
Livy akhirnya membiarkan Dewa memeluknya. Dia juga merasakan kalau sebenarnya Dewa juga sedang rapuh. Entah masa lalu seperti apa yang pria itu alami. Livy tidak berani bertanya sekaligus takut jika hatinya cemburu, terlebih masa lalu Dewa berkaitan dengan seorang wanita.
Seharian penuh Dewa dan Livy menghabiskan waktunya. Livy juga terlihat lebih ceria dari biasanya. Dewa sangat senang melihatnya. Bahkan saat ini mereka seperti pasangan kekasih yang sedang bahagia menikmati waktunya. Padahal yang sebenarnya mereka adalah pasangan selingkuh. Tapi Livy pun tidak peduli.
Saat waktu sudah hampir petang, Dewa pun akhirnya mengajak Livy pulang. dia tidak bisa berbuat seenaknya dengan membawa Livy pergi. Karena sebelumnya ia juga sudah mendapat amanat dari Febian untuk menjaga Livy. Febian tadi juga mengirim pesan padanya untuk menanyakan tentang istrinya. Lagi-lagi Dewa berbohong. Namun jika jujur pun rasanya tidak mungkin.
***
Dewa dan Livy sampai rumah saat pukul delapan malam. Livy masuk ke dalam rumah lebih dulu. Tapi dia agak heran saat melihat pintu rumahnya terbuka dan terdengar suara anak kecil yang sangat asing di telinganya.
“Bi Ratih?” Panggil Livy pada pembantunya saat melihat Bi Ratih sedang bersama seorang wanita cantik juga anak perempuan usia sekitar dua tahunan.
“Eh Non Livy. ini Nona,-“
“Kamu pasti Kak Livy, kan? Aku Raina. Apa kabar, Kak? Apa kamu lupa denganku?” sahut wanita itu memotong ucapan Bi Ratih.
Livy masih terdiam. Dia melihat wanita yang bernama Raina lalu bergantian pada anak kecil itu. entah kenapa ada perasaan yang aneh saat melihat Raina juga anak kecil itu. apalagi mata anak itu hampir sama dengan mata suaminya. namun Livy tak ingin berpikiran yang tidak-tidak. Akhirnya ia mempersilakan Raina duduk lagi bersama ankanya.
Sedangkan Dewa yang baru saja masuk rumah, dia terkejut saat melihat Raina ada di dalam. Wanita yang pernah ia temui saat mengantar Livy menghadiri pesta ulang tahun perusahaan mertuanya. namun Dewa langsung ke belakang, tak ingin ikut campur dengan urusan Livy dan wanita itu.
***
Raina mengutarakan maksud kedatangannya ke sini. lebih tepatnya wanita itu akan tinggal di rumah Livy. Livy yang mengerti hubungan Raina dan suaminya adalah kakak beradik, meskipun saudara angkat, ia tidak berani menolaknya. Apalagi melihat tatapan sendu Raina, membuat Livy sangat iba. Terlebih saat Raina mengatakan kalau dia tidak memiliki suami.
Banyak sekali yang mereka bicarakan. Raina adalah wanita yang sangat baik menurut Livy. hanya saja nasibnya kurang beruntung. Lantas apa bedanya dengan dirinya. Raina yang memiliki anak namun tidak memiliki suami. sedangkan dirinya? Berbanding terbalik dengan Raina.
__ADS_1
Livy juga sangat senang dengan Saskia. Bocah itu sangat menggemaskan. Dan juga cantik. Mungkin dengan hadirnya Saskia di rumahnya, sedikit demi sedikit akan membuat Febian peka terhadap anak kecil. Namun lagi-lagi saat memikirkan hal itu, Livy teringat dengan Dewa.
Livy sengaja tidak menghubungi suaminya tentang kedatangan Raina. Biarlah pria itu tahu sendiri nanti saat pulang dari luar kota. Lagi pula Febian pasti juga tidak keberatan. Apalagi Raina adalah adiknya.
Akhirnya mulai malam itu Raina dan Saskia tinggal di rumah Febian. tidak ada pilihan lagi bagi Raina. Karena Febian sendiri juga sudah mengatakan kalau pria itu tidak ingin bertemu dengan anaknya lagi. Saskia sendiri selalu mencari Papanya saat anak itu sedang sakit. Jadi, dengan memutuskan tinggal bersama Febian, menurut Raina akan membuat Saskia senang bisa bertemu dengan Papanya setiap hari.
Raina sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak merusak rumah tangga Febian dan Livy. dia hanya kasihan pada anaknya yang membutuhkan sosok ayah di sampingnya. Alhasil Raina terpaksa berbohong pada Livy kalau hubungan Saskia dan Febian sangat dekat. Termasuk Saskia yang memanggil Febian dengan sebutan Papa. Sedangkan Saskia sendiri memanggil ibunya dengan sebuatn Mommy. Jadi itu tidak akan membuat Livy curiga sedikitpun. Bahkan dengan senang hati Livy meminta Saskia memanggilnya Mama.
“Nah, Saskia mulai sekarang tidurnya di sini ya sama Mommy!” ujar Livy membukakan salah satu pintu kamar tamu.
“Terima kasih, Kak. Kamu baik sekali sudah memberikan aku tempat di sini.” ujar Raina.
“Sudah, jangan sedih lagi. bagaimana pun juga kamu adalah adik iparku. Untuk urusan pekerjaan, nanti saja tunggu Febian pulang dari luar kota.” Lanjut Livy.
Setelah mengantar Raina dan Saskia masuk ke kamar tamu, Livy pun naik ke lantai atas, kamarnya. Dan mulai malam ini juga Livy akan menempati kamarnya lagi. karena dia tidak ingin Raina tahu tentang permasalahan rumah tangganya.
“Wa, kamu nggak tidur?” tanya Livy ikut duduk bergabung bersama Dewa.
“Iya, sebentar lagi. siapa wanita tadi?” tanya Dewa ingin tahu.
“Oh, dia adik angkat Febian. dia akan tinggal di sini bersama anaknya. kenapa memangnya? Kamu naksir sama dia, Wa?” tanya Livy dengan nada kesal di akhir kalimatnya.
Dewa hanya tersenyum menanggapinya. Sungguh Livy sangat sensitif sekali. Padahal dia hanya bertanya, kenapa asumsinya sudah sejauh itu.
“Aku pernah bertemu dengan dia saat perayaan ulang tahun perusahaan mertua kamu. Dan wanita itu sedang menggendong anaknya yang sedang menangis. Katanya suaminya sedang berada di acara itu.” ucap Dewa memberitahu.
__ADS_1
Livy terdiam. Raina tadi mengatakan kalau tidak memiliki suami. entah apa alasan dia berpisah dengan suaminya. namun mendengar cerita Dewa baru saja yang mengatakan bahwa Raina memiliki suami. kenapa perasaannya mendadak tidak enak. Namun Livy juga tidak tahu apa arti perasaannya ini.
***
Setelah bebarapa hari berada di luar kota, hari ini Febian pulang. pria itu langsung pulang. karena badannya sangat lelah. Apalagi sudah jam pulang kantor seperti ini, pasti semua karyawannya sudah pulang semua. Biarlah hasil meetingnya ia sampaikan besok pagi.
Setibanya di rumah, Febian tidak melihat mobil istrinya di sana. Pasti Livy belum pulang dari kantor. dan harusnya wanita itu standby menyambut kepulangannya. Namun itu sangat mustahil.
Cklek
Febian membuka pintu rumahnya. Betapa terkejutnya dia saat tubuhnya ditabrak oleh seorang anak kecil yang sedang bermain sambil berlarian. Anak kecil yang sangat ia benci dan tidak ingin ia lihat lagi.
Febian mengepalkan kuat tangannya. lalu tatapannya tertuju pada Ibu dari anak perempuan itu yang sedang berdiri tak jauh darinya. Febian pun menahan amarahnya mendekati Raina.
“Apa yang kamu lakukan di sini, hah? Berani-beraninya kamu masuk ke rumah ini? apa kamu sengaja ingin menghancurkan rumah tanggaku?” Tanya Febian dengan suara pelan namun penuh intimidasi. Raina sendiri sangat ketakutan dengan kemarahan kakak angkatnya.
“Ada apa ini?” seru seseorang yang baru saja masuk rumah.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!