Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Menata Lemari Es


__ADS_3

Sepulang berbelanja dari mini market guna membeli mie instan, telor, makanan ringan, minuman kemasan, dan buah. Daniel dan Selena kembali ke apartemennya dengan menjinjing 3 plastik belanjaan dengan rasa bahagia. Karena lemari es mereka tidak akan kosong lagi, akan ada penghuni baru di lemari es itu.


Selena ingin membantu Daniel membawa plastik belanjaan, semula Daniel tidak mengizinkannya karena ia merasa kuat untuk menjinjing semua plastik itu sendiri. Akan tetapi, karena rasa sungkan dan tidak enak hati, maka Daniel memberikan 1 plastik yang paling ringan kepada Selena.


"Kamu bisa membawa ini, Sel. Sekarang tersenyumlah jangan cemberut." Daniel menyerahkan satu plastik yang ringan, ia mengulurkan tangannya kepada Selena untuk menerima kantong plastik itu.


"Iya, aku bawa. Tetapi mengapa kamu memberikan plastik dengan isinya paling ringan?" Tanya Selena dengan tangannya yang sudah menjinjing plastik belanjaan itu.


"Bukankah tidak sopan kalau membiarkan seorang gadis membawa plastik belanjaan yang berat, sementara yang pria hanya membawa diri atau membawa yang paling ringan. Aku bukan pria seperti Selena." Daniel tersenyum sembari menggerakkan jarinya tanda dia bukannya pria egois.


Seorang pria adalah pelindung bagi wanita, dalam urusan belanja, biasanya pria akan membawakan barang belanjaan bukan? Dan, biasanya wanita akan senang apabila pria menolongnya, karena itu adalah bentuk bahwa pria itu perhatian.


Keduanya tertawa bersama hingga memasuki unit Daniel di lantai 13.


"Kamu bisa istirahat Daniel, biar aku yang akan menyimpannya di lemari es itu."


Selena meminta Daniel istirahat, dia tidak ingin seperti orang yang tidak tahu diri, tinggal bersama tapi tidak melakukan apapun. Karena itu, Selena berinisiatif akan menata barang-barang belanjaan itu di lemari es.


"Oke. Aku akan duduk di sini, supaya aku bisa melihatmu menata semua itu. Jadi aku bisa sekalian belajar bukan?" Daniel duduk di meja makan yang letaknya tidak jauh dari lemari es itu.


"Kamu belum pernah menata lemari es juga?"

__ADS_1


Lagi dan lagi, Selena menanyakan pertanyaan seperti itu kepada Daniel. Dia semakin penasaran bagaimana kehidupan Daniel di luar negeri sana, apakah orangnya tidak mengajarkan berbagai keterampilan untuk menjalani hidup. Atau dia dari keluarga kaya raya yang setiap hari dilayani oleh pelayanannya. Atau, kemungkinan yang terakhir Daniel memang tidak berasal dari planet ini, mungkinkah dia berasal dari Planet Mars?


"Hmm, aku belum pernah melakukannya sama sekali." Sahut Daniel enteng.


"Oke baiklah, dengarkan aku baik-baik dan perhatikan semua ini ya Daniel. Karena aku tak akan mengulanginya lagi." Ucap Selena dengan senyum di wajahnya.


"Menata isi lemari es itu penting, supaya lemari es rapi, tetapi makanan yang kita simpan pun bisa awet. Pertama, mengeluarkan semua isi kulkas. Nah, karena lemari es ini kosong tidak ada isinya, jadi tidak ada yang perlu dikeluarkan, kita bisa langsung mengisinya. Kedua, memisahkan makanan. Kita pisahkan dulu makanan berdasarkan jenisnya, apa camilan, sayuran, buah, atau apapun itu. Memisahkan makanan ini penting, jangan mencampur makanan yang berbau dan tidak berbau, supaya makanan tidak terkontaminasi. Lalu, pisahkan rak kulkas. Jangan memasukkan semua barang di satu rak, tapi pisahkan. Terakhir, sering-sering cek tanggal kadaluarsa yang terdapat di setiap kemasan makanan dan minuman, jangan sampai kita memakanan makanan yang sudah basi atau kadaluarsa, karena bisa kita sakit. Gimana Daniel, kamu sudah mengerti? Jika belum, aku bisa mengulanginya lagi pelan-pelan."


Penjelasan Selena panjang dan detail, sebab di rumahnya ia yang terbiasa di dapur. Selena jugalah yang selalu menata dan merapikan lemari es, bahkan pekerjaan rumah tangga dilakukan oleh Selena sejak ibunya pergi dari rumah. Gadis itulah yang mengambil alih pekerjaan rumah tangga sembari ia bersekolah atau pun bekerja.


"Hmm, ya... ya... ya.... Tetapi, kenapa bagian yang paling atas itu kosong Selena? Apa tidak ada yang bisa disimpan di situ?" Tanya Daniel sembari jarinya menunjuk bagian dari lemari es yang masih kosong.


"Oh, ini. Ini namanya Freezer. Di freezer ini kita bisa juga menyimpan daging, ikan, atau makanan frozen. Kita bisa juga membuat es batu dari sini. Kamu mau es batu? Aku bisa mengajarimu cara membuatnya."


"Di lemari ini ada cetakan es nya kan, kita cukup mengisinya dengan air putih, lalu menaruhnya di freezer ini. Tunggu saja semalaman, besok es batunya sudah jadi." Selena menjelaskan dengan mengambil cetakan es dan mengisinya dengan air putih, lalu memasukkannya ke freezer.


"Wah, kamu hebat yang Selena. Banyak hal-hal yang kamu ketahui, sementara aku tidak tahu apa-apa. Bahkan kamu bisa menata lemari es dengan rapi."


Daniel serius memuji Selena, gadis itu tahu banyak hal yang tidak dia ketahui. Apalagi aktivitas di sini beragam, sementara pengalamannya di kebun bunga Edenweis hanya sebatas merawat tanaman setiap harinya. Apabila tanaman bunga, pupuk, gunting rumput, hingga hewan-hewan di perkebunan, ia menguasai semua itu. Tetapi, di sini banyak hal yang tidak ia ketahui. Daniel berkata dalam hatinya, bahwa ia harus belajar juga melakukan banyak hal supaya bisa beradaptasi hidup di tempat ini, selain itu tugasnya untuk menjaga Selena tidak akan ada kendala.


"Tidak juga Daniel, ini adalah pekerjaan rumahan biasa. Semua orang pasti bisa melakukannya kok."

__ADS_1


"Tapi aku tidak tahu semua itu."


Raut wajah Daniel nampak kecewa, sekalipun Selena bilang pekerjaan itu adalah pekerjaan rumah biasa yang bisa dilakukan banyak orang, tapi dia tidak tahu sama sekali.


"Pelan-pelan kamu pasti bisa Daniel. Semangat!!!"


Selena mengepal tangannya tanda memberikan semangat kepada Daniel yang tengah menunjukkan raut wajah kecewa itu.


"Aku jadi ingin tahu tentangmu Daniel, kenapa kamu lucu sekali sampai banyak hal kecil yang tidak kamu ketahui. Hahahaha...."


"Hmm, lucu? Aku rasa aku tidak lucu karena aku bukan anak kecil lagi, Selena."


Mendengar jawaban aneh dari mulut Daniel, Selena tertawa hingga wajahnya merah. Benar-benar aneh sekali Daniel ini, bahkan terkadang saking anehnya, dia terlihat lucu.


"Hahaha, kamu lucu Daniel." Gelak tawa Selena sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terbahak-bahak. Ekspresi lucu Selena yang sedang tertawa akhirnya membuat Daniel yang semula diam, menjadi ikutan tertawa. Keduanya tertawa bersama, hingga wajah mereka menjadi merah karena tertawa.


"Nah, banyakin ketawa Selena. Jangan menangis terus. Aku rela jadi orang yang lucu atau pun aneh, asalkan kamu bisa selalu tertawa seperti ini." Ucap Daniel dengan serius.


Ucapan serius yang barusan dilontarkan Daniel justru membuat Selena langsung terdiam dan merasakan sesuatu dalam hatinya.


Deeggg.....

__ADS_1


Es yang menyelimuti hatinya, seolah ada yang ingin mencairkannya. Selena diam lalu menundukkan wajahnya.


__ADS_2