
Hati Selena merasa tidak tenang setelah puas tertawa hingga perutnya terasa sakit. Usai menata semua belanja ke dalam lemari es, memastikan semuanya selesai, Selena meminta izin untuk masuk ke dalam kamar untuk tidur.
"Aku akan masuk ke kamar untuk istirahat. Selamat malam Daniel."
Selena masuk ke dalam kamarnya, ia merebahkan dirinya di tepi tempat tidurnya. Lalu, mulailah ia memikirkan tentang Daniel.
*
Aku merebahkan diriku ke tempat tidur. Kutatap langit-langit berwarna putih dan lampu yang terpasang indah di atas kepalaku. Perasaan tidak tenang terasa di dalam hatiku. Untuk sekian lama, aku merasakan baru kali ini aku tertawa hingga wajahku memerah dan perutku terasa sakit karena aku tertawa hingga terbahak-bahak.
Dan, tak kusangka, aku tertawa justru karena tingkah Daniel yang aneh dan lucu. Aku berpikiran dia tidak banyak mengetahui banyak hal tentang hidup ini. Bahkan hal-hal sederhana yang kita lakukan untuk hidup sehari-hari pun, dia tidak mengetahuinya. Karena itu, aku menjulukinya Pria dari Planet Mars. Mengapa aku bisa menjulukinya seperti itu? Karena aku pernah membaca sebuah ensiklopedia yang membahas kemungkinan adanya tanda-tanda kehidupan di Planet Merah itu.
Mars yang dijuluki Planet Merah itu pernah dikatakan para ilmuwan sebagai planet terbaik yang bisa dihuni manusia setelah Bumi. Mars memiliki struktur yang hampir mirip Bumi, hanya saja cuaca di sana sangat ekstrem dan sering terjadi badai pasir di sana. Mars juga memiliki pemandangan yang indah seperti ngarai yang besar, mungkin seperti Grand Canyon di Colorado dan gunung berapi yang sangat besar. Bahkan jurnal penelitian terakhir dari NASA akan ada ujicoba untuk membuat manusia tinggal di Planet Merah itu. Membangun peradaban baru di sana.
__ADS_1
Melihat gerak-gerik Daniel yang aneh dan lucu, hingga banyak yang tidak ia ketahui di Bumi ini, mungkin ia berasal dari Mars. Manusia yang membangun peradaban di sana, hingga tidak tahu dengan perabadan Bumi yang berkembang dengan pesatnya.
Hmm, mungkin dia bukanlah Alien. Karena perawakannya memang tidak seperti Alien yang menyeramkan, mungkin saja manusia itu berjebak di Mars untuk sekian lama. Hingga perangainya tidak lagi seperti manusia yang hidup di Bumi. Ya, aku yakin Daniel berasal dari Planet Mars. Akan tetapi, dia selalu berkata bahwa ia dulu bekerja di kebun bunga. Kebun bunga seperti apa yang memperkerjakan orang setampan Daniel. Dengan wajah dan postur badannya yang tinggi, dengan mudah ia menjadi public figure di negeri ini. Apa kebun bunga itu berada di Mars, hingga semua kehidupan orang di Bumi, tidak ia ketahui. Bukankah aneh dan lucu.
Dan, kenapa pula aku bisa tertawa hanya karena perangainya yang lucu. Apa ada yang salah diriku? Sadar Selena, sadar! Bagaimana pun baru beberapa hari juga kau mengenal Pria dari Mars itu.
Lagipula ketika dia berkata dengan polosnya bahwa ia rela terlihat lucu aneh supaya aku bisa tersenyum, membuat hatiku terasa semakin aneh. Aku menyadari berapa lama tawa menghilang dari wajahku. Bagaimana aku bisa tertawa apabila hari-hariku hanya berselimut mendung duka, kepedihan, dan perlakuan kasar dari ayahku. Terkadang aku terpikir, aku mungkin sudah lupa caranya tertawa. Tapi hari ini, tiba-tiba tawa itu kembali terlihat di wajahku. Aku tertawa hanya karena perangai Pria dari Mars yang aneh sekaligus lucu itu.
*
Selena kembali tersenyum geli, membayangkan Daniel jika benar berasal Mars, ia pasti akan menggunakan Extravehicular Activities Suit (baju astronot - Red.) dan helm astronotnya yang akan menambah sempurna penampilannya.
Senyuman bercampur perasaan geli terpancar di wajahnya. Bagi Selena, astronot adalah profesi yang keren dan tidak semua orang bisa menjadi astronot. Wajah tampan Daniel dilengkapi dengan baju astronot, pasti akan membuatnya semakin keren.
__ADS_1
Selena memukul sedikit kepalanya supaya ia tersadar dari lamunannya ya konyol. Bagaimana pun, ia berterima kasih untuk pertolongan Daniel baginya. Ya, Selena menganggap Daniel sebagai seorang malaikat baginya. Malaikat yang menjaga dan melindungi Selena dari pahitnya hidup ini.
"Terima kasih Daniel untuk kebaikan dan pertolonganmu. Hanya kata terima kasih yang bisa kukatakan kepadamu saat ini. Terima kasih, Daniel."
Puas memikirkan tentang Daniel, Selena memejamkan matanya perlahan dan berniat untuk tidur. Supaya besok pagi, ia dapat ban guns lebih pagi dan membuat sarapan untuk Daniel.
Di sisi lain, Daniel juga telah masuk ke dalam kamarnya. Sama seperti Selena, ia merebahkan dirinya di tempat tidurnya dan membuka handphonenya untuk mengirimkan laporan kepada Tuannya. Dengan segera Daniel memencet aplikasi bergambar sayap malaikat itu, dan ia mulai menulis laporannya.
"Tuan, bagaimana kabar Anda dan Edenweis? Baru tiga hari di sini, aku sudah merindukan Edenweis. Aku rindu dengan bunga yang bersolek begitu indahnya dalam semua warnanya. Aku rindu pada semerbak pretikor saat hujan turun membasahi tanah di perkebunan. Hari ini, Selena tinggal di apartmen yang Tuan sediakan. Terima kasih telah memberikan tempat tinggal yang sangat nyaman untuk Selena. Dan, barusan untuk pertama kalinya gadis itu tertawa. Jika ia tertawa, wajahnya memang secerah rembulan. Aku harap hari-hari ke depannya, semakin banyak senyuman dan tawa di wajahnya. Bahkan jika bisa aku meminta, aku ingin hari-harinya yang gelap ini sungguh-sungguh berlalu. Aku ikut terluka melihat dia menangis dan menanggung sakit karena sikap ayahnya. Berikan Selena kebahagiaan Tuan, biarkan rembulan itu selalu bersinar cerah di langit malam. Jikalau bisa, jangan biarkan awan gelap menyembunyikan cerahnya wajah rembulan itu. Biarkan dia bersinar sesuai dengan namanya, Rembulan Cerah, Selena."
Daniel menyelesaikan laporannya hari itu. Dia menarik nafas dan berpikir bagaimana caranya dia bisa memberi sedikit kebahagiaan bagi Selena. Mungkin dengan membuatnya lebih banyak tertawa adalah salah satu cara memberi gadis itu sedikit kebahagiaan.
"Ya Selena, aku mau terlihat aneh dan lucu, asalkan semakin banyak senyuman dan tawa terlukis di wajahmu. Tertawalah, bahagialah, Selena." Gumam Daniel dalam hatinya. Dia tulus meminta kebahagiaan untuk gadis yang harus ia jaga dalam misinya selama di Bumi.
__ADS_1
Seseorang yang mengharap kebahagiaan bagi orang lain adalah seorang malaikat, sekalipun mereka hadir tanpa sayap dan tidak hadir dalam cahaya yang terang benderang, tapi mereka adalah malaikat bagi manusia. Dan itulah keindahan yang menjadi sebuah sauh yang membuat keberadaan kita di dunia ini berharga. Tertawalah, berbahagialah, karena hidup ini akan semakin indah apabila kita menjalaninya dalam penuh syukur dan kebahagiaan. Dengan tertawa dan berbahagia, hidup ini akan jauh lebih indah.