Main Hati

Main Hati
Eps 69 ~ Pernikahan Mario dan Raina


__ADS_3

Baik Dewa maupun Livy tidak ada bosannya untuk melakukan kegiatan panas yang berlanjut di atas ranjang itu. karena ini adalah pertama kalinya bagi mereka berbuka setelah sekian lama berpuasa. Meskipun peluh keringat membanjiri tubuh mereka berdua yang kini sedang tergolek lemah dalam balutan selimut, mereka akui kalau mereka sangat puas. Mungkin kalau tidak ingat waktu dan memikirkan Calvin yang akan bangun, Dewa pasti tidak akan mengakhiri kegiatan panas itu. lagi pula, masih banyak waktu untuk mereka bisa melakukannya lagi.


“Istirahatlah dulu! Kalau Calvin bangun, biar sama aku.” ujaar Dewa pengertian.


“Terima kasih, Mas. aku akan tidur sebentar. Badanku benar-benar lelah.” Sahut Livy dengan mata yang hampir terpejam.


Dewa mengangguk samar. Ada rasa sedikit bersalah karena telah membuat istrinya sangat kelelahan. Setelah itu ia mengecup kening istrinya singkat sebelum akhirnya ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tepat saat Dewa selesai mandi, terdengar suara Calvin yang baru bangun. Sungguh bayi itu sangat pengertian sekali. Apalagi sebelum bertempur tadi Dewa sudah membisikkan sesuatu pada sang anak. Dan Calvin pun seolah mengikuti perintah Papanya.


“Hai, Boy! Anak Papa yang ganteng, sudah bangun ternyata.” Sapa Dewa lalu mengangkat Calvin dan menggendongnya, lalu mengajak keluar membiarkan istrinya istirahat.


***


Hari ini adalah hari pernikahan Mario dan Raina. Pernikahan yang telah mereka berdua sepakati untuk digelar di panti asuhan milik Bu Tina, sekaligus tempat Raina tinggal selama ini.


Acara pernikahan itu memang hanya dihadiri pihak keluarga Mario, dan keluarga besar Livy. mengingat Mario adalah sahabat baik Raffael yang tak lain kakak kandung Livy, termasuk kedua orang tua Mario juga yang sahabatan sudah lama dengan orang tua Raffael.


Meskipun tidak ada tamu undangan dari pihak Mario, pernikahan itu cukup ramai dan meriah karena banyak sekali anak panti asuhan yang menjadi saksi sakral pernikahan Mario dan Rania.


Keluarga besar Livy juga sudah berkumpul di aula panti asuhan. Sedangkan mempelai pengantin sudah tampak duduk bersanding, karena prosesi sakral itu sebentar lagi dimulai.


Kini, baik Mario maupun Raina sama-sama gugup. Apalagi saat Mario mengucapkan janji suci pernikahannya, ada rasa yang tak bisa dijabarkan selain bahagia. Dengan satu tarikan nafas, janji suci pernikahan itu Mario ucapkan dengan lancar.


Kata “Sah” menggema di seisi ruangan saat diucapkan oleh semua orang yang menyaksikan prosesi sakral itu. hati Raina terasa sangat lega, karena kini sudah sah menyandang status seorang istri dari Mario.

__ADS_1


Usai mereka saling menyematkan cincin pernikahan, Mario dan Raina menerima ucapan selamat dari kerabat mereka. Termasuk anak-anak panti juga ikut menyalami sepasang penganti baru itu.


Meskipun anak-anak panti sebagain ada yang belum paham makna sebuah pernikahan, namun doa tulus mereka untuk kebahagiaan Mario dan Raina sangat membuat sepasang pengantin itu senang.


Seperti halnya pada pesta pernikahan kebanyakan, setelah acar inti selesai, kini waktunya menikmati hidangan yang sudah disediakan. Namun karena pernikahan itu diadakan di panti asuhan, Mario pun berbagi banyak hadiah untuk anak-anak.


“Selamat ya, Bos! Sekarang sudah tidak senam lima jari lagi.” bisik Dewa yang tiba-tiba muncul di belakang Mario setelah pria itu ikut membagikan hadiah pada anak-anak yatim piatu.


“Sialan kamu, Wa!” gerutu Mario tak terima.


“Lah, bukannya benar apa yang aku katakan.” Ledek Dewa dan membuat Mario mencebik dan memilih pergi meninggalkan Dewa.


Sementara itu Livy kini sedang bersama Raina, ikut membagikan hadiah pada anak-anak panti. Sejak tadi senyum Livy tak pernah surut karena merasakan kebahagiaan Raina. Meskipun dulu ia sempat ada konflik batin pada Raina karena menuduh Raina sebagai penyebab keretakan rumah tangganya bersama Febian, namun kini mereka sudah seperti saudara.


“Siapa, Bu?” tanya Raina heran.


“Katanya Mama kamu.”


Deg


Raina terkejut. Lalu menatap ke arah Livy untuk meminta jawaban.


“Iya, Na. beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan Mama. dan aku mengatakan kalau kamu akan menikah di panti asuhan ini. lebih baik kamu temui saja. biar Saskia di sini sama aku.”


Raina mengangguk, lalu ia menemui wanita yang sudah merawatnya sejak kecil. Wanita yang menjadi ibu angkatnya sekaligus nenek dari Saskia.

__ADS_1


**


Kini Raina sudah menghampiri Nyonya Abyasa yang memang memilih untuk masuk ke aula panti asuhan. Wanita itu tampaak datang sendirian. Entah kemana suaminya, Raina juga tidak tahu.


“Ma!” panggil Raina pada Nyonya Abyasa yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Nyonya Abyasa langsung memasukkan ponselnya ke dalam tasnya lalu menghampiri Raina dan memeluknya erat. Kedua wanita beda generasi itu tampak menangis haru setelah sekian lama tidak bertemu. Khususnya Nyonya Abyasa yang sangat merindukan Raina setelah masalah yang terjadi pada Febian dulu.


“Raina, selamat atas pernikahan kamu. Maafkan Mama dan Papa, Nak. maafkan semua kesalahan kami.” Ucap wanita itu dengan air mata yang masih terus keluar.


“Terima kasih, Ma. Mama jangan menyalahkan diri Mama seperti ini. ini sudah ditakdirkan oleh Tuhan kalau jalan Raina akan seperti ini.”


“Mama hanya bisa mendoakan untuk kebahagiaan kamu dan keluarga kamu. Maaf Papa tidak bisa datang, karena sedang berada di luar negeri. dan Mama juga ingin menyampaikan permintaan maaf Febian pada kamu dan juga Saskia. Saat ini Febian…”


Nyonya Abyasa tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Wanita itu kembali tergugu dan memeluk Raina dengan erat.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2