Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Bayangan Gadis Kecil Korek Api


__ADS_3

Daniel hanya duduk di samping brankar tempat Selena berbaring, entah mengapa Daniel bisa merasakan betapa menderitanya Selena selama ini. Sekalipun, ia belum pernah mengenal gadis ini, tapi hatinya berkata bahwa gadis ini menderita. Mungkin kehidupan Selena seperti kisah Gadis Kecil Korek Api, sebuah cerita anak-anak yang ditulis oleh Hans Christian Andersen. Gadis kecil yang menjual korek apinya saat salju turun, menjelang Natal. Gadis kecil yang sekalipun kedinginan, lantaran sepatu satu-satunya peninggalan ibunya justru jatuh dan menjadi barang mainan anak-anak nakal. Gadis kecil yang tidak berani pulang ke rumahnya sendiri karena takut dimarahi ayahnya bila pulang dan tidak membawa uang. Akhirnya, gadis kecil itu pergi ke surga dalam keadaan kedinginan karena hipotermia dan hanya seorang diri.


Membayangkan semuanya itu, Daniel begitu sedih. Bagaimana bisa Selena mengalami kesedihan yang sama dengan cerita klasik anak-anak tersedih yang pernah ia dengar dari temannya di Kebun Bunga Edenweis dulu.


"Kau tidak boleh pergi ke surga dengan membawa semua luka di hatimu seperti gadis kecil korek api itu Selena. Sekalipun kalian sama-sama hidup dalam penderitaan dan kesedihan, tapi kau harus bertahan. Jangan biarkan kesedihan membuatmu menyerah hingga kau pun akan menyerah untuk menjalani hidup ini. Sekalipun pintu-pintu surga akan terbuka untuk menyambutmu sama seperti gadis kecil korek api itu, tapi bertahanlah di sini. Dunia yang memberimu kesedihan, juga adalah dunia yang menawarkan seribu alasan untuk bahagia. Karena itu, bangunlah Selena."


Dalam keadaan keheningan, Daniel larut dalam pikirannya sendiri hingga tiba-tiba, seorang perawat masuk untuk memeriksa kembali keadaan Selena.


"Maaf Tuan, saya akan memeriksa keadaan pasien lagi."

__ADS_1


Daniel memberanikan diri menanyakan bagaimana keadaan gadis itu.


"Maaf, sebenarnya bagaimana keadaan Selena? Kapan ia akan sadar?"


"Sebenarnya tidak ada luka yang serius Tuan, kemungkinan pasien tertabrak mobil dalam keadaan lemah atau mungkin depresi, sehingga ia perlu waktu untuk sadar." Jelas perawat itu.


"Kalau luka lebam di wajah ini, kemungkinan besar bukan luka karena kecelakaan Tuan. Mungkin lebih tepat, gadis ini menerima pukulan atau terbentur sesuatu di wajahnya."


"Apa luka ini tidak bisa diobati ya Suster?"

__ADS_1


"Bisa Pak, setelah pasien sadar biar Dokter meresepkan salep untuk menghilangkan lebamnya."


"Baik, Terima kasih." Ucap Daniel mendengar penjelasan dari perawat yang sebenarnya tidak terlalu ia pahami itu.


"Baik Tuan, pemeriksaan selesai. Sebaiknya Anda juga beristirahat jangan sampai kelelahan karena itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Selamat malam."


Perawat itu pun meninggalkan ruangan tempat Selena dirawat. Dan kini tinggallah Daniel yang masih menjaga gadis bernama Selena itu.


Daniel kemudian mengambil handphone nya dari dalam sakunya. Ia memencet aplikasi dengan ikon bergambar sayap malaikat, sebab perintah Tuannya, ia harus menuliskan laporan melalui aplikasi itu kepada Tuannya. Daniel bingung, ia harus menulis laporan apa untuk hari pertamanya di kebun yang disebut Bumi oleh Tuannya itu. Tetapi Daniel mengingat bahwa ia harus menjaga Selena, untuk memastikan bahwa gadis ini adalah Selena yang harus ia jaga, ia memotret wajah gadis itu walaupun dalam keadaan tidur dan terdapat luka di wajahnya. Daniel berniat menunjukkan terlebih dahulu kepada tuannya apakah gadis itu adalah Selena yang dimaksud oleh Tuannya.

__ADS_1


__ADS_2