
Setelah dirawat di rumah sakit hampir 2 hari, Dokter telah memperbolehkan Selena untuk pulang. Akan tetapi, dia harus tetap meminum obatnya sampai habis. Apabila merasakan keluhan yang lain, maka ia harus segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit lagi.
Mendengar kabar dari Dokter bahwa ia diperbolehkan pulang, Selena senang sekaligus sedih. Senang karena bisa melakukan kembali aktivitasnya, dan sedih karena ia harus kembali pulang ke rumahnya, ia harus bersiap mendapat perlakuan kasar dari ayahmu.
"Ayo, Selena. Aku akan mengantarkanmu pulang." Ucap Daniel yang masih setia menjagai Selena, bahkan pria itu juga berbaik hati akan mengantarkannya pulang.
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Anda bisa langsung pulang." Jawab Selena dengan singkat. Selena sebenarnya sangat sungkan dengan Daniel, dia merasa laki-laki begitu baik kepadanya, tetapi bagaimanapun ia belum kenal siapa Daniel itu.
"Bagaimana pun aku akan mengantarmu Selena. Jangan takut, aku tidak punya niat apapun kepadamu." Kali ini Daniel mengutarakan bahwa dia sama sekali tidak berniat jahat kepada Selena.
"Oh, iya. Bisakah kau mencatat nomor teleponku? Kau bisa menghubungiku kapan pun."
"Iya. Baiklah."
"Sudah kau simpan?"
"Sudah."
"Sekarang coba kau telepon nomorku, supaya aku bisa menyimpan nomormu."
__ADS_1
"Iya." Selena menelpon nomor Daniel yang sudah ia masukkan ke dalam kontak teleponnya.
"Oke. Nomormu sudah masuk, aku akan menyimpannya dengan namamu, Selena."
"Iya, baiklah."
"Terima kasih Selena."
Bukankah percakapan keduanya nampak seperti orang asing? Ya, benar karena bagaimana pun mereka belum saling mengenal satu sama lain.
Daniel dan Selena mulai keluar dari kamar di mana Selena dirawat, mereka berjalan hingga akhirnya telah sampai di pintu keluar.
"Kenapa Anda tidak memesannya dari aplikasi Anda?" Sahut Selena. Bukankah aneh apabila seseorang menyuruh untuk memesan taxi online dari handphone nya, padahal orang tersebut juga memiliki handphone dan handphonenya jauh lebih baik.
"Hmm, itu karena aku tidak mempunyai aplikasi itu di handphoneku." Daniel menjawabnya dengan apa adanya.
Akan tetapi, bagi Selena itu adalah yang lucu, masak di zaman sekarang ini seseorang tidak mempunyai berbagai aplikasi penting di handphonenya.
"Haa, benarkah Anda tidak mempunyai aplikasi itu di handphone Anda? Bukankah handphone Anda sangat bagus dan merupakan handphone keluaran terbaru dengan gambar apel di belakangnya?" Mata Selena pun terbelalak merasa tak percaya. Untuk apa memiliki handphone mahal dan sering terbaru tapi tidak memiliki aplikasi yang penting.
__ADS_1
"Iya, serius aku tidak memiliki aplikasi itu di handphoneku." Daniel mulai mengeluarkan handphonenya dari saku celananya.
"Hmm, baiklah kalau begitu saya yang akan memesan taxi online." Jawab Selena dan menyetujui untuk memesan taxi online.
Mereka pun menunggu bersama di luar rumah sakit, dan Daniel tetap bersikeras untuk mengantar Selena pulang ke rumahnya. Setelah menunggu hampir 15 menit, taxi yang dipesan telah datang. Selena pun menyebutkan alamatnya kepada sopir taxi itu.
"Berapa jauh rumahmu dari rumah sakit ini Selena? Tanya Daniel kepada Selena yang duduk di sampingnya.
" Apabila lalu lintas lancar mungkin sekitar 30 menit akan sampai di rumahku." Jawab Selena.
"Ada siapa saja di rumahmu?"
"Hmm, hanya ada aku dan ayahku saja."
"O... "
"Kenapa Anda bertanya-tanya?"
"Tidak. Tidak apa-apa aku hanya sekadar bertanya."
__ADS_1
Taxi ini melaju menyisir jalanan di siang hari itu, hampir 30 menit berkendara akhirnya sampailah taxi itu di rumah Selena.