Main Hati

Main Hati
Eps 60 ~ Ciuman Bertubi-tubi


__ADS_3

Pasangan pengantin baru itu sangat asyik menikmati waktunya di pelaminan. Tentunya bersama Calvin, si bayi tampan yang sangat menggemaskan.


Dewa beranjak sejenak untuk mengambil makanan ringan juga minuman untuk istrinya. Livy pasti lapar, apalagi sejak tadi Calvin terus minum. Sungguh Dewa adalah suami yang siaga yang selalu sedia dalam kondisi apapun.


Sementara pasangan pengantin baru itu menikmati waktunya bersama si buah hati mereka, berbeda dengan ibu satu anak itu yang sedang sibuk menyuapi Raina kue brownies.


Di samping Raina duduk ada Mario yang ikut melihat keceriaan Saskia yang tampak belepotan makan kuenya. Raina sendiri tidak terlalu memperhatikan Mario yang sejak tadi diam di sampingnya. Namun pria itu sesekali ikut tersenyum melihat tingkah lucu Saskia.


Saskia tampak berlari-lari di halaman yang cukup luas itu dengan mulut masih penuh dengan kue suapan Mommy’nya. Namun gadis itu tiba-tiba berlari ke arah Mario dan memeluk pria itu.


Grep


Mario yang belum siap sedikit terkejut dengan kedatangan Saskia. Namun sebisa mungkin dia menangkap gadis kecil itu agar tidak jatuh. Raina yang menyadari hal segera menghampiri Saskia, karena melihat baju Mario terkena noda kue dari mulut Saskia.


“Saskia, ke sini Sayang! Jalan saja jangan berlari-larian!” ujar Raina dengan lembut.


Saskia menurut, lalu duduk di kursi dan menikmati minumannya. Sedangkan Raina menghampiri Mario dengan membawa tisu hendak membersihkan noda di baju Mario akibat ulah anaknya.


“Maafkan Saskia, Tuan!” ucap Raina dengan gugup.


Mario memegang tangan Raina yang hendak memberishkan noda di bajunya yang berada tepat di dadanya. Jujur saja Mario tidak ingin Raina mendengar degupan jantungnya saat Raina membesihkan noda itu.


“Nggak apa-apa. Namanya juga anak kecil.” Jawab Mario dengan tangan masih memegang tangan Raina.


Kedua orang itu saling menatap dalam. Tangan Mario sepertinya sangat betah memegang tangan Raina yang begitu halus. Jantung mereka berdua juga saling bertalu. Andai saja suasana tidak sedang ramai, pasti mereka berdua bisa mendengar degupan jantung masing-masing.

__ADS_1


“Maaf!” Raina lebih dulu memutus tatapannya dan melepaskan tangannya dari tangan Mario. Namun Mario justru menahannya. Membuat Raina bingung.


“Bolehkah aku menjadi bagian dari hidupmu, Raina?” tanya Mario tiba-tiba.


Raina sungguh tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Mario baru saja. dia hendak menanyakan lagi pada Mario, namun tiba-tiba terdengar suara tangisan Saskia. Alhasil Raina melepas genggaman tangan Mario begitu saja.


**


Acara pesta pernikahan Livy dan Dewa sudah selesai. tamu undangan yang terdiri dari keluarga mempelai pengantin khususnya pengantin pria sudah pamit undur diri.


Kini Dewa mengajak istrinya masuk ke kamar untuk berisitirahat. Karena sejak tadi Calvin sudah tidur dan diletakkan di dalam stoller.


Setibanya di kamar, Livy memindah Calvin ke dalam box bayinya. Sedangkan Dewa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Livy sendiri masih asyik melihat wajah damai Calvin yang begitu nyenyak. Dia sangat bahagia hari ini, karena secara resmi Calvin mempunyai Papa. Papa yang akan menemaninya setiap hari. Sosok Papa sekaligus suami yang sejak dulu sangat ia rindukan kehadirannya.


Livy menoleh ke arah kamar mandi di mana Dewa baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Untung saja Dewa memakai celana pendek dan kaos oblong rumahan. Jadi Livy tidak gagal fokus meskipun sudah dibuat terkesima dengan rambut basah suaminya yang masih sedikit menetes.


“Sayang, kamu belum ganti baju? Mau mandi sekalian? Biar aku siapkan air hangat. Kamu pasti lelah dan lebih baik mandi air hangat.” Ujar Dewa penuh perhatian.


“Nggak usah, Mas. Nanti aku siapkan sendiri saja. aku ganti dulu dan mandi sebentar. Tolong jaga Calvin!”


Dewa mengangguk lalu membiarkan istrinya bersih-bersih. Calvin juga tampak lelap dalam tidurnya. Setelah itu Dewa merebah di tempat tidur.


Setelah Livy selesai mandi, ia mendengar rengekan kecil Calvin dari box bayinya. Lalu melirik ke arah tempat tidur ternyata suaminya tertidur. Livy hanya menggeleng kecil, karena ia juga tahu kalau suaminya pasti sangat lelah. Setelah itu Livy memberi ASI Calvin.

__ADS_1


Kini Calvin tidur kembali. Livy pun ikut menyusul tidur suaminya. merebah di samping tubuh kekar seoramg pria yang sudah sah menjadi miliknya. Dengan pelan Livy memeluk tubuh itu dan mulai mencari tempat yang nyaman untuk tidur.


Cukup lama keduanya beristirahat. Bahkan Calvin juga sangat nyenyak. Biasanya bayi itu sering terbangun. Mungkin karena ada Papanya, jadi dia ikut pulas. Atau memang sengaja memberikan ruang untuk Mama dan Papanya berduaan.


Dewa terjaga lebih dulu. Sedikit terkejut saat baru saja membuka mata sudah ada seseorang tidur di sampingnya sambil memeluk. Senyum manis terukir di bibirnya. tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Dewa menciumi wajah istrinya yang masih tertidur Ciuman bertubi-tubi itu mampu membuat Livy terusik. Hingga akhirnyan Livy pun bangun.


“Mas, kamu rese sekali sih? Aku masih ngantuk.” Gerutu Livy lalu mendekap lagi tubuh suaminya.


Dewa sangat gemas sekali dengan tingkah manja istrinya yang seperti anak kecil. Lalu Dewa pun ikut membalas pelukan itu tak kalah erat. Akhirnya Livy pun urung melanjutkan tidurnya. Dan keduanya terbangun.


“Sayang, kalau yang bawa belum boleh, yang atas nggak masalah bukan?” ucap Dewa tiba-tiba dan segera meraup bibir istrinya saat Livy terlihat lengah.


Dewa sebenarnya tidak tahan saat menciumi wajah istrinya tadi. terlebih saat melihat bibir Livy yang begitu menggoda untuk ia cium.


Kini Livy pun tidak punya pilihan lagi selain mengikuti arus. Ciuman itu sangat memabukkan. Mereka berdua sama-sama terbakar gai rah. Apalagi saat tangan Dewa tak sengaja menyentuh dua aset berharga milik istrinya. Dewa hanya bisa menjamahnya dari luar. Karena setelah itu terdengar suara tangisan dari makhluk kecil yang barada tak jauh dari tempat tidur mereka.


Oeekkk… ooeekkk…😭😭😆


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2