
Raffael kini sedang dalam perjalanan pulang. dia harus menyelesaikan masalah itu dengan Livy dan juga Papanya. Apa mungkin selama ini Livy tidak tahu kalau Febian sudah mengganti nama beberapa klinik kecantikan milik Livy menjadi namanya.
Sesampainya di rumah, kebetulan Raffael melihat ada Livy yang sedang bersantai di ruang tengah bersama Mama dan Papanya. Dia segera membahas masalah itu.
“Ada apa, Raff? Pulang kerja kok emosi begitu?” tanya Abi.
Raffael tidak menjawab. Dia meletakkan map itu di atas meja. Dan ketiga orang yang sedang berada di ruang tengah itu tampak heran.
“Ada apa ini, Raff? Kamu jangan membuat Papa bingung. Kalau ada masalah perusahaan, cepat selesaikan.” Kali ini Reno yang bicara. Karena pria itu melihat aura kemarahan dari wajah anak laki-lakinya.
“Vy, katakan pada Kakak! Dan bicaralah dengan jujur! Apa benar kamu sudah mengganti nama kepemilikan klinik kecantikan yang ada di tiga kota menjadi nama Febian?” pertanyaan Raffael benar-benar membuat Livy terkejut. Begitu juga dengan Reno dan Abi.
Livy menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar tidak tahu sekaligus tidak menyangka kalau Febian tega melakukan ini. dan sejak kapan Febian melakukannya? Bagaimana mungkin dia tidak pernah tahu.
“Tidak, Kak! Demi Tuhan, aku tidak pernah mengganti nama kepemilikan klinik kecantikan itu menjadi nama Febian.” jawab Livy dengan jujur.
“Dan satu lagi. Sekar tadi juga mendapat informasi kalau ketiga klinik kecantikan itu sedang dalam proses penjualan.” Lanjut Raffael, dan lagi-lagi membuat ketiga orang itu sangat shock. Terlebih Reno. Pria itu langsung memegang dadanya yang tiba-tiba sangat nyeri setelah mendangar apa yang baru saja Raffael sampaikan.
“Raff, sudah jangan lanjutkan lagi! cepat bantu Mama bawa Papa ke kamar. Vy, panggil dokter segera.” Abi sangat panik melihat suaminya yang tiba-tiba pucat.
Semuan orang tampak panik. Karena sesampainya di kamar, Reno justru pingsan. Maun dilarikan ke rumah sakit, namun Abi lebih memilih menunggu dokter keluarga yang sedang dalam perjalanan.
Raffael sendiri semakin pusing. dia hendak pergi ke luar negeri, namun keadaan Papanya seperti ini. sungguh dia tidak menyangka kalau Febian selama ini seorang baj***an. Dia akan membawa kasus ini ke hukum. Dan mungkin akan mempercepat proses perceraian Livy.
Setibanya dokter Adrian, Reno segera mendapatkan pertolongan. Dan memang benar, hasil diagnose dokter Adrian, Reno harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Apalagi penyakit jantung Reno kambuh.
Raffael meminta Livy untuk menemani Mamanya di rumah sakit. Sedangkan ia akan menyelesaikan masalah yang sedang genting. Dia juga harus bertindak cepat sebelum klinik kecantikan itu terjual.
***
__ADS_1
Febian saat ini juga sedang kacau. Di tengah-tengah proses perceraiannya yang semakin rumit, masalah perusahaan juga butuh perhatiannya. Namun ia tetap memperjuangkan Livy agar tetap menjadi miliknya.
Mungkin kali ini bukan lagi cinta yang adadalam hati Febian untuk Livy. namun obsesi. Karena, mau Livy mempunyai keburukan apapun, dia tetap menginginkan Livy ada di sampingnya. Dan tidak akan pernah rela melepas wanita itu.
Tapi apa mungkin hanya karena obsesi saja yang membuat Febian ingin mempertahankan Livy? atau ada hal lain yang tidak banyak orang ketahui? Apalagi tanpa sepengetahuan orang, termasuk kedua orang tuanya, ternyata Febian juga punya citra buruk. Namun pria itu merasa aman, karena sangat yakin tidak akan pernah diketahui oleh orang lain.
Febian membuka ponselnya. Dia melihat beberapa foto yang ada di geleri ponselnya. Namun ia sama sekali tidak terpengaruh dengan beberapa bukti foto kebersamaan Livy dengan Dewa.
Ya, Febian mendapat beberapa informasi dari orang suruhannya kalau selama ini Livy diduga sedang bermain hati dengan Dewa. Awalnya Febian sangat marah. Apalagi istrinya bersikukuh meminta cerai dengannya, apa mungkin Livy akan bersama dengan Dewa setelah berhasil cerai darinya. Namun setelah itu Febian tidak marah lagi, karena Dewa sendiri sudah pergi jauh dari kota ini. itu tandanya pria itu sadar diri sebelum sempat ia memberikan pelajaran.
**
Sudah tiga hari ini Reno dirawat di rumah sakit. Keadaan pria itu perlahan membaik. Namun tetap saja Livy sangat bersalah pada Papanya. Karena dirinyalah, sehingga Papanya harus berada di rumah sakit seperti ini.
“Vy, Papa tidak apa-apa. Kamu jangan bersedih! Biar Kakak kamu menyelesaikan semuanya. Dan kamu cukup fokus dengan proses perceraian kamu.” Ucap Reno yang kini sedang terbaring di atas brankar.
“Maafkan Livy, Pa! semua ini memang karena Livy. Livy janji akan fokus dengan proses perceraian ini. setelah itu, Livy akan fokus dengan kesehatan Papa.” Jawab Livy dengan tatapan sendu. Setelah itu ia meletakkan kepalanya di samping Papanya.
***
Hari berganti dengan cepat. Reno sudah diperbolehkan pulang setelah keadaannya sudah membaik. Dan kebetulan juga Raffael hari ini akan pergi ke luar negeri untuk menemui anak buahnya.
Ya, Raffael memang baru sempat pergi, karena selama ini ia menyelesaikan kasus Febian. dia mengumpulkan bukti itu agar bisa menyelesaikan masalah perceraian adiknya. Dan menyerahkan semuanya pada pengacara.
Dan dua hari lagi Livy dan Febian diagendakan sidang lagi. Livy hanya didampingi oleh Mamanya saja, karena Sang Papa masih belum diperbolehkan keluar rumah selama dalam masa pemulihan.
*
Livy duduk didampingi Mamanya. Begitu juga dengan Febian yang didampingi kedua orang tuanya. Livy sangat malas melihat Febian. rasanya dia sudah cukup muak oleh perbuatan buruk suaminya yang selama ini tidak ia ketahui.
__ADS_1
Sidang itu berlangsung. Pengacara Livy membeberkan beberapa bukti tentang Febian. termasuk Febian skandal yang pernah dilakukan oleh Febian. juga keegoisan pria itu yang tidak menginginkan anak.
Sebenarnya pengacara Livy sudah tahu kalau setelah ini pengacara Febian akan menyanggahnya. Namun dia sudah mempunyai bukti lain tentang kasus Febian yang diam-diam menjual aset milik Livy tanpa sepengetahuannya. Juga bukti yang baru saja ia terima dari Raffael melalui pesan singkat.
Lagi-lagi sidang itu berjalan cukup alot. Apalagi pengacara Febian memberikan bukti foto-foto Livy bersama Dewa selama ini. dan diduga kuat diantara Livy dan Dewa ada perselingkuhan. Maka dari itulah Livy bersikukuh meinta cerai dari Febian.
Livy benar-benar shock. Begitu juga dengan Abi. ternyata Febian sudah mengetahui semuanya. Meskipun hanya foto-foto kebersamaannya dengan Dewa saja. tidak ada foto adegan terlarang.
“Sayang, aku tetap memaafkan kamu atas perselingkuhan kamu dengan Dewa selama ini.” ucap Febian tiba-tiba. Febian berkata seolah-olah dirinya lah yang menjadi korban.
Suasana persidangan pun semakin memanas. kedua orang tua Febian semakin tidak respek terhadap Livy, terutama Nyonya Abyasa. Namun seketika itu mereka terdiam saat pengacara Livy memberikan beberapa bukti lagi. diantaranya kasus Febian yang telah menjual aset berharaga kepemilikan istrinya.
“Tidak! Itu tidak benar!” Febian mengelak dengan nada terkejut.
“Bukti sudah ada. Meskipun ini tidak masuk dalam proses perceraian anda, tapi saya akan membawanya ke jalur hukum.” Lanjut pengacara Livy.
Setelah itu pengacara Livy tampak memberikan argumennya mengenai pesan singkat yang baru saja dikirimkan oleh Raffael. Yang bisa saja menjadi akhir dari proses panjang perceraian ini.
“Dan di sini juga ada bukti lagi, kalau anda lah yang lebih dulu berselingkuh dari istri anda. meskipun bukti masih belum cukup kuat.” Ucap salah satu majelis hakim dengan menampilkan beberapa foto bukti Febian bersama seorang wanita.
Febian tampak marah dan tidak terima. Suasana sidang juga semakin tidak kondusif.
“Sidang ini akan ditunda sampai minggu depan.”
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading!!