Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Sarapan


__ADS_3

Dokter dan perawat yang memeriksa kondisi Selena telah meninggalkan ruangan itu, dan tidak berselang lama seorang perawat mengetuk pintu.


Toookkkk.... Toookkkk.... Toookkkk....


Bunyi ketukan pintu


"Silakan Nona sarapannya." Sapa perawat itu dengan memberikan nampan berisi sarapan kepada Selena.


"Terima kasih." Sahut Selena singkat.


Daniel yang berdiri untuk menutup pintu, berjalan menuju brankar Selena.


"Makanlah Selena, supaya kau cepat sehat." Daniel memerintahkan Selena untuk makan dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"Hmm, iya." Sahut Selena.


Selena sebenarnya ingin sekali makan, tetapi tangan kanannya terpasang selang infus di sana. Jadi, ia berusaha menggerakkan sendok dengan tangan kirinya, tapi dia tetap kesusahan.


Daniel yang melihatnya justru terlihat lucu, dia tahu kalau infus terpasang di tangan kanan Selena, jadi gadis itu pasti kesusahan untuk menyuapkan makanan dengan sendok dan memasukkannya ke mulutnya sendiri. Oleh karena itu, Daniel tiba-tiba saja duduk di brankar Selena, tepat di hadapannya. Sementara Selena nampak kaget saat pria yang belum dikenalnya itu justru dengan santainya duduk di hadapannya.


"Kemarikan sendoknya." Ucap Daniel meminta Selena memberikan sendok yang masih terpegang di tangan kirinya.


"Haaa... Apa?" Sahut selalu dengan matanya memandang tajam ke arah Daniel.


"Buka mulutmu, Selena. Aku akan membantumu."


"Ah, tidak perlu. Anda sudah banyak membantuku. Lagipula aku tidak tahu siapa Anda dan apa tujuan Anda membantuku." Ucap Selena enggan menerima suapan makanan dari tangan Daniel yang kini tengah memegang sendok tepat di depan mulut Selena.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu takut, aku Daniel. Kau boleh memanggilku Daniel. Dan, aku bukan orang yang menabrakmu semalam karena pengemudi mobil itu langsung pergi, setelah ambulance datang dan kau dibawa ke rumah sakit. Aku hanya ingin menolongmu saja." Penjelasan Daniel dengan jujur kepada Selena.


"Apa Anda mengenalkanku? Mengapa Anda begitu mudah menolong orang yang tidak Anda kenal?" Nampak kegelisahan di wajah Selena, sebab di masa sekarang ini seseorang tidak akan mudah menolong sesamanya, bahkan menolong orang yang tidak kita kenal.


"Sudah jangan terlalu banyak dipikirkan. Lebih baik, makanlah dulu. Pemulihan kesehatanmu itu jauh lebih penting. Lagi pula, aku memang hanya ingin menolongmu saja. Sekarang buka mulutmu, akan akan menyuapimu." Sahut Daniel dengan wajah penuh ketulusan di sana.


Mendengar penjelasan Daniel dan ia melihat tidak ada kebohongan di wajahnya, Selena pun akhirnya mau membuka mulutnya. Kini, ia telah disuapi Daniel. Perasaannya sebenarnya tidak enak karena mendapat bantuan dari orang yang asing baginya, dan kini justru orang itu di hadapannya dan menyuapinya. Rasa sungkan, takut, dan malu bercampur menjadi satu dalam hati Selena.


Daniel pun menyuapi Selena dengan telaten. Daniel hanya ingin menjaga Selena, karena itulah tugasnya.


Sembari mengunyah makanannya, Selena berniat untuk menanyakan siapa pria itu sebenarnya.


"Hmm, Tuan kenapa Anda mau menolong saya? Dan ruang perawatan ini adalah kelas VIP, akan sangat mahal untuk membayarnya. Dan, kalau Anda tahu, saya tidak punya uang sebanyak ini untuk membayar biaya perawatan saya di rumah sakit ini."

__ADS_1


"Sudah, kamu tidak perlu pikirkan biaya perawatanmu karena aku sudah membayarnya lunas. Kamu cukup segera sembuh, itu saja. Oh, iya. Jangan memanggilku Tuan, panggil saja aku Daniel. Ya, cukup Daniel."


__ADS_2