
Hari-hari pasangan Livy dan Dewa cukup menyenangkan. Meskipun terkadang ada perselisihan paham, namun keduanya bisa menyelesaikan dengan baik. Sebagai seorang istri sekaligus Mama muda memang tidaklah mudah bagi Livy. namun dia bisa melewatinya dengan bahagia karena suaminya juga ikut membantu merawat sang buah hati. Meskipun jadwal pekerjaan Dewa sangat padat, ia bisa membagi waktu untuk keluarganya dengan baik.
Keseharian Dewa juga masih bekerja di perusahaan Mario, sebagai asisten pribadinya. Apalagi setelah menikah, Mario dan Raina langsung bertolak pergi berbulan madu, alhasil pekerjaan kantor sepenuhnya diserahkan pada Dewa.
Saat ini Dewa baru saja selesai menghandle meeting dengan salah klien Mario yang berasal dari luar kota. Dan meeting kali ini cukup sukses lantaran Dewa bisa melihat progress yang cukup signifikan dari perusahaan tersebut.
Dewa tampak memijit keningnya saat baru saja selesai meeting. Entah kenapa tiba-tiba ia teingat dengan Papanya. Mungkin karena kliennya itu berasal dari kota di mana Papanya dulu menjalani masa hukuman, jadi ia teringat dengan sang Papa.
Memang selama ini Dewa juga sangat sibuk, jadi ia tidak memiliki waktu untuk mencari kabar tentang Papanya. Berbekal dari beberapa teman yang ia kenal, akhirnya Dewa memutuskan untuk mencari Papanya dengan bantuan temannya. Ia hanya meminta di mana sekarang Papanya tinggal. Setelah itu baru ia akan datang menemuinya.
**
Weekend pun tiba. Bertepatan hari ini ada acara ulang tahun keponakan Livy, akhirnya ia dan sang suami memutuskan untuk menginap di rumah kedua orang tuanya.
Livy saat ini tengah menyiapkan beberapa kebutuhan Calvin saat menginap di rumah orang tuanya nanti. sedangkan Dewa yang menemani sang putra bermain.
Usai mengemas beberapa pakaian dan kebutuhan lainnya. Mereka pun segera berangkat. Tak lupa Livy juga sudah menyiapkan kado untuk keponakanya yang sedang ulang tahun.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju kediaman Reno. Calvin yang sudah mulai belajar mengeluarkan suaranya, bayi itu tampak sangat lucu dan menggemaskan. Bahkan suaranya lebih mendominasi. Sontak saja, Livy dan Dewa juga ikut tertawa.
Kini mereka sudah sampai di rumah Reno. Dewa membawa barang-barang bawaan istrinya. Sedangkan Livy menggendong Calvin memasuki rumah.
Kedatangan Livy dan Dewa disambut hangat oleh Mamanya. Bahkan saat ini di rumah sedang tampak berantakan karena Raffael sedang membuat dekorasi untuk acara ulang tahun anaknya.
“Cucu Oma sini biar Oma yang gendong!” Abi langsung mengambil Calvin dari gendongan Livy.
__ADS_1
“Papa kemana, Ma? Kok aku nggak lihat.” Tanya Livy.
“Papa kamu sedang di kamar. kurang enak badan sejak kemarin.” Jawab Abi yang kini sedang menimang Calvin.
Livy melihat suaminya sedang sibuk membantu kakaknya membuat dekorasi ulang tahun Kiara. Kemudian Livy memutuskan untuk melihat keadaan sang Papa yang sedang sakit.
“Aku mau lihat Papa dulu, Ma. Titip Calvin.”
*
Livy memasuki kamar Papanya. Dia mendengar suara Papanya yang sedang batuk-batuk. Pria iu tampak berbaring di atas tempat tidur dan wajahnya terlihat pucat.
“Papa? Papa sakit apa?” tanya Livy sangat khawatir.
Livy menyambut pelukan Papanya. Padahal seminggu yang lalu ia bertemu Papanya, tapi kenapa Reno mengatakan rindu.
“Livy baru saja datang. Apa sudah diperiksa dokter? Papa sakit apa?”
“Sudah. Papa hanya kecapekan saja dan butuh istirahat. Kamu jangan khawatir.” Jawab Reno mencoba menenangkan anak perempuannya yang tampak cemas dengan keadaannya.
Livy bernafas lega setelah mendengar kalau Papanya sudah diperiksa oleh dokter keluarga. Setelah itu Livy tak langsung pergi meninggalkan Papanya. Dia masih setia berada di sana menemani sang Papa yang ingin mengajaknya ngobrol. Terlebih membahas perusahaan.
Livy juga sudah tahu kalau usia Papanya sudah tua dan harusnya tidak lagi bekerja di kantor. karena Reno masih sesekali datang ke kantor walau tidak rutin. Livy jelas merasa sangat bersalah. Apalagi dirinya sudah memutuskan untuk tidak berkecimpung lagi di dunia bisnis demi keluarga kecilnya. begitu juga dengan sang suami yang justru bekerja di perusahaan Mario, dan menolak terjun ke perusahaan Reno. Sebenarnya bukan menolak. Namun Dewa memang masih memiliki kontrak kerja dengan Mario. Terlebih pria itu sudah banyak membantunya.
“Papa tidak memaksa kamu untuk kembali ke perusahaan, Vy. Tapi Papa hanya ingin kamu bilang pada suami kamu agar mau masuk ke perusahaan. Kakak kamu juga sibuk dan butuh bantuan.” Ucap Reno.
__ADS_1
“Iya, Pa. nanti Livy akan bicara dengan Mas Dewa.” hanya itu yang bisa Livy ucapkan. Dan dia juga berharap suaminya mau.
**
Sore harinya, acara ulang tahun Kiara pun dimulai. Meskipun hanya dihadiri oleh keluarga saja tanpa mengundang siapapun, namun acara itu cukup meriah. Apalagi Kiara yang didandani sangat cantik bak putri dari negeri dongeng, sejak tadi bocah itu tak henti-hentinya tersenyum bahagia.
Keadaan Reno yang sudah lebih baik juga ikut turun untuk merayakan hari ulang tahun cucunya. Semua keluarga tampak sangat bahagia. Termasuk Reno yang saat ini melihat anak-anaknya sudah bahagia dengan keluarganya masing-masing. Meskipun badai besar sempat menghampiri perjalanan rumah tangga anak-anaknya.
Usai acar tiup lilin dan memberikan beberapa hadiah untuk Kiara, kini saatnya bersantai sambil menikmati beberapa hidangan makanan yang sudah disiapkan. Mama Abi kini duduk dan menyuapi sang suami kue tart. Sedangkan di hadapan mereka tampak dua stoller bayi yang tak lain di dalamnya ada Calvin dan Shakila, anak ketiga Raffael. Kedua bayi itu seperti sedang menyaksikan adegan romantis Oma dan Opanya.
“Permisi, Tuan! Di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan dan Nyonya.” Ucap pembantu Abi yang tiba-tiba datang.
“Siapa, Bi?”
“Nyonya Abyasa, Tuan.”
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1