Main Hati

Main Hati
Eps 41 ~ Kemarahan Abi dan Reno


__ADS_3

“Sekarang katakan pada Mama tentang beberapa foto bukti yang menuduh kamu selingkuh dengan Dewa.” Ucap Abi menahan emosinya.


Saat ini Livy dan Mamanya sedang dalam perjalanan pulang, usai dari pengadilan. Livy tampak tertunduk sedih mendapati pertanyaan dari Mamanya. Dia akui memang dia juga bersalah dalam hal ini. namun tidak menyangka kalau Febian akan mengetahui hal itu.


“Maafkan Livy, Ma!” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Livy.


“Astaga Livy!!!” pekik Abi sangat terkejut.


Wanita paruh baya itu benar-benar marah dengan anaknya. sungguh sebagai orang tua, dia merasa gagal mendidik anaknya. apalagi anak perempuannya yang harusnya bisa menjaga martabatnya sebagai seorang wanita sekaligus istri. Bagaimana mungkin Livy bisa melakukan semua ini. meskipun pada awalnya, Livy sedang bermasalah dengan rumah tangganya. Namun tetap tidak dibenarkan jika Livy memakai alasan itu untuk selingkuh.


Seketika Abi memijit kepalanya yang sedang berdenyut. Beruntungnya hari ini suaminya dan Raffael tidak ikut serta dalam persidangan. Pasti dua pria itu akan memarahi Livy habis-habisan.


Sedangkan Livy hanya terisak pilu menyesali kesalahannya. Kesalahan yang telah ia lakukan dengan sengaja.


**


Beberapa saat kemudian Livy dan Abi sudah sampai rumah. kedua wanita ibu dan anak itu sejak tadi diam tak saling bicara. Abi yang masih marah dengan kelakuan Livy. sedangkan Livy yang kalut dengan hatinya.


“Bagaimana sidangnya?” tanya Reno pada kedua wanita yang baru saja masuk ke ruang tengah.


Livy menunduk takut. Dia tidak berani menjawab pertanyaan Papanya. Akhirnya dia memilih masuk ke kamar, untuk menenangkan pikirannya dulu.


“Sebentar lagi pasti kamu juga akan tahu dari Marcell.” Jawab Abi dan segera berlalu meninggalkan suaminya.


Reno sangat heran dengan sikap anak dan istrinya. Dan tak lama kemudian Marcell, pengacara yang menangani perceraian Livy datang. tentunya akan menyampaikan hasil persidangan hari ini. sebelumnya Marcell memastikan dulu kalau keadaan Reno baik-baik saja. mengingat pria itu baru saja keluar dari rumah sakit. Namun Marcell juga harus secepatnya menyampaikan hasil itu.


Benar saja, Reno sampai tercengang saat mengetahui tentang perselingkuhan Livy dengan bodyguardnya. Lalu ditambah lagi dengan bukti kalau Febian juga melakukan hal yang sama. Reno benar-benar marah dengan Livy. dan dia bisa menyimpulkan kalau selama ini rumah tangga anaknya sudah tidak sehat sejak lama. Lebih baik memang harus segera diakhiri.


“Terima kasih banyak informasinya, Cell! Selanjutnya kamu tunggu saja Raffael pulang.” ucap Reno.

__ADS_1


**


Setelah menjalani persidangan hari ini, Livy sama sekali tidak keuar kamar. selain dia masih belum siap bertemu dengan Papanya, sekaligus kemarahannya, keadaan Livy saat ini sedang lemah. Mungkin karena masalahnya yang tak kunjung selesai, jadi membuat daya tahan tubuhnya sedikit lemah. Kepalanya sejak tadi juga tampak berkunang-kunang.


Sore harinya Raffael baru pulang dari luar negeri. dia sangat puas dengan beberapa bukti akurat yang sudah ia temukan tentang Febian. dan hal itu akan ia sampaikan langsung nanti saat di persidangan selanjutnya.


Raffael mendapat kabar dari Marcell kalau memang sidangnya ditunda dulu sampai minggu depan. Namun untuk hasil lainnya, termasuk dengan perselingkuhan Livy, Raffael belum mengetahuinya.


Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama. Hanya Livy saja yang tidak ada di sana. Abi dan Reno juga masih kesal dengan Livy, hingga mereka tidak menyadari ketidak hadiran anak perempuannya di ruang makan.


“Livy kemana, Ma?” tanya Raffael menatap heran pada Mama dan Papanya.


“Malas keluar mungkin. Biarkan saja! nanti kalau lapar pasti turun.” Jawab Abi dengan datar.


Raffael menatap istrinya meminta penjelasan. Jelita juga tampak menggelengkan kepalanya, karena memang dia tidak tahu apa-apa. Namun setelah itu Raffael beranjak dari ruang makan dan menyusul adiknya.


“Makanlah dulu, Raff! Nanti saja kalau sudah selesai makan, kamu temui Livy.” seru Reno menghentikan langkah Raffael.


Cklek


Raffael membuka kamar Livy. kebetulan memang tidak dikunci. Di sana terlihat Livy sedang tidur meringkuk.


“Vy, kamu baik-baik saja?” tanya Raffael menghampiri Livy, dengan berjongkok di sisi ranjang.


Badan Livy sangat panas saat Raffael tak sengaja menyentuh tangan adiknya. Wajanya juga terlihat sangat pucat.


“Kamu sakit, Vy? Kakak akan panggil dokter.”


“Jangan Kak! Cukup ambilkan obat saja. maaf merepotkan.” Lirih Livy dengan posisi masih meringkuk.

__ADS_1


Raffael pun menurut. Mungkin memang benar, lebih baik minum obat dulu untuk menurunkan demamnya. Setelah itu Raffael turun mengambilkan makan malam untuk Livy. sekaligus obat penurun demam.


Reno dan Abi yang melihat wajah panik Raffael, tidak bisa menahan untuk bertanya.


“Ada apa, Raff? Kenapa kamu buru-buru seperti itu?” tanya Abi.


“Livy badannya demam, Ma. Dia harus makan dulu dan secepatnya minum obat.” Jawab Raffael dan bergegas ke dapur meminta pembantu menyiapkan makanan untuk Livy.


Beberapa saat kemudian Raffael membawa nampan berisi makananan dan minuman. Lalu membawanya ke kamar Livy. begitu juga dengan Abi dan Reno yang ikut masuk ke kamar Livy. namun terlebih dulu mengambil baskom dan handuk kecil untuk mengompres Livy.


Bagaimana pun kemarahan Reno dan Abi, sebagai orang tua tentu saja mereka tidak akan tega dan membiarkan anaknya sakit. Terlebih saat ini Livy juga sedang menghadapi masalah perceraiannya.


Raffael menyuapi adiknya dengan sabar. Setelah itu Livy minum obat. Barulah Abi meminta Livy untuk rebahan, agar ia bisa mengompresnya. Namun tiba-tiba saja Livy terisak, saat Mamanya meletakkan handuk basah ke keningnya.


“Maafkan Livy, Ma, Pa! Livy sudah banyak menyusahkan kalian semua.” Ujar Livy dan semakin tergugu dalam tangisnya.


Reno akhirnya ikut mendekati Livy. menenangkan anak perempuannya yang sedang dirundung banyak masalah. Sedangkan Raffael menatap heran pada kedua orang tuanya. Sebenarnya ada masalah apa, sampai-sampai Livy menangis seperti ini. kemudian Reno pun menceritakan semua. Tentang perselingkuhan Livy dengan Dewa.


Reaksi Raffael tidak seperti Mama dan Papanya. Dia hanya menghela nafasnya dengan pelan. Walaupun memang tidak setuju dengan perselingkuhan, namun entah kenapa sejak awal Raffael justru sangat menyukai sifat Dewa. Bahkan dalam hati kecilnya pernah berharap kalau Dewa lah yang pantas menjadi suami Livy. tapi dengan masalah ini, dia berharap tidak akan menghambat jalannya persidangan nanti. apalagi dia sudah mendapatkan bukti akurat untuk mengungkap tentang jati diri Febian yang sebenarnya.


“Raffa memang tidak setuju dengan perselingkuhan, Ma, Pa. namun Livy seperti itu karena dia mendapatkan kenyamanan dari Dewa. Bahkan Febian lah yang lebih dulu berselingkuh dari Livy. Raffa sudah mendapatkan banyak bukti tentang dia. Kalian tenang saja, nanti di persidangan semua orang akan tahu, siapa Febian sebenarnya.” ujar Raffael dengan tenang.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


 


__ADS_2