Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Pagi yang Baru


__ADS_3

Malam telah berlalu, matahari kembali menyapa dengan sinarnya yang hangat kepada semua makhluk yang ada di Bumi. Hari telah berganti membawa semua kenangannya, dan hari baru datang memberi kesempatan untuk melakukan yang terbaik.


Hari ini adalah hari yang baru bagi Selena. Hari di mana untuk pertama kali dalam hidupnya, ia meninggalkan rumahnya dan ayahnya. Ia telah memutuskan untuk menyelamatkan dirinya dari kekejaman yang dilakukan oleh ayahnya sendiri hampir tiap hari. Hari yang baru untuk Selena.


Begitu bangun, Selena langsung ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan menggosok gigi. Setelah selesai ia bergegas ke dapur. Pagi masih menunjukkan jam 7 pagi, tetapi Selena berniat untuk membuat sarapan. Melihat bahan-bahan yang tersedia di lemari es, Selena bersiap membuat roti bakar, susu hangat, dan cokelat panas. Selena membuat cokelat panas karena teringat pada Daniel yang menyukai cokelat.


Hampir selesai Selena membuat Sarapan, Daniel keluar dari kamarnya, ia menuju dapur tempat Selena tengah menyiapkan sarapan.


"Pagi Selena, ternyata kau sudah bangun ya." Sapa Daniel yang berdiri di kitchen island.


"Pagi Daniel, iya aku terbiasa bangun pagi."


"Rupanya kamu memiliki kebiasaan yang baik ya, bangun pagi kan kebiasaan yang baik. Apa yang sedang kamu lakukan?"


"Oh, ini aku membuat sarapan. Aku mengambil roti dan selai dari dalam lemari es."


"Kamu membuat apa?"


"Ini roti bakar. Kamu pernah mencobanya?"


"Hehehe, aku belum pernah mencobanya."


"Oh, kalau gitu aku buatkan roti bakar dengan selai cokelat untukmu."


Daniel hanya tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya mendengar tawaran dari Selena untuk mencoba roti bakarnya.


Tidak lama kemudian, Selena membawa roti bakar, susu hangat, dan cokelat panas ke meja makan.


"Ini Daniel, cokelat panas untukmu. Minumlah selagi panas." Selena memberikan secangkir cokelat panas untuk Daniel. Dan Daniel pun menerimanya.


"Terima kasih, Selena."


Setelah itu, Selena memberikan roti bakar berisi selai cokelat kepada Daniel. Untuk menghargai Selena, ia pun memakan roti bakar itu.

__ADS_1


"Biasanya sehari-hari kamu ngapain aja, Sel?


"Aku bekerja."


"Bekerja apa?"


"Dulu aku karyawan swasta di salah satu perusahaan. Staf akuntansi di perusahaan, tapi karena kecelakaan itu, aku dikeluarkan. Kata mereka aku membolos kerja sekian hari."


"Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan?"


"Hmm, mungkin aku akan mulai mencari pekerjaan lagi. Menurutmu bolehkah kalau aku bekerja lagi?"


"Ya, tentu boleh. Kamu justru harus bekerja Selena. Jangan sia-siakan keahlian dan talentamu."


Daniel justru bersyukur bila Selena bisa kembali bekerja, karena dengan bekerja Selena bisa melupakan permasalahan hidupnya. Selain itu, tidak mungkin juga dia hanya berada di dalam apartemen setiap hari. Pasti sangat membosankan bagi Selena.


"Makasih Daniel. Kalau kamu apa rencanamu? Apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku hanya akan menjaga apartemen ini, hehehehe. Aku juga berpikir untuk mulai menanam bunga di apartemen ini. Aku ingin menaruh beberapa bunga di balkon itu. Dengan planter box, mungkin balkon itu akan semakin indah. Aku juga berniat meletakkan pot tanaman di sana."


"Kau merindukan kebun bungamu ya? Kau tidak ingin bekerja?"


"Aku akan bekerja dari rumah. Bukankah sekarang ada pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah sehingga tidak perlu repot-repot ke kantor?"


Daniel sebelumnya sudah berselancar di dunia maya, ia mencari informasi bahwa di zaman sekarang ini, banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah, jadi tidak perlu datang ke kantor untuk bekerja. Sebelum Seleba bertanya banyak hal, Daniel sudah mempersiapkan jawabannya. Sehingga Daniel bisa memberikan jawaban yang masuk akal bagi Selena.


"Ah, iya benar. Itu dinamakan Work from home, bekerja dari rumah. Banyak kok sekarang orang-orang yang bekerja dari rumahnya."


Selena membenarkan jawaban Daniel karena di masa sekarang ini manusia bisa melakukan kerja dari rumah, dengan berbekal laptop ataupun habdphone yang terkoneksi dengan internet. Akan tetapi, pekerjaan yang bergerak di bidang jasa, belum bisa sepenuhnya melakukan work from home.


"Selena, kapan kamu akan mulai mencari pekerjaan?" Tanya Daniel dengan memandang wajah Selena.


"Mungkin minggu depan. Beberapa hari ini, aku akan siapkan surat lamaran dan curriculum vitae terlebih dahulu."

__ADS_1


"Kalau kamu agak senggang, bisa ajarkan aku menggunakan peralatan elektronik di rumah ini? Mau kuajak membeli media menanam dan benih bunga? Karena aku belum tahu banyak situasi di kota ini. Dengan mengajakmu mungkin akan lebih mudah."


Mendengar perkataan Daniel, Selena tersenyum kembali. Dia mengingat khayalannya semalam tentang Pria dari Planet Mars. Betapa lucunya Daniel meminta tolong untuk diajari menggunakan peralatan elektronik yang ada.


"Iya aku akan mengajarimu dan mengantarmu ke pasar bunga. Memangnya bunga apa yang ingin kamu tanam di balkon?"


"Beberapa aglonema mungkin bagus, Mawar, Pansy, Krisan, dan Petunia akan indah ditempatkan di balkon itu."


Mata Daniel berbinar-binar menyebut nama-nama bunga. Ia sungguh-sungguh merindukan berbagai bunga yang tumbuh setiap harinya di kebun bunga Edenweis.


"Wah, kamu hebat Daniel! Kamu bisa menyebutkan berbagai nama bunga. Sementara aku cuma tahu mawar dan melati semuanya indah. Hahahaha..."


Selena tertawa dan merasa geli karena ia justru teringat lagu Lihat Kebunku ciptaan Ibu Sud di mana akhir liriknya berkata, ".... mawar melati semuanya indah." 😅


Daniel pun ikut tertawa, dia tertawa bukan karena mengetahui lirik lagu Lihat Kebunku yang diucapkan Selena, dia justru tertawa karena melihat wajah Selena yang terlihat lucu saat tertawa.


"Bagaimana kalau besok kita ke tanam bunganya? Aku akan kasih tahu kepadamu berbagai nama bunga. Aku tahu hampir semua nama bunga."


"Boleh. Serius kamu tahu hampir semua nama-nama bunga?"


"Iya. Serius." Anggukkan kepala Daniel memberi isyarat memang dia mengetahui hampir semua nama-nama bunga.


"Top. Hebat banget sih kamu."


Selena sembari menepuk tangannya yang menandakan dia begitu salut dengan Daniel yang paham semua nama-nama bunga.


"Ya itu karena dulu aku kerja di kebun bunga aja, bukan karena aku hebat. Masak setiap hari bekerja di kebun bunga tapi enggak tahu nama berbagai jenis bunga yang ada di sana kan aneh."


"Daniel, seperti apa sih kebun bunga tempatmu bekerja itu?"


Kali ini Selena penasaran, seperti apa kebun bunga tempat Daniel bekerja. Selena berpikir pastilah kebun yang cukup luas dan terdapat berbagai jenis bunga di sana.


"Hmm, mungkin hampir mirip dengan kebun bunga Versailles di Prancis. Kebun bungaku sangat luas, dan terdapat air mancur raksasa di tengah-tengah kebunnya. Memang banyak sekali pekerja di sana yang menanam dan merawat berbagai bunga setiap harinya."

__ADS_1


Selena tersenyum mendengar Daniel yang sangat antusias menceritakan kebun bunga tempatnya bekerja. Dengan demikian, Selena pun berharap bisa semakin mengenal Daniel dan memastikan bahwa Daniel tidak memiliki niatan jahat kepadanya.


__ADS_2