
Dexter fokus mengamati sapu tangan Daniel yang melingkar di pergelangan tangan Selena. Sapu tangan berwarna putih dengan sulaman bunga Mawar berwarna pink dan sayap malaikat dengan sulaman benang emas. Dia begitu tertegun ketika melihat sulaman di sapu tangan itu dengan jelas.
Dexter tiba-tiba kembali berbicara dengan Daniel.
"Sapu tangannya unik." Katanya singkat dan to the point.
"Ah, iya." Daniel pun menyahut dengan jawaban singkat.
"Dapat dari mana sapu tangan itu?"
"Ini kenang-kenangan dari atasan saya."
"Oh, ya? Unik ada sulaman bunga nya ya?"
"Iya. Ada apa Pak?" Giliran Daniel yang mencoba berpikir kenapa atasan Selena nampak tertarik dengan sapu tangannya.
"Tidak apa-apa, sulamannya bagus." Jawaban asal-asalan dari Dexter.
"O...." Daniel pun hanya bisa menjawabnya dengan menganggukkan kepala.
Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, baru kali ini dia merasa ada seseorang yang tertarik dengan sapu tangannya. Sebelumnya tidak orang yang begitu tertarik dengan sapu tangannya. Daniel jadi berpikir, siapa orang ini, jika memang dia atasannya Selena kenapa terasa begitu tertarik dengan barang kecil miliknya.
Di sisi lain, Dexter yang semula tenang menjadi sedikit kacau pikirannya. Sapu tangan Daniel telah mengacaukan pikirannya. Namun, dia tidak boleh salah langkah. Dia harus bersikap hati-hati.
Sementara itu, Putri tanpa basa-basi kembali menanyai Daniel dan Selena, walaupun di situ ada Dexter, tapi agaknya Putri tidak terpengaruh dengan keberadaan Dexter di situ.
"Daniel kok perhatian banget sih sama Selena?"
"Iya...." Jawab Daniel singkat.
"Kamu beneran temennya Selena atau pacarnya sih?" Jiwa ingin tahu Putri begitu tinggi. Jadi dia langsung bertanya begitu saja.
Mendengar pertanyaan Selena, Daniel hanya tersenyum ke arah Selena, semester Selena hanya menundukkan kepalanya sambil tangannya mengusap-usap sapu tangan Daniel yang melingkar di pergelangan tangannya.
Dexter yang melihat respons keduanya pun merasa bahwa Selena kemungkinan besar menyimpan rasa kepada Daniel.
Bukan bermaksud menghalangi, tetapi Dexter mencoba mengalihkan pembicaraan Putri dan mencoba mengajak Selena untuk bersalaman dengan mempelai dan menemui rekan bisnisnya.
__ADS_1
"Sorry, bisa saya mengajak Selena menyapa pengantin dulu dan ada rekan bisnis perusahaan yang harus disapa pula."
Daniel dan Putri hanya menganggukkan kepala, tetapi Selena ingin berkata terlebih dahulu pada Daniel.
"Dan, aku ke sana sama Pak Dexter dulu. Tunggu ya, kalau ada apa-apa kirimi aku pesan. Okey?"
"Iya tenang aja. Kemana pun kamu pergi, aku bisa melihatmu dari sini kok. Tenang aja." Daniel menepuk bahu Selena dan menjelaskan bahwa dia tidak masalah. Di tempat asing dan sangat ramai ini, Daniel akan beradaptasi sebaik mungkin.
"Sebentar ya Dan...." Selena berlalu mengikuti Dexter yang telah berjalan di depannya.
Dexter dan Selena maju ke depan bersalaman dengan mempelai, memberikan selamat kepada CEO Buana Corp. Setelah itu, Selena mengikuti Dexter untuk beberapa rekan bisnis perusahaan. Pertemuan besar seperti ini, sekaligus merupakan pesta relasi untuk menyapa rekan bisnis, menjalin kembali hubungan baik sesama pebisnis.
Selena hanya mencoba mendengar apa yang dibicarakan Dexter tanpa ingin mengetahui lebih. Baginya dia tidak terlalu mengetahui apa yang sebenarnya Dexter bicarakan, tetapi menurutnya memang pria itu hanya menyapa saja, tidak membicarakan hal-hal terkait pekerjaan.
Sebelum menemui rekan bisnis lainnya, Dexter menawarkan minum untuk Selena dan sedikit mengambil kesempatan untuk mengajaknya berbicara.
"Kamu mau minum dulu Selena? Kalau mau saya ambilkan."
"Tidak perlu Pak, saya belum haus."
"Temanmu tadi keliatannya baik ya."
Dexter melihat mata Selena berbinar-binar ketika menyebut nama Daniel. Pemandangan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
"Iya, cowok itu. Daniel."
"Hmm, emangnya ada apa Pak?"
"Hem, enggak tadi saya lihat dia perhatian sekali sama kamu."
"Oh... Daniel memang baik dan perhatian kok Pak."
"Sudah lama kenalnya?"
"Belum lama Pak."
"Kalau belum lama kenal kenapa bisa seakrab dan sebaik itu?" Tanya Dexter menyelidiki.
__ADS_1
"Gak pernah waktu lama untuk berbuat baik kepada orang lain, Pak."
"Kamu gak takut dia punya niat tersembunyi?"
"Tidak Pak, dari pertama kenal Daniel sudah baik kepada saya. Tulus juga orangnya."
"Yakin? Biasanya cowok bersikap baik kepada cewek pasti ada niatan tersembunyi."
"Tidak semua cowok juga Pak. Tergantung orangnya."
"Hmm, baiklah agaknya apa pun omongan saya tidak mempan untuk kamu."
Selena hanya terdiam mendengar kata-kata terakhir Dexter, membuatnya merasa tidak enak dengan atasannya itu. Akan tetapi, sejauh ini Daniel memang sangat baik kepadanya. Tidak pernah mencari keuntungan darinya. Bahkan Daniel menjadi satu-satunya orang yang mengetahuinya bagaimana menyedihkannya dirinya. Ya, Selena menekankan dalam hatinya sendiri bahwa Daniel memang pria yang baik, sangat baik. Sekalipun belum lama ia mengenalnya, tetapi hatinya bisa merasakan kebaikan dan ketulusan pria itu.
"Pak, kita masih harus menemui yang lain atau bisa kembali Pak?"
"Kenapa, hmm?"
"Gak papa Pak. Kasihan Daniel, tidak ada yang dia kenal di sini Pak."
"Oh, oke. Kita kembali saja."
Dengan mengikuti Dexter, Selena berjalan mencari Daniel. Matanya mencari-cari kemana pria itu berada. Matanya menelisik satu per satu tamu undangan di sana, hingga akhirnya peredaran bola mata itu berhenti pada sosok Daniel, pria itu tengah berdiri di bawah dekorasi bunga bertema rustic, mengamati satu per satu aneka bunga hidup yang berada di sana.
Selena melangkah mendekat. Menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan. Pria itu tersenyum melihat keindahan rangkai Mawar Putih, Tulip Putih, dan Baby Breathe Putih. Senyum yang mampu mengalihkan dunia Selena. "Senyum terindah...." Gumam Selena melangkahkan kakinya. Jarak mereka semakin dekat, Selena menepuk bahu pria itu yang berdiri membelakanginya...
"Dan... Daniel.... Aku kembali."
Tanpa bersuara, pria itu membalikkan badannya dan memberikan senyuman indahnya kepada Selena.
"Ya, kau menemukanku Selena?"
"Ya, aku pasti akan menemukanmu, Dan. Aku nya lama ya?"
"Tidak juga, gak masalah. Aku tetap bisa menunggumu."
"Thanks Dan...."
__ADS_1
Mata yang saling memandang, bibirnya yang saling tersenyum, di dekat dekorasi bunga-bunga membuat Selena bahagia mendapati Daniel di sana. Keduanya tidak menghiraukan lalu lalang orang-orang di sana. Hanya berdiri, memandang, dan melempar senyuman.