Main Hati With Iparku

Main Hati With Iparku
Part 81


__ADS_3

Gama membawa kekasih halalnya dalam pelukan. Rasa cemas bercampur ketakutan sedikit tersamarkan begitu memeluknya. Merasakan kedamaian yang hakiki.


"Aku nggak bisa banget kehilangan kamu, tolong pahami perasaan aku dan tetap percaya, aku mencintaimu seutuhnya, Nessa," kata pria itu sembari mengurai pelukan itu.


Gama membelai pipinya lalu menciumnya dengan sayang. Nessa hanya mampu terpejam. Menikmati kedamaian yang menyapa kala berada di dekapnya.


"Mas, kita nggak jadi pulang?" tanya perempuan itu menginterupsi.


"Gimana kalau cari makan dulu buat malam ini, sekalian kencan," jawab pria itu sembari terkekeh.


"Ish, berasa kaya anak muda aja kencan segala," cibir Nessa dengan gurauan.


"Emang belum terlalu tua, kamu aja yang kemudaan. Masih aman lah selisih tujuh tahunan. Aku masih ganteng kan buat jadi suami kamu?" tanya pria itu dengan kenarsisan tingkat provinsi.


"Kamu selalu tampan Mas, bahkan sejak pertama kali aku melihatmu. Sungguh panjang sekali lika liku cerita kita. Aku terharu saat kamu telah nge-save aku sedari dulu. Semoga hanya ada kemanisan di depan tanpa bayang-bayang semu masa lalu."


"Aku terlalu takut untuk tidak berjuang denganmu, walau semua atas kehendak-Nya. Semoga Allah jaga cinta kita sampai ke jannah-Nya. Aamiin!"


Pria itu kembali melajukan mobilnya, namun karena mendekati waktu maghrib sengaja mampir tempat ibadah. Setelahnya baru memutuskan cari makan sekalian.


"Makan apa ya enaknya? Kamu mau apa sayang?"


"Mmm ... nasi goreng boleh juga Mas, lagi pengen itu."


"Oke, kita cari dulu ya enaknya di mana?" Gama meneliti jalan. Lihat kanan kiri pinggir jalan kali aja ada stand nasgor yang rekomended.


"Aku punya rekomendasi Mas, tempatnya sederhana tapi rasanya mantul. Mau coba? Tapi nggak tahu juga sih kalau buat Mas, soalnya di pinggir jalan gitu kaya pedagang kaki lima, lesehan. Aku suka beli habis pulang kerja buat makan malam."


"Oke, otw sayang," ujar Gama langsung mengikuti arah petunjuk jalan.


"Itu Mas, nasi goreng Petruk, enak deh pokoknya," promo Nessa yakin.


"Oke, kita turun di sini."

__ADS_1


Gama memastikan mobilnya terparkir dengan benar, lantas keduanya turun hampir bebarengan. Suasana malam nan sejuk langsung menyapa. Pria itu nyatanya langsung peka, melepas jaketnya dan memberikan pada istrinya.


"Kamu dingin? Pakai sayang," ujarnya bergerak memakaikannya.


"Kamu gimana? Cuma kausan doang."


"Nggak pa-pa kok, yang penting kamu aman dan nyaman."


"Jadi, ini kencan pertama kita? Sesuatu sekali, tempat ini favorite kamu?"


"Mungkin sekarang bakalan jadi favoritnya kita," jawab Nessa yakin.


Keduanya beriringan memasuki warung tenda yang pengunjungnya lumayan padat. Sejenak pasangan itu menjadi pusat perhatian dengan kedatangannya.


"Mang, nasgor dua ya, spesial pedes sedang," pesan Nessa lalu mencari tempat duduk yang kosong. Karena duduknya lesehan perempuan berbaju gamis itu melepas sepatunya terlebih dahulu.


"Eh, Neng Nessa ya? Tumben nggak sendirian?" tanya Bapak penjual nasgor yang terlihat akrab.


"Wah beberapa hari nggak nongol udah bawa gandengan aja. Kapan nikahnya?"


"Alhamdulillah baru beberapa hari lalu, Mang, eh ya minumnya teh anget aja Mang."


"Siap! Ditunggu ya sekedap. Ngomong-ngomong selamat untuk pernikahannya semoga langgeng."


"Aamiin!" jawab keduanya hampir bersamaan.


Setelah menunggu beberapa saat pesanan mereka sampai ke meja. Aroma nasgor yang gurih langsung menguar di indera penciumannya. Ia tersenyum sembari menatap dengan penuh selera.


"Gimana? Enak kan?" tanya Nessa review makanan rekomended dirinya setelah Gama menyuap ke dalam mulutnya.


"Iya, pilihan kamu tidak diragukan, bisa banget kapan-kapan coba lagi."


Nessa pun tersenyum puas, ikut menikmati hidangan malam itu dengan khusuk. Sambil ngobrol sambil menyuap ke mulutnya.

__ADS_1


"Mau coba punya aku nggak?"


"Sama kali Mas," jawab Nessa yakin.


"Beda, suapan dari aku jelas terasa nikmatnya," ujar pria itu tersenyum teduh.


Nessa balas tersenyum sambil menerima suapan itu. Indah, semua terasa begitu nyata, lagi mendamaikan.


"Kamu juga coba punya aku ya?" ujar perempuan itu gantian menyuapi suaminya.


Tingkah keduanya pun sontak mencuri atensi orang sekitar. Pasangan uwu itu mendadak jadi pusat perhatian lagi.


"Mas, aku makan sendiri aja, Orang-orang pada lihatin," ujarnya mendadak lucu.


Pria itu tersenyum kalem, "Iya juga sih, mohon maaf mungkin hari ini kita terlalu bahagia, sampai berasa lagi makan berdua, karena fokus aku cuma ke kamu, Sayang."


"Aduh ... manis banget Mas, terbang nih akunya."


"Biarkan aku yang menjadi sayapnya. Agar aku bisa menemanimu dan memastikan bidadariku selalu dalam genggaman."


.


Tbc


Kring2 hallo sahabat Asri Faris ....


Author punya cerita baru nih kepoin ya


"Pengantin Pengganti CEO Arogan"


Mampir dan tinggalkan jejaknya ya 😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2