Main Hati With Iparku

Main Hati With Iparku
Part 48


__ADS_3

"Maaf, There, aku memang bersalah, aku mencintai adikmu," jawab Gama mantab.


Walaupun Nessa terus menggeleng dengan muka cemas. Gama tetap harus mengatakan yang sejujurnya. Tak peduli nanti mau seperti apa, yang jelas saat ini Gama ingin terbuka dan memberi kepastian dan kejelasan. Sudah terlanjur kepergok juga, tak ada gunanya berkelit yang akan menimbulkan kebohongan lainnya.


"Wao ... daebak! Mengakui dengan mantap, dan Nessa! Kamu dengan senang hati menerima! Bermain-main di belakang aku? Kalian berdua pengkhianat!" sembur There berapi-api.


Nessa hanya terdiam dengan perasaan bersalah sambil menangis.


"Brengsek kamu, Mas, jadi kamu ngotot minta pisah hanya karena Nessa, gara-gara perempuan tak punya malu ini!" bentak There murka. Mendorong tubuh Gama dengan marah.


"Dasar adik hina, tidak tahu diuntung! Kamu dengan tanpa perasaannya mengkhianati kakakmu sendiri!" geram There sama juga mendorong Nessa hingga tersungkur ke lantai.


Gama jelas tidak terima melihat There berlaku kasar pada Nessa. Pria itu segera berjongkok dan menolong perempuan yang sepenuhnya telah menguasai hatinya.


"Kamu belain perempuan ini, Mas! Kamu benar-benar tega dan tidak berperasaan, apa tidak ada wanita lain yang lebih pantas menjadi selingkuhanmu. Kenapa harus Nessa!" murka There merasa sangat dikhianati.


"Iya, salah, semua salah di aku. Oke, aku emang salah udah berani main hati dengan Nessa, tapi kamu jangan melulu merasa yang paling disakiti. Aku kaya gini juga ada sebabnya, seharusnya kamu mulai intropeksi diri!" bentak balik Gama hilang kesabaran.


Rasanya gemas, rasa iba yang masih tersisa benar-benar terkikis habis oleh keegoisan There selama ini. Gama akui ia salah, dan semua telah terjadi.

__ADS_1


"Jadi kamu menganggap semua salah aku, kamu tidak akan jadi seperti ini kalau Nessa tidak kegatelan!" Matanya memindai ke Nessa dengan garang.


"Kamu memang tidak pantas disebut adik! Lucnut! Pelakor!" There tidak terima disalahkan, jelas-jelas mereka yang berselingkuh. Dirinya yang dikhianati, apa pun masalahnya tetap mereka bersalah, dan Nessa tersangka utama. Membuat perempuan itu benar-benar murka. Dengan cepat menarik rambut Nessa dan menghempaskan perempuan itu ke sisi ranjang.


Nessa yang shock, lemas, ditambah nangis frustrasi berat. Terkena dentuman benda tumpul pojok ranjang, membuat perempuan itu merasa hilang keseimbangan. Perempuan itu memegang kepalanya yang berdenyut seraya berputar.


"Nessa!" pekik Gama histeris. Darah mengalir dari pelipisnya, sepertinya robek akibat benturan yang teramat keras.


There hanya menatap dengan sinis. Sementara ribut-ribut dan pekikan Gama jelas sampai terdengar dari lantai bawah. Membuat Mama terpaksa naik ke atas dengan tertatih. Perempuan paruh baya itu terkejut mendapati keributan anaknya yang tak terelakan.


"Ada apa ini?" tanya ibu menguatkan diri dibantu pembantu rumahnya.


Keributan tak terelakan lagi, There yang terus menyerang tak bisa mengontrol diri bahkan melukai Nessa. Jelas membuat Gama begitu khawatir.


Nessa yang merasa tak kuat lagi akhirnya ambruk tak sadarkan diri dalam pangkuan Gama. Pria itu tak lagi mendengar murka dan cacian There, ia langsung menggendong pujaan hatinya membawa ke rumah sakit.


Ibu terdiam shock, tangannya menekan dadanya sendiri. Perempuan sepuh itu merosot ke lantai dengan rasa sakit yang luar biasa.


"Mama!" pekik There histeris.

__ADS_1


Malam itu benar-benar menjadi gelap untuk keluarga Rianti. Kedua orang dengan status anak dan ibu sama-sama dilarikan ke rumah sakit. Gama yang begitu panik melihat keadaan Nessa belum juga sadar. Rasanya jantungnya seakan berhenti memompa, ia begitu takut kehilangan seseorang yang begitu ia sayangi.


There yang sama halnya ketakutan setengah mati melihat ibunya masuk rumah sakit. Karena ulah dirinya yang tidak bisa mengendalikan emosi di rumah akhirnya menyebabkan ibunya terpaksa harus dirawat kembali.


Beberapa jam mendapat penangan membuat Nessa pulih dari kesadarannya. Pria itu tak sekalipun meninggalkan ruangan itu. Membuat There semakin murka dan kesal saja melihat perlakuan Gama yang begitu khawatir dan perhatian terhadap adiknya.


Nessa sendiri sudah dipindah ke ruang rawat, sementara ibu masuk ruang ICU dengan kondisi kritis.


Dalam kondisi terburuk dan terberat yang menimpa keluarganya. There menangis pilu yang paling dalam mengetahui fakta paling mencengangkan.


"Keluarga dari Shaca Nessa!"


"Iya Dok, bagaimana keadaan Nessa, Dok?"


"Bapak suaminya?"


"Saya kakaknya, Dok, informasi bisa di saya yang bertanggung jawab terhadap pasien," ucap Gama bergetar.


"Tolong sampaikan pada keluarga inti atau suaminya, Mas, pasien shock berat. Benturan di kepalanya untung tidak terlalu berat, janin yang dalam kandungannya juga selamat. Tolong dijaga Mas adiknya, jangan sampai stress yang menyebabkan banyak tekanan. Itu akan sangat tidak baik untuk kehamilannya."

__ADS_1


Entah harus senang atau sedih di tengah huru hara. Yang jelas Gama begitu bahagia dengan berita kehamilan Nessa.


__ADS_2