Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Perpindahan Posisi


__ADS_3

Hari yang bertutup mendung bagi Selena setelah kesedihan yang ia alami seusai mengunjungi Ayahnya telah berganti menjadi hari yang cerah.


Selena tidak mau larut-larut dalam kesedihan. Dia harus melanjutkan hidupnya. Dan menjadikan harapannya supaya Ayahnya bisa sadar sebagai pelita di hatinya. Dia berpengharapan akan datang suatu hari, di mana Ayahnya benar-benar meninggalkan kebiasaannya menenggak minuman keras. Hari ini, Selena menyambut hari baru dengan kembali bekerja.


Di pagi hari Selena telah siap untuk berangkat bekerja, tentunya dengan Daniel yang selalu siap mengantarkannya dan memberikan kotak bekal untuk makan siangnya. Kebaikan dari Daniel menjadi kekuatan bagi Selena untuk terus bangkit. Minimal ia tidak membuktikan kepada dirinya sendiri, bahwa ia bukanlah gadis yang lemah dan menyedihkan. Ia adalah gadis yang mampu bangkit, meraih mimpinya, dan tidak menjadi beban bagi orang lain.


"Thanks Dan, sudah nganter aku hari ini."


Ucap Selena kepada Daniel yang sudah mengantarkannya ke kantor hari ini.


"Sama-sama. Semangat ya kerjanya. Kalau ada apa-apa kabarin aku ya. Jangan kemana-mana sendiri, kan kamu udah punya supir pribadi."


"Haaa, supir pribadi siapa?"


"Ya aku lah. Emang siapa lagi."


Keduanya tertawa di dalam mobil, sebelum Selena keluar dan berjalan memasuki kantornya.


"Bye Daniel....👋🏻" Selena melambaikan tangannya kepada Daniel dan memasuki kantornya.


Sesampainya di kubikalnya, Selena mendapat panggilan dari HRD Personalia, dia diminta untuk menghadap kepala HRD. Selena sebenarnya sedikit takut, perasaannya tidak enak. Apa yang telah dia lakukan sehingga diminta menemui Kepala HRD, perasaan dia tidak macam-macam dan melakukan tugasnya sebaik mungkin.


Dengan kecemasan di hatinya, Selena segera menghadap Kepala HRD, ia ingin segera tahu mengapa dia diminta untuk menghadap HRD padahal dia merasa sama sekali tidak melakukan kesalahan.


Tookkkk..... Tookkkkk.... Tookkkkk....


Bunyi ketukan pintu.


"Permisi." Sapa Selena sembari membuka daun pintu.


"Ya silakan masuk." Sahut kepala HRD.


"Maaf Bu, saya Selena. Saya mendengar dari Manager saya barusan saya diminta menghadap Ibu."


"Oh, iya. Jadi begini, karena proyek yang akan dikerjakan Buana Corp. semakin banyak, sementara bagian Direksi membutuhkan sekretaris. Jadi perusahaan akan mengalihkan kamu menjadi Sekretaris Direktur Umum, menjadi Sekretaris Pak Dexter."

__ADS_1


"Hmm, tapi saya tidak punya pengalaman sebagai Sekretaris Bu? Pengalaman saya lebih banyak di bagian finansial lagipula saya lulusan Akuntasi, Bu."


"Iya, saya tahu dari CV (Curriculum Vitae) kamu. Akan tetapi, bila merekrut pegawai baru membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, atasan mengatakan untuk merekrut salah satu dari pegawai baru yang baru saja diterima saja. Kamu tidak perlu khawatir, tugasnya tidak susah. Cukup atur agenda Direktur, catat hasil rapat dalam bentuk notulen, dan tugas lainnya."


"Iya Bu, tapi saya tetap masih ingin mengerjakan bagian finansial. Saya menyukai bidang itu Bu. Bagaimana ya Bu?" Selena hanya coba mengatakan bagaimana perasaannya, dia menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan finansial.


"Coba nanti kamu sampaikan itu kepada atasanmu langsung. Sapa tau nanti bisa tetap mengerjakan bagian itu walaupun tidak banyak tugasnya. Sekarang ambil tasmu, dan saya akan antarkan ke ruangan Direktur Umum."


"Ya Bu." Selena menganggukkan kepalanya dan mengikuti Kepala HRD nya.


Selena cukup tenang karena dia tidak melakukan kesalahan, tapi dia cukup tidak terima apabila dijadikan Sekretaris Direktur Umum, lebih-lebih Direktur itu adalah Dexter Anthonius. Dia tak bisa membayangkan bagaimana hari-harinya ke depan jika harus bekerja dengan Direktur dingin itu.


Selena mengambil hand bagnya dan paper bag yang berisi kotak bekalnya. Temannya Putri, menanyainya akan kemana, kenapa mengambil tas dan barang-barangnya.


"Selena, mau kemana? Kan tempatmu di sini." Putri terkaget ketika Selena mengambil tasnya.


"Iya, aku pindah bagian Put. Aku mulai hari ini dijadikan Sekretaris Direktur Umum." Jawab Selena dengan nada lemas.


"What??? Beneran?"


Selena kembali mengikuti Kepala HRD nya yang sudah menunggunya menuju ruangan Direktur Umum di lantai 5.


Begitu sampai di depan ruangan Direktur, Kepala HRD langsung mengetuk pintu.


Toookkk.... Tookkk..... Tookkkkk....


"Selamat Pagi Pak Dexter."


"Ah, iya. Masuk."


"Pak, ini Selena. Mulai hari ini, Selena akan menjadi Sekretaris Bapak. Tetapi, keliatannya ada yang masih menjadi beban buat Selena."


"Hemm, apa itu?" Dexter yang dingin hanya menjawab dengan singkat.


"Selena masih awam dengan tugas Sekretaris, karena pengalamannya sejauh ini selalu bekerja di bagian finansial, terlebih Selena memang lulusan Akuntasi, jadi perlu waktu juga Pak. Selain itu, kalau bisa Selena ini mau mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan finansial walaupun mungkin dengan sedikit job description."

__ADS_1


Kepala HRD itu adalah orang yang baik, dia tidak serta merta menjadikan Selena Sekretaris, tetapi ia juga menyampaikan apa yang menjadi pertimbangan Selena. Sebagai orang Personalia, dia tahu benar bagaimana menempatkan karyawan dengan kemampuan dan keahliannya.


"Kalau itu, bisa saya pertimbangkan." Sahut Dexter dengan singkat.


"Baik Pak. Terima kasih. Saya permisi Pak." Kepala HRD itu meninggalkan ruangan Direktur dan kembali ke ruangannya. Sementara Selena masih berdiri di depan meja kerja Dexter.


"Kamu Selena kan?" Sapa Dexter kepada Selena sebagai Sekretaris nya.


"Iya Pak. Saya Selena." Sahut Selena singkat.


"Kamu bisa duduk ke ruangan kamu di depan pintu masuk ruangan saya. Tidak masalah kan?"


"Iya. Tidak masalah Pak."


"Dan, ini tugas pertama kamu. Tolong cek semua email yang masuk, lalu printkan email yang penting, sesudah itu berikan kepada saya."


"Baik Pak. Saya ke ruangan saya. Terima kasih."


Di meja kerjanya yang baru, Selena menaruh hand bagnya dan paper bag nya. Setelah itu ia mulai menyalakan Komputer Pribadi (PC) di meja nya dan mulai mengecek satu per satu email yang masuk. Tidak hanya itu, Selena juga membuat arsip di email nya untuk mengarsipkan semua email yang masuk ke perusahaan sehingga dapat di-tracking dengan lebih baik. Selesai mengecek satu per satu email, dia kemudian mengcetak email-email yang penting Dan menyerahkannya kepada Dexter.


Seperti biasa tidak ada basa-basi antara dirinya dan atasan barunya itu. Hingga akhirnya jam makan siang tiba, Dexter hanya berkata kepada Selena ia akan pergi ke kantin perusahaan.


"Selena, ini sudah jam makan siang. Saya akan makan siang di kantin perusahaan."


Selena berdiri dari tempat duduknya dan menjawab perkataan Dexter.


"Baik, Pak." Dia menjawab singkat.


"Oh, iya. Bagaimana makan siangmu?"


"Saya sudah membawa kotak bekal Pak. Saya akan makan di sini saja, sambil mengerjakan yang lain."


"Oke, baiklah."


Dexter pergi begitu saja dari hadapan Selena, dia menuju kantin perusahaan untuk bersantap siang. Dia hanya memikirkan apakah Selena selalu membawa kotak bekal? Awal Selena bekerja di perusahaan ini pun, dia melihat gadis itu menyantap makanan di kotak bekalnya saat di kantin.

__ADS_1


__ADS_2