika ada luka dalam dan dia ingin melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut.

__ADS_1


Raina tidak bisa berkomentar apapun, karena sejak tadi Saskia tampak rewel. Hingga akhirnya ia setuju dengan saran Mario.


Beberapa saat kemudian Saskia tertidur efek obat penghilang nyeri yang diberikan dokter. kini Raina tampak lega.


“Aku keluar sebentar dulu beli minum. Ehm, Saskia suka makanan atau minuman apa? Biar aku belikan sekalian?”


“Tidak usah, Tuan. Saya sudah banyak merepotkan anda.” jawab Raina.


Mario hanya menghela nafas. Dia tidak lagi memaksa Raina. Biar nanti dia beli apa saja yang sekiranya sangat disukai oleh anak seusia Saskia.


Cukup lama Mario keluar. Dan saat ia kembali masuk ke ruan rawat Saskia, dia melihat Raina tampak tertidur di sofa. Sedangkan Saskia juga baru saj terbangun.


“Hai cantik! Kamu sudah bangun? Mau kue ini nggak?” Mario menghampiri brankar Saskia lalu memberikan beberapa makanan kecil yang langsung diterima oleh Saskia.


Mario terlihat sangat senang sekali bisa bercanda dengan Saskia. Apalagi sejak tadi bocah itu terus menangis akibat luka di pelipisnya.


Raina terbangun saat mendengar suara tawa anaknya. dia memastikan dengan siapa Saskia sedang bercanda. Ternyata dengan Mario. Entah kenapa ada perasaan hangat dalam hatinya saat melihat tawa ceria anaknya yang tidak pernah ia dapatkan dari Papanya. Apakah ia harus menerima Mario.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2