
Sudah terhitung lima hari Dewa dan Livy resmi menyandang gelar suami istri. Dan selama itu pula Dewa masih tinggal di rumah orang tua Livy. besok mereka sudah berencana akan tinggal di apartemen Dewa. Livy juga sudah setuju, walau kedua orang tuanya seperti tidak rela lantaran harus berpisah dengan Calvin.
Mama Liana juga sendirian di apartemen. Wanita itu tidak memaksa Dewa mau tinggal di mana. Hanya saja ia ingin bersama cucunya sebelum kembali ke kampung halamannya.
Saat ini Livy sedang bersiap untuk pindah tempat tinggal di apartemen suaminya besok. Dia dibantu oleh Mamanya. Sedangkan Dewa sudah kembali bekerja sebagai asisten Mario.
“Pasti Mama dan Papa nanti akan merindukan Calvin karena sebentar lagi kalian sudah tidak tinggal di sini lagi.” ucap Abi sambil memasukkan baju-baju Calvin ke dalam tas.
“Ma, Livy hanya pindah di apartemen. Bukan ke luar negeri. bahkan jarak rumah dan apartemen hanya dua puluh menit saja.” sahut Livy menimpali ucapan Mamanya.
“Ya, tetap saja lah Vy. Apalagi Papa kamu, pasti sangat merindukan kamu. Meskipun rumah ini sudah ramai dengan anak-anak kakak kamu, anak kesayangan Papa kan kamu.” Ucap Abi.
“Mama tenang saja, nanti Livy akan sering-sering datang ke sini.” ucap Livy yang tidak tahu lagi mau bicara apa.
Setelah sore itu selesai berberes-beres, Abi membawa Calvin keluar dari kamar. sedangkan Livy akan mandi setelah itu menyambut kedatangan suaminya dari kantor.
*
Sudah beberapa hari ini Dewa sangat bahagia dengan status barunya sebagai suami Livy. pasalnya setiap pulaang kerja selalu ada yang menyambutnya. Bahkan wanita yang menyambutnya itu selalu berpenampilan cantik dan harum. Siapa yang nggak akan tergoda jika memiliki istri seperti Livy. sunggu Febian lah pria paling bodohh sedunia yang telah menyia-nyiakan wanita seperti Livy. namun sayang seribu sayang. Sampai saat ini Dewa harus menekan kuat rasa sabarnya untuk tidak menjamah istrinya terlebih dulu. Karena memang masa nifas Livy belum selesai.
Dan selama Dewa tinggal di rumah mertuanya, dia tidak khawatir dengan Mamanya yang tinggal di apartemennya seorang diri. Karena Mama Liana hampir setiap hari juga berkunjung ke panti asuhan milik Bi Tina. Terkadang juga akan mengunjungi rumah besannya hanya untuk melihat cucunya.
**
__ADS_1
Saat ini di ruang makan sedang berkumpul semua anggota keluarga Reno untuk makan malam. sekaligus makan malam terakhir bagi Livy sebelum besok pindah tinggal di apartemen.
Dengan telaten Livy mengambilkan makan untuk suaminya. sedangkan Calvin diletakkan di stoller tak jauh dari mereka.
Reno dan Abi iku bahagia dengan melihat sikap perhatian Livy terhadap suaminya. kini Reno sudah tidak khawatir lagi untuk melepas anak perempuannya kembali membina rumah tangga dengan pria yang bertanggung jawab seperti Dewa.
Sebenarnya Reno juga sudah meminta Dewa untuk bekerja di perusahaan miliknya, ikut membantu Raffael. Bagaimana pun juga Dewa lah nantinya yang akan memegang salah satu perusahaan milik Reno. Karena Dewa suami Livy, dimana Livy sudah menerima beberapa aset kekayaan milik Papanya.
Namun Dewa menolaknya dengan sopan. Lebih tepatnya menunda dulu untuk ikut berkecimpung di perusahaan milik mertuanya. Dewa ingin hidup mandiri bersama anak istrinya dengan hasil jerih payahnya sendiri. Walaupun ia bekerja sebagai asisten pribadi Mario. Selain itu Dewa juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan dari Mario begitu saja. mengingat pria itu secara tidak langsung menjadi jalannya bertemu dengan Livy. akhirnya Reno pun menerima semua alasan Dewa. asal hidup anak dan cucunya bahagia.
Usai makan malam, Dewa membawa Calvin masuk ke dalam kamar. sedangkan istrinya terlihat masih sibuk berbincang dengan kakak iparnya. Dewa sendiri ingin menikmati waktu bersama putranya setelah seharian ini ditinggal bekerja.
Cklek
“Anak Mama kok belum tidur? Mau ngajak Papa begadang ya?” celetuk Livy mendekati suaminya yang tengah menimang Calvin.
Dewa hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya. Tak lama kemudian memberikan Calvin pada istrinya. Karena Calvin sepertinya sudah kehausan dan mungkin sebentar lagi akan tidur.
Benar saja. Livy yang memang mengerti jam tidur Calvin segera memberikannya ASI. Tidak butuh waktu lama, Calvin menemui kantuknya. Dan bayi itu mulai terlelap.
“Mas, kalau kamu lelah istirahatlah dulu!” ucap Livy saat masih menimang Calvin.
“Nggak apa-apa, Sayang. Aku belum ngantuk kok.”
__ADS_1
Livy sebagai istri jelas sangat peka dengan hak dan kewajibannya. Jujur dia merasa sangat bersalah pada suaminya karena sampai sekarang belum bisa memberikan haknya. Namun itu semua karena memang keadaan. Tapi Livy sudah menyiapkan rencana untuk membantu suaminya melepaskan hasratnya malam ini.
Livy meletakkan Calvin ke dalam box bayinya. Sedangkan Dewa masih duduk di sofa sambil memainkan gadgetnya. Setelah itu Livy masih ke ruang ganti, menukar pakaiannya dnegan pakaian dinas malam khusus untuk suaminya.
Dewa masih belum menyadari saat istrinya baru saja keluar drai ruang ganti dengan pakaian yang minim bahan. Livy sendiri kurang percaya diri dengan pakaian itu. tapi dia ingat dengan tujuannya, yaitu membantu suaminya. wkwkwk
Dewa meletakkan ponsenya di atas meja. Lalu menatap istrinya yang sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan terkejut.
“Sayang?” suara Dewa sampai tercekat saat melihat penampilan istrinya dengan tubuh yang nyaris sempurna itu.
“Mas, meskipun aku belum sepenuhnya bisa memberikan hakku. Ijinkan malam ini aku membantumu untuk menyalurkan hasratmu.” Ucap Livy dengan tatapan yang begitu lembut pada suaminya.
Dewa sungguh tidak menyangka dengan cara istrinya. Tentu saja dia tidak akan menolak. Walau nanti akhirnya dia harus bersolo karir ataupun dengan bantuan jemari lentik istrinya. Dan tanpa aba-aba, Dewa segera berdiri mencium kening istrinya. Sebelum akhirnya ia menggendong Livy dan merebahkannya di atas tempat tidur.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1