
Hari yang dinantikan telah tiba. Hari ini adalah hari Senin pertama di awal bulan, artinya hari ini adalah hari pertama Selena bekerja di Buana Corp. Selena telah bangun pagi-pagi, mempersiapkan dirinya, memasukkan buku catatan, laptop kecil, dan perlengkapannya ke dalam hand bag nya. Tidak lupa, ia bergegas mandi dan mengenakan sebuah bahan berwarna hitam dan kemeja putih, tidak lupa ia mempersiapkan blazer hitam nya yang akan ia kenakan sewaktu-waktu saat dibutuhkan. Hari pertama bekerja, membuat perasaan Selena bercampur aduk. Senang, cemas, dan gugup melebur menjadi satu.
Usai mempersiapkan dirinya dengan sebaik mungkin, Selena keluar dari kamar tidurnya dan telah menentang tas nya. Ia menuju ke dapur untuk membuat sedikit sarapan sebelum berangkat bekerja.
Ketika Selena berjalan menuju dapur, seseorang telah berdiri di sana, menyambut Selena dengan senyuman manisnya.
"Pagi Selena...."
Sapanya dengan senyuman yang teramat manis. Membuat pagi Selena menjadi lebih semangat dengan senyuman manisnya.
"Hai, pagi Daniel.... Kamu tumben sudah bangun." Balas Selena dengan memberikan senyuman kepada Daniel yang berdiri di dapur itu.
"Iya. Ada yang perlu kukerjakan. Duduklah Selena, aku sudah membuatkan sarapan untukmu."
"Haa... Membuatkanku sarapan? Tidak salah?"
"Tidak, aku sungguh memasaknya dengan tanganku sendiri. Dan, seperti biasa menu ini aku buat setelah melihat resep dan video tutorialnya di internet."
"Hmm, jadi aku kelinci percobaanmu ya... Jadi yang pertama nyicipin masakanmu?" Ucap Selena dengan nada bercanda.
"Ya begitulah Selena. Ayo, duduklah."
Daniel menyuruh gadis yang sudah rapi dan siap berangkat bekerja itu untuk duduk. Lalu, mulailah ia menyajikan scrambble egg, sosis, dan pancake ke hadapan Selena.
Selena yang melihat menu sarapan pagi itu begitu kagum dengan semangat Daniel untuk belajar memasak.
"Kamu yang membuat semua ini Daniel?"
"Iya dong, emangnya siapa lagi."
"Kamu bangun dari jam berapa bisa membuat semuanya ini?"
"Hmm, mungkin dari jam setengah 6." Jawab Daniel dengan mengangkat sedikit alis matanya.
"Wah, kamu hebat Dan."
Selena mengacungkan kedua jempol tangannya kepada Daniel dengan tersenyum manis. Tidak lupa ia memotret hasil masakan Daniel pagi itu yang akan ia simpan sebagai kenang-kenangan.
__ADS_1
"Ayo, makanlah Sel. Cobalah enak atau enggak. Dan, ini minumanmu. Aku membuat cokelat susu hangat untukmu. Minumlah."
"Cokelat hangat? Tumben. Biasanya kamu kan yang selalu minum cokelat hangat di pagi hari."
"Iya, memang. Tapi, karena ini hari pertamamu bekerja, sedikit cokelat akan memberimu ketenangan."
Selena tersenyum mendengar ucapan Daniel, setelah itu ia mulai menyantap sarapan yang sudah dibuatkan Daniel untuknya. Pertama-tama, Selena memakan pancake, lalu scrambble egg dan sosisnya.
"Hmm, ini enak Daniel. Yummy."
Wajah Selena menunjukkan kenikmatan dari memakan hidangan yang enak.
"Hehehe, kalau enak habiskan. Atau mau tambah lagi? Masih ada beberapa pancake, mau nambah?"
"Hmm, enggak. Ini sudah sangat kenyang. Ditambah secangkir cokelat susu hangat ini akan membuat perutku penuh kekenyangan."
"Hmm, baiklah Selena."
Daniel hanya memandangi Selena yang duduk di hadapannya dan menyantap sarapannya.
"Makasih Daniel. Ini sangat enak. Hmm, dan sekarang aku akan berangkat berangkat. Ini hari pertamaku bekerja, jadi aku tidak boleh terlambat. Terlambat di hari pertama bekerja akan memberikan penilaian dan kesan yang buruk untuk karyawan baru, karena itu membuat kita menjadi orang yang tidak tepat waktu dan tidak bertanggung jawab. Jadi aku ingin berangkat segera."
"Kau benar Selena. Tetapi, karena ini hari pertamamu bekerja, aku juga tidak ingin kamu terlambat. Jadi, aku akan mengantarmu bekerja hari ini. Ayo..."
"Tapi...." Sahut Selena.
"Enggak ada tapi tapi. Ayo..."
Daniel dan Selena meninggalkan apartemennya menuju parkiran basement tempat mobil Daniel berada. Daniel segera menancap gasnya dan mengemudikan mobilnya menuju Buana Corp. Hari masih pagi, dan untuk tidak ada kemacetan. Sehingga hanya 15 menit, Selena telah sampai di depan kantor barunya.
"Terima kasih Daniel sudah mengantarku."
Ucap Selena sembari melepaskan seat beltnya.
"Sama-sama Selena, sukses di hari pertamamu. Ini terimalah."
Daniel menyerahkan sebuah paper bag berwarna pink kepada Selena.
__ADS_1
"Hmm, apa ini?" Tanya Selena dengan wajah penuh tanya.
"Menu makan siangmu nanti." Balas Daniel dengan mengembangkan senyuman di wajahnya.
"Ah, kau baik sekali Daniel. Terima kasih. Aku turun ya."
Selena bergegas turun dari mobil Daniel dan melambaikan tangannya kepada Daniel.
"Oke, sukses bekerjanya Selena. Semangat!!!" Balas Daniel dari dalam mobilnya.
***
Selena telah memasuki kantornya, seseorang bagian dari HRD telah mengantarkan Selena ke kubik kerjanya di Divisi Finansial. Karena Selena melamar untuk bagian akuntan, maka ia ditempatkan di Divisi Finansial.
Di perusahaan-perusahaan, Divisi Finansial merupakan bagian yang sangat penting. Sebab divisi ini memiliki tanggung jawab untuk memantau arus kas masuk dan keluar dari perusahaan, menyimpan dan menganalisis transaksi keuangan dan memberikan informasi keuangan kepada manajer dan divisi lainnya.
Dan, di Buana Corp. ini Divisi Finansial berada di bawah Direktur Umum. Jadi semua laporan finansial Perusahaan akan dicek secara detail dan menyeluruh oleh Direktur Umum.
Selena menghela nafasnya dengan mendudukkan dirinya di kubikalnya. Ia menaruh hand bag nya dan paper bag yang diberikan Daniel kepadanya. Ia mengamati sekelilingnya, ruangan masih sepi, hanya satu dua karyawan yang ada. Oleh karena itu, ia hanya duduk dan memperhatikan sekelilingnya.
Tidak berlangsung lama, tanda jam mulai pekerjaan telah tiba. Banyak karyawan yang sudah datang. Salah seorang manajer keuangan, Pria berusia 35an tahun menyambut Selena.
"Pagi Selena, Saya Rendy Gunawan. Manajer keuangan di Divisi Finansial ini."
Sapa pria itu dengan mengulurkan tangannya, menjabat tangan Selena.
"Pagi juga Pak Rendy. Saya Selena."
Balas Selena sembari menjabat tangan manajer keuangan itu.
"Silakan menuju ke ruangan meeting divisi karena akan ada orientasi dari Direktur. Silakan ikuti saya."
Selena mengambil buku catatan dari dalam tasnya dan mengikuti Pak Rendy menuju ruangan meeting divisi yang letaknya tidak jauh dari kubikal Selena.
Di dalam ruangan itu telah duduk sekitaran 5 orang karyawan baru, dan seseorang mengenakan jas hitam yang tengah siap dengan laptopnya. Pria beraura dingin dan berwajah tegas itu melayangkan sedikit pandangannya ketika Selena mengetuk pintu dan mengucapkan kata "Permisi" kepada orang-orang yang sudah hadir di situ.
Selena lalu duduk berbaur dengan para karyawan baru lainnya, dan tidak lama pria yang bersiap dengan laptopnya itu berdiri lalu memberikan orientasi kepada semua karyawan baru. Semua mendengarkan dan nampak mencatat setiap poin penting yang diucapkan oleh Sang Direktur. Sementara Selena, hanya menundukkan dan sibuk mencatat apa saja orientasi yang diberikan itu. Selena lama mencatat nama pemberi orientasi itu di catatannya Dexter Anthonius. Ya, dialah orang yang memberikan pengarahan kepada karyawan baru di Divisi Finansial. Pria yang pernah bertabrakan dengan Selena ketika keluar dari lift, Pria beraura dingin dengan wajahnya yang datar. Dexter Anthonius.
__ADS_1