Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Menjalani Peran


__ADS_3

Perpindahan posisi sebagai Sekretaris membuat Selena harus belajar dan beradaptasi dengan sebaik mungkin. Bagaimana pun dia akan berusaha bekerja tanpa melakukan kesalahan-kesalahan konyol. Terlebih, beberapa hari dia menjalani peran baru sebagai Sekretaris nampaknya masih harus belajar dan belajar.


Sekali pun beberapa hari bekerja dengan Dexter, tetapi hubungan keduanya masih dingin. Mereka hanya berbicara perihal kerjaan. Tidak ada obrolan lain yang dapat mereka bahas selain pekerjaan. Dexter dengan auranya yang dingin, dan Selena yang pendiam dan sukar bergaul dengan teman baru. Membuat ruangan Direktur Umum selalu hening, kediaman menyelimuti seluruh penjuru ruangan.


Siang ini, Selena akan mengikuti Direktur nya untuk rapat bersama Dewan Direksi dan juga CEO Buana Grup. Memasuki ruangan rapat, Selena bersiap dengan tablet di tangannya guna mencatat notulen rapat, setelah itu ia akan menyerahkannya kepada Dexter.


Selena mendengarkan setiap hal yang disampaikan dalam rapat dewan Direksi. Semua poin-poin dia ketik dengan cepat di tabletnya. Kemampuan multitasking nya benar-benar diuji, yaitu menyimak dengan seksama dan mengetiknya dengan cepat di tabletnya. Membutuhkan konsentrasi tinggi untuk menyamakan gerak jari-jemarinya dan kemampuan otaknya untuk mengingat setiap pembahasan dalam rapat.


Begitu rapat selesai, dia merapikan hasil notulennya dan memberikannya kepada Dexter.


"Permisi Pak...." Selena memasuki ruangan Direktur.


"Ya..." Dexter menjawab singkat


"Berikut notulen rapat bersama dewan Direksi barusan Pak. Sudah saya rapikan dan poin-poin penting sudah saya highlight." Ucap Selena sembari menyerahkan tabletnya.


"Oke. Akan saya pelajari terlebih dahulu."


"Baik Pak." Selena pun bergegas meninggalkan ruangan Dexter.


"Tunggu Selena...." Selena pun membalikkan badannya, dan kembali menghadap atasannya itu.


"Siang ini bisa temani saya makan siang? Kita perlu atur strategi terkait hal-hal di perusahaan ini."


"Hmm, bagaimana ya Pak, tapi saya sendiri selalu membawa kotak bekal."


"Kamu bisa simpan kotak bekalmu, siang ini makan siang dengan saya dahulu."


"Baik Pak."


Selena sebenarnya enggak mengiyakan ajak makan siang Dexter, tetapi karena ini seperti perintah maka Selena bersedia.

__ADS_1


Tepat jam 12 siang, Dexter keluar dari ruangan kerjanya dan menuju meja Selena. Dia hendak mengajak Sekretarisnya makan siang. Karena ini pertama kalinya, Dexter mengajak orang lain makan siang, jadi ia memutuskan untuk tidak makan di kantin perusahaan.


"Ayo Selena. Sudah jam makan siang. Bawa pula tabletnya untuk mencatat yang sekiranya harus dicatat."


"Baik Pak."


Selena mengikuti Dexter memasuki lift, turun ke lobby dan menaiki mobil Dexter yang telah siap di lobby.


Walaupun posisi Dexter di perusahaan cukup tinggi, tapi sehari-hari dia membawa mobilnya sendiri, makan siang cukup di kantin perusahaan, dan tidak mengambil berbagai fasilitas yang perusahaan sediakan.


Di dalam mobil, keduanya juga hanya diam. Dexter fokus mengemudikan mobilnya, sementara Selena hanya melihat kondisi jalanan ibukota yang saat itu cukup lengang.


Setelah mengemudi selama 15 menit, sampailah mereka di cafe. Keduanya turun dari mobil dan mencari tempat duduk yang kosong, lantaran jam makan siang maka memang beberapa meja telah terisi. Hingga akhirnya, mendapatkan tempat duduk di lantai dua. Tempat duduk yang dekat dengan balkon dan pemandangan jalan rayanya.


"Ini Selena buku menunya, kamu bisa lihat-lihat dulu."


"Baik Pak."


"Jadi gimana Selena hampir seminggu kamu menjadi Sekretaris apakah ada kesulitan?" Ucap Dexter memulai pembicaraan dengan Selena.


"Kalau kesulitan nampaknya belum ada Pak, tapi memang masih banyak belajar."


"Menurut evaluasiku kerjamu sudah cukup bagus. Hasil notulen yang kamu buat juga detail dan sistematis."


"Terima kasih Pak."


"Kamu terbiasa membawa kotak bekal ya?" Tiba-tiba saja Dexter yang dingin dan cuek menanyakan hal di luar pekerjaan pada Selena.


"Oh itu. Iya Pak."


"Kamu memasaknya sendiri?"

__ADS_1


"Tidak Pak, Kakak saya yang selalu membuatkannya untuk saya." Selena kali ini berbohong, sebab bagaimana mungkin dia harus menjawab bahwa dia tinggal dengan pria yang tidak memiliki hubungan apa pun dengannya. Lagipula sosok Daniel yang hangat dan selalu menolongnya seperti seorang kakak yang melindungi dan menyayangi adeknya. Walaupun perasaan Selena kepada Daniel tidak seperti layaknya adik dan kakak.


"Oh Kakak kamu ya."


"Iya Pak."


"Maaf kalau saya lancang, kalau yang sering menjemput kamu itu siapa? Karena beberapa kali saya melihatnya."


"Dia teman saya Pak." Lagi-lagi Selena kebingungan harus menjawab apa. Orang yang mengantar dan menjemputnya setiap hari adalah Daniel. Tetapi, bagaimana ia mengatakan kebenarannya kepada orang lain. Sungguh, ia tak tahu harus berbuat apa.


"Oh begitu." Sahut Dexter singkat.


Kini makanan yang mereka pesan pun sudah tersaji di hadapan mereka. Keduanya lalu menyantap makanan mereka masing-masing. Keduanya fokus menyantap makanan mereka diiringi dentingan sendok dan garpu. Mereka canggung, Selena kali ini memberanikan diri untuk bertanya kepada atasannya itu.


"Maaf Pak, apa Bapak sering makan siang di kantin perusahaan?"


"Hemm, saya memang sudah makan siang di sana selama bekerja di Buana Corp."


"Oh, karena saya beberapa kali melihat Bapak makan siang di sana."


"Iya, itu saya. Kamu makan siang di sana juga?"


"Iya Pak, tapi lebih tepatnya menemani teman saya sih Pak. Saya makan kotak bekal saya di sana."


"Kalau sekarang kamu makan siang di sini, bagaimana dengan isi kotak bekalmu itu?"


"Oh, gak papa Pak. Saya akan kembali membawanya pulang."


Dexter hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Selena. Hari ini, Dexter merasa lebih dekat dengan Selena. Dia bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu. Wajah yang tidak pernah dia lupakan setiap hari. Sekalipun keduanya adalah orang yang berbeda.


Sesekali dia mencuri pandang pada Selena yang duduk di hadapannya. Semakin ia menatapnya, semakin hatinya sakit. Rasa kesepian, kecemasan, dan kerinduan yang dalam kembali merasukinya. Bayang-bayang wanita yang berada di sisinya 7 tahun yang lalu kembali muncul. Bentuk wajah, mata, dan bibirnya sama. Hanya Selena berambut hitam, sementara gadis yang pernah mengisi hari-harinya berambut cokelat. Selena pribadi introvet, sedangkan gadisnya dulu adalah gadis yang ramah dan ceria. Ah, takdir apa lagi yang akan Dexter hadapi kali ini? Saat ia merasa merasakan angin yang sejuk sepoi-sepoi dalam hidupnya hampir 5 tahun ini, kali ini agaknya sedikit badai kembali menerpa hidupnya. Apa yang akan terjadi di hari depan, ia sama sekali tidak mengetahuinya. Ia hanya berharap bahwa tidak ada hal-hal buruk yang terjadi di masa yang akan datang.

__ADS_1


__ADS_2