
Dua hari telah berlalu sejak Selena mengikuti wawancara pekerjaan untuk bagian staf akuntansi di Perusahaan Buana Corp. Dalam dua hari ini, Selena aktif mengecek emailnya, ya tentu dia menunggu apabila ada email masuk dan memberikan pengumuman yang dia tunggu-tunggu. Juga, gadis itu selalu mengaktifkan telepon genggamnya, dan menyetel mode berdering, supaya kalau-kalau ada panggilan telepon yang masuk, dia dapat segera menerimanya.
Akan tetapi, selama dua hari ini handphonenya sangat sepi. Tidak ada panggilan mau pun pesan yang masuk ke handphonenya. Handphonenya serasa seperti sebuah rumah kosong yang tak berpenghuni, sepi. Tak ada kehidupan di sana.
Akhirnya Selena memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya, dia mulai melangkah ke balkon untuk menyirami berbagai bunga yang ditanam Daniel di sana.
Dia mengisi pot penyiram tanaman dengan air. Secara perlahan-lahan dia menyirami bunga-bunga yang berjejer rapi di dalam pot yang diletakkan menurut jenisnya di dalam Planter Box.
Sebelumnya Daniel sudah berpesan kalau semua tanaman harus disirami 2 kali sehari, saat pagi dan sore hari. Lalu, dia juga berpesan kalau menyiram tanaman jangan hanya akarnya saja, tapi keseluruhan tanaman harus disiram, supaya ranting-ranting dan daun-daunnya tidak kering terkena sinar matahari. Dan, pesan terpenting dari Daniel apabila air yang tersisa di piringan pot harus dibuang, supaya akarnya tanaman tidak membusuk karena banyaknya air yang berada di dalam piringan pot dan tanah yang berada di dalam pot tetap terjaga kelembabannya.
Selena benar-benar memperhatikan pesan dari Daniel, ia tak ingin mengecewakan Pria dari Mars yang sudah sangat baik kepadanya. Dia yang bukan siapa-siapa, justru dijadikan layaknya keluarga. Dia mendapatkan keamanan dan kenyamanan bersama Daniel.
Dengan cekatan Selena mengisi pot penyiraman air yang berisi air bersih, dan menyirankannya ke tanaman yang ada. Guyuran air itu membasahi masing-masing bunga yang ditanam di sana. Betapa segarnya tanaman itu ketika air menyiraminya. Sekalipun berdiri di tengah sinar matahari yang terik, daunnya tetap hijau dan beberapa kuncup bunga siap untuk mekar. Selena memandangi semua tanaman itu dengan bahagia, tidak menyangka dia akan bahagia hanya dengan merawat tanaman-tanaman di dalam pot itu. Rasanya dia begitu mengasihi semua tanaman itu, dengan rasa tulus dan sukarela ia merawat satu per satu tanaman dalam pot. Dan mungkin ia menjadi orang yang berbahagia ketika mendapati kuncup bunga yang akan segera mekar. Indah!
Saat asyik memikirkan berbagai tanaman di hadapannya, handphone yang berada di saku celananya berbunyi. Sebuah nomor baru nampak di layar handphonenya. Dengan segera ia, menggeser tombol hijau di layar handphonenya.
Halo, Selamat sore.
Iya, halo. Selamat sore.
Benar ini nomor Nona Selena Kusuma?
Iya, saya Selena.
Selamat Nona Selena, Anda diterima untuk bekerja sebagai Staf Akuntansi. Anda bisa mulai bekerja minggu depan, tepat pada hari Senin pertama Bulan depan. Anda bisa langsung ke Perusahaan akan ada sedikit orientasi dan pengarahan dan Direktur kepada semua karyawan baru. Sekali lagi, Selamat Bergabung dalam Buana Corp. Nona Selena.
Hmm... Oh... Iya. Terima kasih. Terima kasih.
__ADS_1
Selena masih tak percaya dengan telepon yang barusan ia terima. Dia tak menyangka akhirnya dia bisa kembali bekerja dan Senin depan akan menjadi hari pertamanya bekerja.
"Hmm, hari-hari baik akan segera datang kepadaku. Apabila aku boleh sedikit meminta kepada Tuhan, kiranya tidak ada hari-hariku yang penuh kegelapan di depan sana. Semoga."
Selena benar-benar mengharapkan hari yang tanpa penderitaan akan ia jalani. Dan, semoga hari-hari yang ia nantikan akan segera datang. Rasanya ia menghapus hari-hari buruk yang ia lalui dengan penderitaan, tapi apa daya kenangan buruknya akan selalu ada bersama dengannya. Ya, kenangan buruk di masa lalu bukan untuk dilupakan, tapi dijadikan pembelajaran.
"Kamu baru ngapain, Selena?"
Panggilan itu tiba-tiba membuyarkan lamunan Selena yang tengah memandangi tanaman bunga dalam Planter Box di hadapannya.
"Eh, kamu Daniel. Hmm, enggak aku abis menyirami semua tanaman ini aja."
Balas Selena dengan mengangkat pot penyiraman tanaman berwarna hijau dengan tangannya.
"Tapi tadi kok bengong? Baru mikirin apa?" Tanya Daniel kepada Selena, karena dia benar-benar melihat dengan matanya sendiri bagaimana gadis itu memandang kosong tanaman di depannya.
"Serius, aku abis menyirami semua tanaman ini kok."
"Hmm, sungguh? Ngomong-ngomong kamu menyiraminya udah bener enggak?"
"Udah dong, aku kan selalu mengingat apa yang kamu ajarin. Nih, lihat semua badan tanamannya kena air supaya ranting-ranting dan daun-daunnya tetap segar. Terus tidak ada air menggenang di piringan potnya, supaya tanahnya tetap lembab dan akarnya tidak busuk."
Selena mengulangi penjelasan yang pernah Daniel ajarkan kepadanya tentang cara menyirami tanaman yang benar.
"Wah, good job Selena. Gak sia-sia aku ngajarin kamu, ternyata kamu bisa jadi asisten aku but ngurus tanaman ini."
Daniel tersenyum dan pandangannya terarah pada semua tanaman yang sudah disirami Selena. Dia pun senang ada kuncup bunga yang akan segera mekar.
__ADS_1
"Lihat Selena, sudah ada kuncup-kuncup bunga di sini. Tidak akan lama lagi, bunganya akan mekar."
Mata Daniel berbinar dengan cerah melihat kuncup-kuncup bunga di sana. Wah, tidak akan lama lagi dia akan melihat keindahan bunga-bunga yang bermekaran.
"Iya, aku juga melihatnya tadi. Aku senang, akhirnya aku akan melihat bunganya mekar..."
Selena juga berbinar matanya melihat kuncup-kuncup bakal bunga itu.
"Hmm, Daniel. Boleh aku berbicara?"
"Iya, ada apa." Sahut Daniel dan menolehkan kepalanya menghadap Selena.
"Hmm, tadi sebenarnya aku baru saja menerima panggilan telepon, Dan."
"Oh, ya... Dari siapa?"
"Dari Buana Corp. Mereka bilang aku diterima di perusahaannya. Senin nanti aku bisa masuk bekerja."
Kali ini wajah Selena nampak bahagia, bagaimana pun selama dua hari memang dia menunggu hasil pengumuman dari Buana Corp. Dan kini, dia berhasil mendapatkan pekerjaan itu.
"Wah selamat ya. Akhirnya kamu mendapatkan pekerjaan itu. Aku turut seneng mendengarnya."
Daniel turut bahagia atas hasil pengumuman yang diterima Selena. Daniel sendiri pun akan selalu mendukung apa pun keputusan Selena, termasuk untuk bekerja.
"Tapi kamu beneran gak keberatan kan kalau aku kerja?" Tanya Selena kepada Daniel.
"Enggak, aku malahan seneng kok. Kan aku pernah bilang, aku mendukungmu. Aku malahan seneng kalau kamu bekerja, itu berarti kamu sedang menggunakan semua potensi dan talenta yang Tuhan berikan untuk pekerjaan baik. Selamat ya, Selena. Aku turut senang."
__ADS_1
Bahagia adalah ketika kita mendapati orang di sisi kita yang selalu memberi dukungan. Semangat kita tak akan patah, karena dukungan dari orang tersebut.