Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Pertemuan Daniel dan Dexter


__ADS_3

"Dan, Pak Dexter ingin berteman denganmu?" Ucap Selena memulai pembicaraan dengan Daniel. Sembari meminum cokelat panas di cafe yang letaknya tidak jauh dari apartemen Daniel.


"Pak Dexter? Bukankah dia atasanmu yang kita sempat bertemu di pesta pernikahan CEO Buana Corp.?" Tanya Daniel kepada Selena, dan ia kembali mengingat bahwa ia pernah bertemu Dexter di pesta pernikahan itu.


"Iya, Pak Dexter atasanku. Tadi dia bilang, ingin berteman denganmu. Saat aku bertanya, mengapa ia ingin berteman denganmu, dia berkata bahwa dia tidak memiliki banyak teman di sini. Dan, dia pun ingin berteman denganku. Bukankah itu aneh?"


"Mengapa kamu berpikir itu aneh, Selena?"


"Karena selama ini aku sesungguhnya pribadi yang introvert (pribadi yang cenderung diam, menarik diri, dan suka menyendiri.) dan lagipula aku adalah sekretarisnya, aku tidak ingin terlibat dalam hubungan pribadi antara atasan dan sekretarisnya."


Daniel memperhatikan Selena, dia pun tahu bahwa Selena adalah pribadi yang tertutup, tidak mudah dekat dengan orang lain, dan dia tahu bahwa Selena juga tak ingin terlibat dalam skandal atasan dan sekretaris yang sering terjadi selama ini.


"Kalau menurutku, sebatas berteman tidak masalah Selena. Bukankah dalam hidup ini kita membutuhkan teman?" Jawab Daniel dengan penuh pertimbangan.


"Ya, aku tahu. Hanya saja aku tetap memiliki hubungan professional antara atasan dan bawahan, sehingga tidak akan mengganggu pekerjaan nantinya. Kalau kamu, apa kamu mau berteman dengan Pak Dexter?"


Daniel sedikit mengangguk, dan ia pun setuju untuk berteman dengan Dexter. "Ya, aku mau berteman dengannya. Aku rasa berteman dengannya tidaklah buruk. Lagipula, selama ini aku hanya mengenalmu. Akan baik bila aku memiliki teman yang lain."


"Oke, kalau begitu aku akan sampaikan kepada Pak Dexter besok kalau kau kamu berteman dengannya."


"Oke, aku tak masalah."


***


Keesokan harinya, Selena berangkat ke kantor lebih lagi. Dia harus menyelesaikan pekerjaan yang semalam belum dia selesaikan. Terlebih laporan dari divisi finansial yang harus dia selesaikan segera.


Selena telah rapi menggunakan celana bahan berwarna hitam dan kemeja berwarna biru laut. Rambutnya sebahu dibiarkan terurai begitu saja. Selena memasuki kantor di saat kantor itu masih sepi, belum banyak staf yang masuk karena ini masih sangat pagi.


Sesampainya di ruangannya, Selena segera menyalakan komputernya. Dia membuka kembali tabel yang semalam ia kerjakan. Dia akan selesaikan segera, berangkat lebih pagi adalah pilihan yang tepat di saat otak masih segar, belum banyak distraksi, dan ruangan masih sepi jadi adalah saat yang mendukung untuk menyelesaikan pekerjaan.


Dan, benar saja menjelang jam bekerja dimulai, pekerjaan Selena sudah selesai. File yang semula masih berada dalam komputer, kini semua sudah diprint dan lembaran file kertas itu sudah rapi dalam satu map dan siap diberikan kepada atasannya nanti.


Selena masih berkutat dengan komputer di depannya, dia mengecek semua email yang masuk dan dia mengarsipkan semua email, hingga sebuah sapaan memecah perhatiannya.


"Pagi Selena...." Suara bariton yang menyiratkan aura dingin itu menyapanya.


"Oh, iya. Selamat pagi Pak Dexter."


"Kamu berangkat pagi sekali Selena?"


"Iya, Pak. Bukankah semalam saya sudah sampaikan akan berangkat lebih pagi untuk mengerjakan laporan finansial Pak. Dan, saya datang lebih pagi untuk menyelesaikannya."


"Oh... Ya, bagus. Kamu berarti bertanggung jawab Selena."

__ADS_1


"Terima kasih Pak." Sahut Selena singkat


"Jadi apakah yang kamu kerjakan sudah selesai?"


"Sudah Pak."


"Baik, nanti serahkan kepada saya di ruangan saya."


"Baik Pak."


Dexter berlalu meninggalkan ruangan Selena, dan memasuki ruangannya. Sementara Selena mengecek kembali file laporannya dan dia mengetuk pintu atasannya.


"Pak Dexter, ini laporan yang sudah selesai. Silakan dicek Pak."


"Oke, baik. Saya akan cek terlebih dahulu."


"Hem, Pak Dexter... Ini di luar pekerjaan, semalam saya sudah sampaikan ke Daniel kalau Bapak mau berteman dengannya. Dan, Daniel setuju Pak. Dia mau berteman dengan Bapak."


"Oke, kabar yang bagus. Katakan pada Daniel nanti sore sepulang kerja kita bisa makan bersama. Dan, kau juga harus ikut Selena. Karena aku juga ingin berteman denganmu."


"Hem, baik Pak. Kalau begitu, saya keluar Pak. Saya masih harus mengarsipkan email yang masuk."


"Ya, terima kasih Selena."


[Daniel, nanti sore sepulang kerja Pak Dexter ingin mengajak kita makan pertama. Aku sudah sampaikan kepadanya kalau kamu mau berteman dengannya.]


Tidak perlu menunggu lama, Daniel segera membalas pesan dari Selena.


[Oke, baiklah Selena. Nanti sore aku akan menjemputmu.]


Di sore hari, di sebuah Cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat kerja Selena, mereka bertiga duduk bersama. Memulai pertemanan baru memang lebih baik dilakukan sembari menyantap makanan dan minuman untuk lebih mengakrabkan.


"Silakan kalian mau pesan apa?" Dexter membuka pembicaraan sambil menyodorkan buku menu kepada Selena dan Daniel yang duduk di hadapannya.


"Saya Karamel Macchiato dingin saja Pak." Sahut Selena.


"Saya cokelat frappe saja." Sahut Daniel.


"Kalian tidak memesan makanan sekalian?" Tanya Dexter kepada Daniel dan Selena.


"Kamu mau makan kue cokelat, Dan? Kita bisa memesan satu untuk berdua?" Selena menawarkan kue kepada Daniel.


"Oke boleh. Pilihlah satu, apapun yang kamu mau." Jawab Daniel dengan mengurai senyuman menatap gadis yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Kue Chocolate mille crepes saja satu, Pak Dexter." Ucap Selena.


"Oke baiklah."


Sambil menunggu pesanan mereka datang, ketiganya pun berbincang-bincang mencairkan suasana.


"Terima kasih Pak Dexter karena mau berteman dengan saya?" Ucap Daniel membuka obrolan dengan Dexter.


"Sama-sama Daniel."


"Jika boleh tahu, mengapa Pak Dexter ingin berteman dengan saya?"


"Aku merasa kamu orang yang baik, Dan. Lagipula, di sini aku tidak banyak memiliki teman."


"O.... baiklah Pak, kita bisa berteman."


"Sebelumnya kamu tinggal di mana, Dan? Pekerjaanmu apa?" Tanya Dexter yang sebenarnya ingin menyelidiki lebih detail tentang Daniel.


"Daniel dari luar negeri, Pak." Sahut Selena.


"Oh, ya? Di mana?" Kening Dexter berkerut mendengar jawaban Selena.


"Saya bukan dari sini Pak, ya saya dari luar negeri. Saya dulu bekerja di kebun bunga milik Tuan saya."


"Oh... ya ya ya... Sekarang apa pekerjaanmu?"


"Saya bekerja dari rumah Pak."


Ketika Daniel selesai menjawab pertanyaan Dexter, pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. Karamel Macchiato dingin, Cokelat Frappe, Chocolate Mille Crepes, dan Es Cokelat untuk Dexter.


"Silakan, ayo dimakan. Kalau kurang boleh nambah lagi." Ucap Dexter kepada Daniel dan Selena.


"Terima kasih Pak Dexter." Selana dan Daniel mengucapkan terima kasih bersamaan sehingga nampak seperti sebuah paduan suara.


"Hem, sama-sama. Selena, jadi gimana kamu mau enggak berteman dengan saya?" Tanya Dexter sembari meminum es cokelatnya.


"Bukankah kemarin saya sudah bilang, bahwa lebih baik kita bersikap professional saja Pak. Saya tidak ingin terlibat dalam gossip dengan Bapak."


"Huh, kau ini lucu Selena. Omongan orang tidak perlu kau pikirkan." Dexter tersenyum hambar kepada Selena.


"Tapi saya merasa tidak enak, Pak."


"Kita bisa berteman seperti kau berteman dengan Daniel. Ya kan Daniel?"

__ADS_1


Daniel menatap wajah Dexter di hadapannya, ia hanya tersenyum di sudut bibirnya.


__ADS_2