Main Hati With Iparku

Main Hati With Iparku
Part 67


__ADS_3

Semenjak Nessa pergi, Gama sengaja menempati rumah itu. Di sana banyak kenangan, jadi kalau tengah rindu ia tidur di kamar Nassa. Kamar dengan bau farmum perempuan itu. Ia juga merawat bunga-bunga kesayangan Nessa yang tumbuh subur di halaman rumahnya.


"Bunga ini akan aku rawat, seperti cinta kita agar tidak layu di lekang oleh waktu," gumam Gama tersenyum.


Setiap malam tak pernah absen untuk melakukan vidio call. Semua berjalan tanpa hambatan. Gama akan mengunjunginya setiap kali merasa rindu. Namun, karena kesibukan keduanya tentu beberapa bulan sekali pria itu menyempatkan diri. Terhitung selama hampir setahun ini Gama berkunjung tiga kali dan Nessa menerimanya dengan tangan terbuka.


Tak ada yang berubah, hanya saja perasaan canggung dan perubahan sikap Nessa yang semakin agamis membuat pria itu susah untuk menyampaikan rasa rindunya. Namun, Gama menghargai itu, terbukti Nessa menjaga dirinya dengan baik di negeri orang.


Sampai suatu ketika, saat Gama hendak berkunjung menyusulnya kembali, Nessa melarangnya. Padahal waktu itu Gama sudah sangat merindukan kekasihnya karena beberapa purnama tidak bertemu semenjak pertemuan terakhirnya.


"Kenapa jarang telepon?" protes Gama setelah panggilan itu terhubung.


"Maaf, Mas, aku sedang lumayan sibuk untuk tesisku," jawab Nessa di sebrang sana.


"Sibuk banget ya, sampai nggak ada waktu untuk jawab panggilan aku. Balas pesan aku," omel pria itu terlihat menggerutu.

__ADS_1


"Aku pikir kamu juga sibuk 'kan Mas, selain dengan pekerjaan boleh juga sibuk dengan yang baru," sindir Nessa akhirnya mengutarakan risalah hatinya.


"Apa sih maksud kamu? Aku berusaha menahan apa pun di sini, kok kamu ngomongnya gitu. Atau jangan-jangan ini alibi kamu saja untuk menghindar dari aku."


"Maaf Mas, aku tidak ingin berdebat denganmu. Sudah aku bilang jangan pernah berjanji untuk apa pun. Karena hati sekarang dan esok mungkin berbeda. Apalagi kamu punya segalanya dan pasti itu mudah untuk menunjuk seleramu," ucap Nessa sinis.


"Ness, apa maksud kamu?"


"Mungkin ini yang namanya karma sakit hati, tetapi dari awal aku sudah mempersiapkan diri kok, jadi ketika itu terjadi aku setidaknya sudah siap," jawab Nessa yang semakin membuat Gama bingung sendiri.


"Selamat berbahagia Mas, doaku tulus menyertaimu," ucap Nessa sendu. Menutup teleponnya begitu saja hingga membuat Gama bingung sendiri.


"Sial! Siapa yang ngirim foto-foto kaya gini sih, bikin salah paham saja!" kesal Gama mengetahui fakta itu. Nessa pasti akan berpikiran bahwa dirinya tidak setia selama ditinggal pergi.


[Aku pikir kita akan mengakhiri dengan cerita indah untuk kita berdua, ternyata cerita kita sudah tidak sama. Aku membebaskan dirimu untuk memilih, dan sekarang kamu membuktikan itu. Selamat berbahagia Mas semoga dengan cinta yang baru, terukir kisah indah dan kebahagian yang menyertaimu]~my Love.

__ADS_1


Gama speechless mendapat pesan itu, Nessa telah menganggap dirinya berkhianat tanpa penjelasan apa pun. Bahkan dirinya masih begitu setia menanti kepulangannya tanpa lelah. Sejak saat itu, Nessa menghilang bak di telan bumi. Perempuan itu tak bisa lagi dihubungi.


Gama benar-benar kehilangan jejaknya, bahkan saat pria itu mencoba menyusulnya Nessa sudah tidak menempati asrama yang selama ini perempuan itu huni. Gama pulang dengan tangan hampa dan hati yang kacau. Sungguh, dunia belum berakhir, namun seakan hidupnya tiba-tiba berakhir diputus kontak dengan Nessa dalam keadaan seperti itu.


"Maaf Pak, meeting tiga puluh menit lagi!" Bayu menginterupsi.


"Iya Bay, tolong siapkan berkasnya," ujar Gama di tengah lamunan panjangnya.


Semangatnya telah hilang, tak pernah ada lagi ucapan selamat pagi yang menyapa. Ucapan selamat kerja yang menyemangati dan juga kata-kata mutiara yang menyejukkan hati. Nessa benar-benar memutus akses dirinya.


"Ya Tuhan ... aku salah apa sih! Kenapa seseorang tega mengfitnah hubungan aku. Apa aku tidak pantas bahagia," gumam pria itu seakan mendapat hukuman yang begitu nyata.


Meeting siang itu berjalan dengan Gama yang banyak marah-marahnya karena kinerja kurang respect dengan produk iklan baru hingga membuat clien mereka komplain dan terancam menggagalkan kerja samanya.


Mood pria itu yang tidak baik-baik saja ditambah masalah satu ini membuat semua karyawan kena semprot semua. Terutama Lyvi yang menjadi bulan-bulanan kemarahan Gama siang itu.

__ADS_1


"Semua keluar terkecuali Bayu dan Lyvi," ucap Gama tegas.


Beberapa karyawan yang ikut meeting keluar setelah menunduk pamit. Tersisa Lyvi dan Bayu dengan suasana yang semakin menegangkan.


__ADS_2