
Semakin dikejar, semakin ia akan lari. Gama akan mendekat saatnya nanti setelah urusan perceraian dirinya selesai. Nessa dekat, tapi Gama yakin kalau ia juga mencintainya mengandung anaknya jadi tidak mungkin perempuan itu akan menyakiti janin yang ada di dalam perutnya. Ataupun meminta cinta yang lain atas perbuatan cinta mereka yang membuahkan hasil.
Mereka hanya terhalang status dan keadaan. Sejatinya keduanya saling bertaut, bahkan cintai itu menggebu di antara keduanya.
Gama menyelesaikan dulu perkara dirinya terhadap There. Pria itu tidak ingin lagi menunda suatu perkara yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Ditambah moodnya sedang tidak baik-baik saja, setelah mendapatkan informasi keberadaan Nessa.
"Tetap kamu pantau, awasi perempuan itu dan segala aktivitasnya. Aku akan datang setelah urusanku selesai."
"Siap Bos!" jawabnya lugas.
"Apakah Bima masih di sana?" tanya pria itu dengan kesal. Gama sudah menduga sedari awal, kalau pria itu mempunyai simpati yang lebih dari seorang sahabat.
"Kemarin tidak ada, Bos. Mungkin pulang, nanti akan saya kabari lagi informasi selanjutnya."
"Jangan sampai keberadaan kamu membuat orang di sekitar curiga," ujar Gama serius.
Nessa pasti tidak akan mudah menerimanya selama dirinya masih terikat dengan cinta yang lama. Pria itu harus membuktikan keseriusannya dengan meminangnya setelah urusannya selesai.
Selain dengan pengacara, Gama juga selalu hadir dalam persidangan. Lagi-lagi There tidak hadir, Gama sudah menduga itu akan terjadi. Namun, bukankah itu malah membuat jalannya mudah?
Saat itu tinggal menunggu beberap menit lagi memasuki sidang. Sedikit terlambat perempuan itu pun menampakkan batang hidungnya. Dengan rasa yang entah, dan perasaan yang tak lagi sama. Entah karena terlalu kecewa atau memang cinta itu telah tiada.
__ADS_1
Hari itu seakan menjadi gelap untuk seorang There, di mana pernikahannya hancur begitu saja. Ia mulai menyadari hal itu setelah Gama benar-benar merealisasikan perpisahanya.
"Maafkan aku, Re, jalan kita harus begini. Semoga kelak kamu mendapatkan jodoh yang baik untukmu dan keluargamu."
"Pasti, tidak seperti dirimu yang mudah tergoda. Aku harap kau tidak akan menyesali keputusanmu, nanti," jawab There dengan angkuh. Tidak akan menjadi cengeng setelah perpisahan itu.
"Apakah kamu tahu keberadaan Nessa, oh ya kamu pasti tahu. Kamu kan pacarnya, tolong sampaikan padanya silahkan ambil apa yang dia inginkan. Dia berhasil menjadi pemenangnya," ujar There sinis.
Gama hanya terdiam tanpa menimpali, There tidak pernah berubah dan menyadari itu semua. Sekalipun tidak ada Nessa hubungan diantara keduanya sudah retak dan bahkan memburuk tanpa ia sadari. Gama tidak mau ambil pusing, toh dirinya saat ini hanyalah seorang mantan. Ia telah menutup lembaran buku bersamanya setelah tiga tahun menjalani tanpa kejelasan.
***
Nessa baru saja membeli sarapan di warung sebrang jalan bersama Nawang tetiba sebuah mobil prestisius melintas di depannya. Tak ada rasa curiga sedikit pun. Hatinya lebih siap menghadapi kemungkinan yang akan terjadi di depanya.
"Aku pulang dulu ya? Jangan memutus kontak apa pun. Kabari aku jika kamu berubah pikiran. Tetap tenang dan nikmati saja harimu. Semua akan baik-baik saja," pesan Bima sebelum beranjak. Pria itu memeluknya dengan sayang.
"Maaf, aku harus pulang dulu. Mungkin seminggu sekali aku akan berkunjung," pamit Bima merasa berat meninggalkan sahabatnya.
"Terima kasih Bim, jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja," ujar Nessa menenangkan.
"Cowok yang kemarin itu pacar kamu?" tanya Nawang kepo.
__ADS_1
"Bukan, dia sahabat aku. Kenapa? Naksir?" seloroh Nessa tersenyum.
"Masa sih, kalian seperti orang pacaran. Ngaco kamu, nggak lah!" sanggah Nawang cepat.
"Kalau dia sahabat, aku rasa dia menyukaimu," ujarnya yakin.
"Kami saling dekat satu sama lain, tapi perasaan kami ya sahabat aja tidak lebih."
Keduanya tengah menikmati bubur ayam di depan teras kost.
"Hari ini rencananya mau ke mana?"
"Di rumah aja atau mungkin kalau nggak ngitung kerang di pantai. Aku tidak punya pekerjaan. Hehehe." Nessa terkikik.
"Bagaimana kalau nanti ikut aku saja, bantu jualan pakaian di dekat pariwisata. Mau?"
"Boleh, kabari saja."
"Aku ada ketemu dosen dulu di kampus siang ini, setelah beres aku hubungi kamu ya."
"Siap!" ujar Nessa sedikit terhibur. Perempuan itu memang harus punya banyak stok senyum untuk memulai harinya.
__ADS_1
Nessa tengah duduk di atas dahan tumbang yang terletak tak jauh dari pinggir pantai ketika tiba-tiba seseorang mendekatinya. Seseorang yang sudah tidak lagi Nessa rindukan. Hatinya menjadi beku dan rasa bersalah itu bermunculan kala menatap wajahnya.
"Apa kamu merasa nyaman tinggal di sini?"