Main Hati

Main Hati
Eps 66 ~ Cemburu


__ADS_3

“Selamat buat pernikahan kalian berdua.” Ucap Nyonya Abyasa kemudian. Meskipun wajahnya tampak kecewa, namun wanita itu berusaha baik-baik saja. karena semuanya sudah berlalu. Meskipun kesalahan awal dimulai dari anaknya sendiri. Hanya saja, Nyonya Abyasa kecewa dengan Livy yang berselingkuh hingga mempunyai anak.


“Terima kasih, Ma.” Jawab Livy dengan sopan.


“Ayo, Sayang kita pulang sekarang!” Ajak Dewa yang tidak ingin berlama-lama bersama mantan mertua istrinya.


Livy mengangguk ramah pada Nyonya Abyasa sebagai tanda ia pamit pulang. namu tiba-tiba Livy ingat dengan Raina, yang notabene anak angkat mantan mertuanya.


“Ma, minggu depan Raina akan menikah. kalau Mama berkenan hadir, datang saja ke panti asuhan Kasih Bunda.”


“Raina? Dia akan menikah?” tanya Nyonya Abyasa terkejut, lalu setetes air matanya jatuh begitu saja.


Livy mengangguk. Dia bisa melihat sorot kesedihan dari mata Nyonya Abyasa. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena masalah Raina dengan keluarga Abyasa dia tidak mau ikut campur terlalu dalam.


“Iya. terima kasih informasinya, Livy. Mama usahakan datang. oh, iya. ehm, Febian,-“


“Kami permisi dulu, Nyonya! Ayo, Sayang!” sahut Dewa tak ingin mendengarkan Nyonya Abyasa yang hendak membahas Febian.


Livy menurut saja. kini dia sudah berada di dalam mobil perjalanan pulang.


Sepanjang perjalanan ke apartemen, Dewa tampak fokus dengan kemudinya. Bahkan pria itu tiba-tiba bersikap dingin pada Livy. sedangkan Livy yang menyadari perubahan sikap suaminya, memilih diam karena saat ini ada Calvin yang sedang tidur dalam gendongannya.


Tak lama kemudian mereka sampai apartemen. Dewa keluar lebih dulu dan mengambil barang belanjaannya lengkap dengan stoller Calvin. Lalu disusul Livy yang menggendong Calvin.


Setibanya di unit apartemen mereka, Livy lebih dulu masuk ke kamar untuk menidurkan anaknya. sedangkan Dewa menata barang belanjaan istrinya, setelah itu masuk ke ruang kerja.


Sampai pukul sebelas malam Livy tak kunjung melihat suaminya masuk ke dalam kamar. padahal Calvin sudah tidur, dan ia sudah memakai baju dinas yang miliknya yang lama, karena yang baru dibeli tadi belum dicuci.


Akhirnya Livy menutup baju dinasnya itu dengan piyama tidur dan mencari keberadaan suaminya.

__ADS_1


Livy melihat ruang tengah tampak sepi. Kemudia ia masuk ke ruang kerja Dewa. benar saja, suaminya sedang ada di sana. Entah sedang mengerjakan apa, yang Livy lihat saat ini suaminya sedang menghadap layar laptop.


“Mas, sudah malam. apa kamu tidak istirahat?” tanya Livy hati-hati.


“Tidurlah dulu! Aku ada pekerjaan mendadak dari Mario.” Jawab Dewa dengan tatapan masih lurus ke arah layar laptop.


Livy hanya menghembuskan nafasnya. Entah suaminya sedang ada pekerjaan sungguhan atau sedang marah setelah bertemu dengan Mama Febian tadi. akhirnya dengan sedikit kecewa Livy meninggalkan suaminya. lebih baik tidur saja.


Setelah istrinya keluar, Dewa membuang nafasnya kasar. Dia masih kesal pada pertemuannya tadi dengan mantan mertua sang istri. Apalagi Dewa mendengar saat Nyonya Abyasa menyebut nama Febian. apakah wanita itu akan mengatakan kalau Febian ingin bertemu dengan istrinya, atau ingin mengabarkan keadaan Febian saat ini.


Katakanlah bahwa Dewa cemburu. Mengingat hubungan Livy dan Febian sudah cukup lama. Apalagi dia dulu melihat jelas bagaimana romantisnya hubungan mereka.


“Arghhh!!! Aku tidak akan membiarkan baj***an itu datang lagi merebut Livyku.” Kesal Dewa sambil mengusap kasar wajahnya.


Entah wajar atau tidak sikap Dewa seperti ini kalau sedang cemburu. Apalagi ini pertama kalinya ia merasakan cemburu. Dan Livy adalah perempuan pertama dan satu-satunya yang bertahta di hatinya.


**


Dewa melihat Calvin sedang tidur pulas. Kini Dewa baru sadar, kalau cemburunya sangat tidak mendasar. Apalagi dengan adanya Calvin. Tidak mungkin Livy kembali ataupun menjalin hubungan baik dengan mantan suaminya. setelah itu tatapan Dewa beralih pada istrinya yang sedang terlelap. Namun tiba-tiba saja tatapan Dewa tertuju pada lingerie yang tergeletak di keranjang tempat baju kotor tak jauh dari tempat tidurnya.


Dewa ingat jelas kalau lingerie itu bukan yang ia beli tadi saat di mall. Melainkan milik Livy yang sudah lama. Lalu kenapa bisa ada di kranjang baju kotor. Apakah tadi Livy sudah memakainya, namun….


Dewa segera menaiki ranjang dan memeluk istrinya yang sedang tidur pulas. Dia merasa sangat bersalah karena sempat mengabaikan wanita itu hanya karena rasa cemburunya yang tidak jelas.


“Maafkan aku, Sayang! Maafkan aku!” gumam Dewa sambil menciumi kepala istrinya.


Dewa semakin mengeratkan pelukannya karena rasa bersalahnya. Tidak peduli jika istrinya terbangun. Dan benar saja, Livy terusik akibat ulah suaminya.


“Mas, apaan sih? Ganggu orang tidur saja!” gerutu Livy, lalu menghindari suaminya.

__ADS_1


“Sayang, maafkan aku! aku benar-benar tidak bermaksud mengabaikanmu.” Ucap Dewa dan berusaha memeluk Livy lagi.


Livy kembali menghindar. Moodnya sudah rusak lantaran sikap dingin suaminya yang tiba-tiba. Bahkan sejak tadi Calvin rewel pun suaminya tidak peduli. Livy juga tidur cukup malam, karena Calvin yang tak kunjung tidur.


“Menjauhlah! Aku lelah.” Jawab Livy dengan kesal, membuat Dewa berpikiran buruk.


“Kamu menolakku? Kenapa kamu menolakku? Apa karena mantan suami kamu?” tanya Dewa menahan amarahnya.


“Jangan ngaco deh!” Livy berbalik badan membelakangi Dewa karena dia benar-benar pusing karena tidurnya terusik.


“Katakan, apa benar seperti itu?”


Livy yang semakin tidak mengerti dengan sikap suaminya, dia justru bangun. Kalau Dewa masih mengusik tidurnya lebih baik ia tidur di kamar satunya saja dengan membawa Calvin.


“Kamu mau kemana?” tanya Dewa dengan suara naik satu oktaf.


Oeekk oeekk


Livy segera beranjak menghampiri Calvin yang menangis cukup keras karena suara Papanya. Ingin sekali Livy memarahi Dewa, namun waktunya tidak pas, di saat anaknya butuh ketenangan.


“Kamu pilih keluar dari kamar ini atau aku yang pindah di kamar tamu?” ucap Livy dengan suara tegas sambil menenangkan Calvin yang badannya tiba-tiba menghangat.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2