
Puas berjalan-jalan dan berbelanja tanaman, media tanam, dan pupuk organik. Daniel dan Selena kembali ke apartmen.
Daniel kembali dengan perasaan senang, walau pun tidak berasa di Edenweis, dia bisa menanam dan merawat bunga di apartemennya. Sementara Selena, merasakan perasaan bahagia dengan menggenggam beberapa bunga Mawar berwarna merah muda di tangannya.
Sesampainya di apartmen, Daniel mulai mempercantik balkonnya sesegera mungkin. Sementara Selena, ingin menaruh bunga Mawarnya ke dalam vas bunga, supaya Mawarnya bisa segar lebih lama.
"Daniel, apakah kamu memiliki vas bunga? Jika ada boleh aku memakainya?"
Terdengar panggilan Selena, Daniel meletakkan berbagai yang tengah ia pegang. Ia pun mulai mencari vas bunga, di salah satu lemari di depan dapur, ia menemukan beberapa vas bunga dari kaca dan memberikannya kepada Selena.
"Ini. Kamu bisa memilih mana yang kamu sukai. Bisa caranya memasukkan bunga Mawar itu ke vas bunga?"
Tanya Daniel kepada Selena, jika gadis itu berkata tidak bisa maka dengan senang hati Daniel akan mengajarinya.
"Hmm, sepertinya aku bisa. Tinggal memasukkan air saja kan?"
Selena hanya mengetahui biasanya orang hanya akan memasukkan bunga ke dalam vas yang sudah diisi air.
"Sebenarnya tidak sesederhana itu sih."
Jawab Daniel dengan penuh kesungguhan.
"Lalu, bagaimana caranya?" Tanya Selena yang nampak bingung dengan cara menyimpan bunga yang benar ke dalam vas supaya bunganya bisa segar lebih lama.
"Pertama pastikan ukuran vasnya terlebih dahulu. Lebih baik menggunakan vas berukuran besar karena vas yang besar mudah dibersihkan. Jangan biarkan vas menjadi kotor, karena vas bunga yang kotor mempercepat proses pembusukan pada bunga karena pertumbuhan mikroorganisme. Kedua, bunga yang sudah ditaruh di vas jangan terkena sinar matahari secara langsung, karena ada beberapa jenis bunga yang sensitif dengan sinar matahari. Ketiga, simpan bunga pada suhu normal. Terus yang terpenting potong rantingnya rutin setiap hari 1cm. Ranting bunga yang terkena air dalam vas akan menyerah air itu, hingga bunganya tetap segar."
Penjelasan Daniel yang sangat detail adalah ilmu baru tentang menyimpan bunga dalam vas yang Selena ketahui. Ternyata sungguh menarik mengetahui hal-hal baru dalam hidupnya.
Selena menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Daniel yang sangat dan amat detail itu.
"Airnya juga harus diganti setiap hari kan supaya tetap bersih dan tidak muncul mikroorganisme di dalam sini?"
Tanya Selena dengan menunjuk bagian bawah vas.
"Ya, bener banget Selena. Tapi, kalau bisa menggunakan air hangat ya, itu jauh lebih baik supaya tanaman lebih segar."
Daniel tersenyum karena Selena pun tahu bunga yang segar beberapa hari di vas juga karena airnya yang selalu diganti, sehingga vasnya tidak kotor dan tidak menjadi tempat mikroorganisme yang hidup dan membuat bunganya cepat layu.
__ADS_1
Dengan perlahan, Selena menata Mawar Pink nya ke dalam vas itu. Memastikan ia meletakkannya dengan benar, setelah itu ia menempatkan vas bunga di depan meja riasnya yang berada di dalam kamar.
Sementara Daniel setelah menjelaskan cara menyimpan bunga dalam vas kepada Selena, dia pergi ke balkon dan siap mempercantik balkonnya dengan bunga-bunga dan tanaman.
Pertama-tama, Daniel memasang Planter Box di sisi-sisi balkonnya. Planter Box itu dipasang dengan tujuan sebagai sekat pembatas. Selain itu, pot-pot tanaman dari berbagai bahan akan Daniel tempatkan dalam Planter Box supaya kelihatan rapi.
Puas menata Planter Boxnya, Daniel mulai mengelompokkan berbagai pot tanaman yang tadi ia beli. Semua pot dari porselen berwarna putih bersih, ia letakkan dalam satu planter box. Lalu, pot-pot yang terbuat dari tanah liat juga ia tempatkan dalam satu planter box.
Setelah itu, Daniel mulai menggunakan sarung tangannya untuk mulai menanam satu per satu benih bunga yang dibelinya. Ia memasukkan tanah dengan sekop ke dalam masing-masing pot, menabur benih-benih di sana, dan menimbun kembali dengan tanah di atasnya, lalu menyiramnya dengan air.
Selesai dengan semuanya itu, Daniel mulai memasang rumput sintetis yang tadi ia beli di lantai balkonnya. Membuat balkonnya menjadi hidup dan membuatnya seolah-olah berada di kebun.
Selena memerhatikan Daniel dengan semua kesibukannya di balkon dengan senyum di wajahnya. Pria itu bekerja dalam diam, melakukan semuanya sendiri dengan penuh kehati-hatian.
"Boleh aku membantumu, Dan?"
Selena menuju Daniel yang serius dengan kesibukannya.
"Eh, kamu Selena."
"Ada yang bisa aku bantuin?"
Dengan segera Selena menyarungi kedua tangannya dengan sarung tangan plastik berwarna hijau yang tadi juga dibeli Daniel di pasar bunga.
"Nih, aku sudah memakainya."
Selena menunjukkan kedua tangannya yang sudah memakai sarung tangan kepada Daniel.
"Oke, good. Kamu bisa membantuku menanam bunga Cantik Manis ini?"
"Bisa sih, asal diajarin biar gak salah." Sahut Selena.
"Gampang kok, masukkan pasirnya ke dalam pot, taruh bunga-bunga Cantik Manis ini. Lalu tambahkan pasir lagi ke atasnya setelah itu disiram."
"Hmm, oke. Aku coba dulu ya."
Mendengar instruksi dari Daniel, Selena langsung mempraktikkannya. Tidak butuh waktu lama, dia bisa menyelesaikannya.
__ADS_1
"Daniel..."
"Hmm, apa?"
"Bunga Cantik Manis ini gak berakar ya?"
"Berakar kok. Tapi kita harus menunggunya. Siram dengan air dulu, setelah beberapa hari akar serabutnya akan mulai tumbuh."
Jelas Daniel kepada Selena yang sedang berjongkok menanam bunga Cantik Manis berwarna putih, magenta, peach, dan merah. Satu warna ditanam di dalam satu pot kayu berbentuk persegi.
"Oh, aku kira gak punya akar."
"Punya, tapi memang harus ditunggu dulu. Kamu tahu namanya lain dari bunga Cantik Manis gak Sel? "
Tanya Daniel kepada Selena yang masih berkutat menanam bunga-bunga itu.
"Hmm, apa emangnya?"
"Cantik Manis disebut juga Bunga Jam 9." Balas Daniel.
"Kok bisa sih?"
"Iya, karena bunga-bunga Cantik Manis ini selalu bermekaran pada jam 9 pagi. Karena itu, Cantik Manis disebut juga Bunga Jam 9."
"Lucu ya, bunga aja punya nama lain dan punya jam khusus untuk mekar ya?"
"Hehehe, Iya. Semakin banyak mengenal bunga, kamu akan semakin tahu bahwa setiap bunga itu unik. Mereka mekar pada saat dan masanya sendiri. Indah kan?"
"Hemmm, iya. Karena kamu, aku jadi tahu tentang bunga. Banyak belajar baru tentang bunga dan tanaman. Padahal sebelumnya aku cuma tahu 1 bunga dalam hidupku."
"Apa itu?"
Daniel berbalik dari posisi jongkoknya dan menghadap ke Selena yang berada di belakangnya dengan wajahnya yang serius.
"Bunga pinjaman bank. Hahahaha...."
"Ah, ada-ada aja kamu sih. Aku pikir bunga apaan. Ternyata bunga pinjaman bank. Kamu lucu juga loh."
__ADS_1
Daniel dan Selena tertawa bersama sembari terus melanjutkan aktivitas mereka sore itu untuk mempercantik balkon apartemen Daniel. Cukup lama, kedunya menanam, menata, dan membersihkan balkon mereka. Melihat balkon yang terisi dengan Planter Box yang di dalamnya terdapat pot-pot bunga membuat keduanya tersenyum puas dan bahagia. Balkon yang semula kosong, kini menjadi hidup dan segera dengan berbagai bunga dan tanaman yang berada di sana.