
"Apa ini!" bentak Gama pada bawahannya itu tanpa basa-basi.
"Maaf Pak, saya nggak tahu," jawab Lyvi terjingkat resah. Saat Gama tiba-tiba menghardiknya.
"Buka ponselmu?" titah pria itu menyorot garang.
Lyvi dengan tubuh gemetar membuka ponselnya. Menemukan beberapa kiriman dari atasannya itu.
"Kamu yang kirim gambar-ganbar itu ke Nessa?" bentak Gama murka.
"B-bukan saya Pak," jawab Lyvi terbata.
"Aku memperkerjakan dirimu karena kinerja dan attitude kamu bagus, tapi itu dulu, sekarang kamu bisa membuat surat pengunduran diri dan HRD akan memberikan kamu pesangon. Anggap saja aku masih berbaik hati karena kamu sudah berjasa untuk perusahaanku. Aku menyayangkan peringaimu yang kotor itu."
"Maaf Pak, saya mohon maaf, tolong jangan pecat saya!" mohon Lyvi hingga bertekuk lutut di depan pria itu. Namun, tak ada ampun baginya yang telah membuat fitnah kejam itu.
Gama berlalu dengan wajah dinginnya.
"Bapak! Saya sudah mengabdi bertahun-tahun hanya soal begini, dan karena Bapak diputus Mbak Nessa, Bapak marah!"
"Kamu ngomong apa? Berani sekali kamu bersuara setelah membuat kesalahan yang begitu fatal!" murka Gama sore itu.
"Tapi saya cuma menjalankan perintah Pak! Saya disuruh sama mantan Bapak! Saya benar-benar menyesal, tolong ampuni saya Pak, jangan pecat saya. Saya akan bantu Bapak untuk menjelaskan permasalahan ini sama Mbak Nessa," mohon perempuan itu di titik nadir.
__ADS_1
"Silahkan saja kalau bisa, selamat berjuang kalau masih ingin bekerja di sini. Aku beri waktu dua hari kamu dapat menemukan nomornya dan bisa membuat kekasihku menghubungi aku dengan baik, aku akan merekrut kamu kembali. Tapi jika tidak, aku anggap kamu gagal dan itu resikonya karena kamu telah bekerja untuk orang lain dan jelas-jelas berkhianat."
Terlepas itu semua ada kaitannya dengan There, Gama benar-benar dendam untuk hal ini. Pria itu bahkan masih berusaha berbuat baik dengan rajin menyisihkan rezekinya untuk mantan ibu mertuanya itu. Namun, sepertinya There tidak pernah tahu yang namanya balas budi.
Hari itu Gama benar-benar kacau. Menemui There dengan langkah pasti.
"Apa maksud kamu dengan memperkerjakan Lyvi di bawah kendalimu?" bentak Gama to the point.
Pria itu sengaja menemui mantan istrinya usai pemotretan. Gama sendiri aslinya tidak peduli lagi dengan semua kegiatan There, namun karena merasa perlu, pria itu menghampiri diantar Bayu.
"Mana ada aku begitu Mas, kamu datang tiba-tiba menuduhku, hanya untuk menanyakan hal tidak penting itu?" There terlihat angkuh dan begitu santai.
"Sekuat apa pun kamu berusaha memisahkan kami, aku akan tetap membuktikan pada Nessa, kalau aku setia."
"Sayangnya kamu salah, biar pun hubungan kami sekarang renggang, aku percaya Tuhan akan menyatukan kami suatu saat nanti."
"Sok, silahkan ditunggu sampai tua sekalian, atau bahkan sampai m@mpus!" Perempuan itu menyeringai sinis.
Gama meninggalkan perempuan setengah iblis itu dengan geram. Bahkan mungkin satu-satunya perempuan yang ia benci adalah mantan istrinya yang tidak pernah tersentuh sempurna.
Pria itu mencoba menepaki hari-harinya yang semakin abu-abu. Dua tahun telah berlalu, namun belum juga ada kabar kepulangannya. Satu-satunya orang yang bisa Gama mintai tolong adalah Bima, barang kali sahabatnya itu mengetahui banyak hal yang tidak ia ketahui.
"Aku kehilangan jejaknya setengah tahun terakhir ini. Aku rasa dia benar-benar menghilang karena merasa kecewa padamu. Atau lebih tepatnya tidak ingin hadir lagi, karena takut menggangu keharmonisan dengan pasangan barumu," ucap Bima santai.
__ADS_1
"Kamu percaya? Apa Nessa mengatakan sesuatu padamu? Aku tidak percaya kalau kau tidak berhubungan selama ini, bahkan kehilangan kabar darinya."
"Nessa itu selalu setia, dia sengaja membebaskan dirimu untuk menguji seberapa kamu serius padanya. Tapi setelah tahu kabar itu dengan foto-fotomu tersebar itu. Aku rasa Nessa begitu kecewa dan menganggap itu karma untuk dirinya. Maaf Gam, aku tidak bisa membantu, karena aku juga kehilangan jejaknya," sesal Bima benar adanya.
Masihkah Gama sanggup bertahan dengan harapan semu. Bahkan ia tidak tahu di mana Nessa berpijak sekarang. Jujur, Gama begitu rindu, satu tahun terakhir ini ia bagai hidup segan mati tak mau. Raganya melanglang buana denga menyamarkan hatinya untuk menyibukkan diri. Namun, sesungguhnya dalamnya hati telah rapuh.
Gama menerima hukuman atas semua ini, dan Nessa telah menerima sakit hati atas apa yang pernah ia perbuat. Lantas, apakah membuat There bahagia, perempuan itu sejatinya begitu kesepian dan kehilangan sosok lelaki yang nyaris sempurna. Bahkan mungkin disisa hidupnya, ia akan merasa sendiri. Karena tidak punya keluarga yang bahagia, anak ataupun suami yang menemani.
.
Bersambung
Hallo gengs ... author cuap-cuap ya
Terkadang seseorang merasa lalai kala diberikan nikmat yang lebih. Kisah ini hanya sepenggal kehaluan author yang telah dikemas berdasarkan imajinasi penghayatan kehidupan sehari-hari di sekitar.
Satu hal yang ingin aku sampaikan, jangan pernah mengambil atau menyentuh apa pun yang bukan menjadi hak kita. Setia lah selalu pada pasangan dan berikan yang terbaik untuknya.
Tidak ada yang sempurna dalam hal apa pun di dunia, timbal balik itu perlu supaya sebuah pasangan sinkron. Jangan pernah mengharap pasangan kamu akan berubah, kalau kamu saja enggan memperbaiki diri. Cinta itu saling memberi dan menerima, tidak melulu berjalan sendiri, timpang namanya.
Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun yang kebetulan membaca dan mengikuti.
See you next bab apakah Gama dan Nessa akan bertemu? Ikuti bab selanjutnya ya
__ADS_1