Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Makan Siang Pertama di Kantin Perusahaan


__ADS_3

Selena mendudukkan diri sejenak di kursinya setelah mengikuti pengarahan yang diberikan Direktur Umum kepada para staf baru.


Jam makan siang pun, tiba. Putri mengajak Selena pergi ke Kantin Perusahaan untuk bersantap siang di sana.


"Sel, yuk kita ke Kantin makan siang dulu."


Ajak Putri pada Selena untuk makan siang ke kantin.


"Hmm, tapi ini aku bawa bekal. Gimana dong?"


"Gak papa, makan bekalnya di sana aja. Lagian aku belum banyak kenal sama orang di sini. Baru kenalan sama kamu. Temenin ya..."


"Ya udah, yukkk...."


Selena dan Putri berjalan menuju kantin yang tidak terlalu ramai itu. Kantin itu memang menjual makanan dan minuman untuk para staf Buana Corp. Akan tetapi, tidak semua karyawan makan di kantin itu. Karena ada beberapa karyawan yang memilih makan di restoran atau cafe terdekat, ada juga yang memilih memesan makanan secara online.


Putri segera memesan makanan apa yang ia inginkan. Sedangkan, Selena mencari tempat duduk di luar ruangan sembari merasakan udara segar. Gadis itu duduk di bawah pohon beringin putih yang membuat suasana kantin terlihat teduh dan nyaman. Selena masih menunggu temannya, dia tidak menyadari bila ada sepasang mata yang tengah mengawasinya. Sepasang mata Dexter Anthonius yang juga bersantap siang di kantin itu, dan dia memilih duduk di depan yang jaraknya tidak jauh dari tempat Selena.


Makan di kantin perusahaan bukan hal baru untuk Dexter. Dia yang sendiri dan tak ada keluarga di sini, makan di kantin menjadi pilihan praktis. Ditambah dia tidak pemilih soal makanan, jadi beberapa masakan di kantin yang dirasanya adalah menu sehat sudah cukup dikonsumsi rutin bagi pria yang tinggal sendiri. Dan siang itu, kebetulan juga ia mendapati duduk di kantin itu.


Teman baru Selena, bernama Putri ini akhirnya datang dengan membawa gado-gado dan es teh di nampan plastiknya. Dan ia langsung duduk di samping Selena.


"Sorry ya tadi lumayan antri."


Ucap Putri kepada Selena yang telah menunggunya.


"Iya, gak papa." Sahut Selena.


"Kamu belum makan? Bawa bekal apa sih?" Tanya Putri kepada Selena.


"Ini. Di paper bag belum aku buka. Ya udah karena kamu udah di sini, aku buka bekalku. Biar bisa makan bareng."


Tangan Selena mulai mengeluarkan kotak makan siang dan paper bag nya. Dia tersenyum melihat kotak makan berwarna pink dengan gambar bunga mawar di tepinya. Setelah itu, ia membuka tutup kotak bekalnya. Ternyata terdapat nasi goreng dan telor ceplok. Senyum kecil terlihat dari sudut kecil bibir Selena. Dia sungguh-sungguh tidak menyangka, Daniel sudah belajar banyak hal termasuk memasak. Hanya berbekal melihat resep dan video tutorial saja hasil makanannya nampak enak, dan Selena dengan sukarela menjadi orang pertama yang menyicipi masakan Daniel. Selena berpikir apakah Daniel memiliki bakat terpendam yaitu memasak.

__ADS_1


Dia memotret terlebih dahulu isi makanan dalam kotak bekal itu dan mengirimkan pesan kepada Daniel.


[Daniel, makasih ya udah buatin bekal.]


Tidak lama, Daniel yang berdiam diri di rumah membalas pesan dari Selena.


[Jam makan siang ya? Enak enggak nasi gorengnya? kalau enak dihabisin ya. Kalau enggak enak jangan dimakan.]


[Ini enak kok, makasih banyak ya Dan.]


[Iya, nanti pulang jam berapa? Aku jemput ya.]


[Hmm, mungkin jam 5 sore, Dan.]


[Oke, nanti tunggu aku ya. Aku jemput.]


[Iyaaa... Thanks, Dan.]


Selena masih sibuk berbalas pesan dengan Daniel, hingga ia belum menyantap bekalnya dan akhirnya Putri pun mengingatkan Selena untuk segera memakan bekalnya.


Putri menupuk ujung pundak Selena, menyuruh temannya itu untuk segera makan.


"Oh... eh, iya."


"Kenapa sih baru balas-balasan pesan sama siapa emangnya? Pacar ya?"


"Eh bukan, bukan pacar kok."


"Kok senyam-senyum gitu kayak balasin pesannya pacar aja."


"Hehehe, ya udah yuk makan."


Dexter beberapa kali mencuri pandang pada gadis yang duduk di depannya berselang dua meja itu. Matanya tajamnya hanya sebatas menatap sejenak. Pria dingin itu hanya makan seorang diri dan tidak bersuara, hanya dentingan sendok dan garpu yang menemaninya.

__ADS_1


Sementara Selena yang diperhatikan tengah fokus menghabiskan nasi goreng buatan Daniel yang rasanya enak, gak kalah dari nasi goreng yang dijual di restoran-restoran mahal. Dalam hatinya, Selena benar-benar tidak menyangka Daniel bisa memasak beberapa menu akhir-akhir ini dengan sangat enak. Kembali Selena berbalas pesan dengan menguntai senyum di wajahnya. Dan sepasang mata milik Direktur dingin itu tanpa sengaja menangkap senyum Selena dengan matanya. Hatinya berdesir, senyuman Selena membuka kembali luka lamanya 7 tahun yang lalu.


Mengingat betapa perihnya luka yang dulu pernah dirasakannya, akhirnya Dexter memutuskan untuk menyudahi makan siangnya dan ia terburu-buru berjalan ke kantor. Akan tetapi, nampaknya Selena dan Putri juga sudah selesai bersantap siang. Hingga mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruangan kerja mereka.


Dalam perjalanan itu, Putri kembali bertanya-tanya kepada Selena, untuk semakin mengenal bagaimana pun mereka sama-sama staf baru.


"Rumah kamu di mana Sel? Kapan-kapan boleh dong maen ke rumah kamu?"


Mendengar pertanyaan Putri, Selena sesungguhnya bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin kalau ia menjawab dengan jujur kalau dia tinggal satu apartemen dengan pria yang tidak punya hubungan dengannya. Sebab, hubungannya dengan Daniel hanya sebatas penolong dan orang yang ditolong. Tetapi, karena temannya itu sudah bertanya makanya ia berusaha menjawabnya.


"Hmm, aku tinggal di apartemen deket sini kok. Gal terlalu jauh." Jawab Selena sekadarnya.


"Hobi kamu apa?" Kembali Putri bertanya kepada Selena.


"Ada beberapa hobi sih, tapi belakangan aku senang merawat tanaman. Gak tau akhir-akhir ini karena aku punya temen yang udah kayak tukang kebun professional, aku jadi merawat bunga-bunga gitu. Seru sih. Kalau kamu apa hobinya, Put?"


"Aku suka jalan-jalan sama nonton film sih. Wah, berarti kamu punya banyak tanaman ya?"


"Enggak banyak sih, cuma beberapa bunga aja sih yang ditanam di balkon. Masih dikit."


"Oh, jadi kamu suka berkebun ya nanem-nanem gitu."


"Heheeee, iya. Tapi baru akhir-akhir ini aja."


Selena sebenarnya menjadi seneng merawat tumbuhan ketika Daniel mulai menanam berbagai bunga di balkonnya. Perasaannya senang dan merasa damai untuk merawat tanaman Daniel setiap harinya.


"Oh, iya Selena. Nanti sore kamu pulangnya gimana? Mau bareng aku enggak, aku bawa mobil."


"Hmm, enggak deh. Sudah ada temenku yang janji mau jemput aku soalnya. Jadi aku ntar nungguin temenku itu." Jawab Selena kepada Putri.


"Oh, oke-oke. Tapi temen apa temen? Hehehehe"


Putri menggoda Selena apakah beneran teman yang menjemputnya nanti.

__ADS_1


Dan, perbincangan kedua gadis itu rupanya di dengar pula oleh Dexter yang kebetulan berjalan di belakang mereka berdua.


__ADS_2