Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Hari Pernikahan


__ADS_3

 "Riak malam yang damai, tawa ceria di siang hari akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara tatkala semua ada dalam pernikahan."


Waktu yang semakin berjalan tak akan disia-siakan Daniel dan Selena, mengingat singkatnya waktu Daniel miliki. Hari ini, keduanya bersepakat untuk melangsungkan pernikahan keduanya.


Sesuai ajakan Daniel untuk segera menikahi Selena, kini hari yang dinantikan itu tiba. Daniel tidak menjanjikan banyak hal. Dia hanya akan memberikan hari-harinya untuk Selena. Mengasihi Selena di sepanjang hari yang ia miliki. Pun demikian dengan Selena, ia hanya berharap banyak hari yang akan ia habiskan bersama Daniel tidak hanya 70-60 hari saja, tetapi benar-benar hari yang panjang. Hari di mana mereka berdua bisa menua bersama, saling mengasihi hingga sampai waktu Tuhan memanggil keduanya. Pernikahan memang tidak selalu menjadikan kebahagiaan sepanjang waktu, masalah juga akan mendera seiring berjalanan pernikahan, tetapi dengan saling bergandengan tangan Selena dan Daniel percaya bahwa mereka akan selalu memperoleh kekuatan baru.


Di sebuah gereja kecil yang berada di dekat kediaman Selena. Selena bersiap dengan gaun putih dengan model sederhana, sebuah kerudung putih menutupi wajah ayunya yang telah di make up dengan look natural. Di tangannya ia menggenggam bunga mawar putih dan baby breath. Warna putih mendominasi pernikahan keduanya. Warna yang melambangkan kesucian dan ketulusan, seperti itulah cara Daniel dan Selena saling mencintai. Tidak ada motif tersembunyi dari cinta kasih keduanya. Hanya cintalah yang telah menyatukan keduanya.


Daniel merasa bahwa hanya dialah tulang rusuk yang kuat dan tepat bagi Selena. Dengan sepenuh hatinya, dia akan melindungi Selena. Bahkan Daniel tak segan untuk memberikan nyawanya untuk melindungi Selena. Esensi tertinggi dari mengasihi yang adalah pengorbanan itulah yang sedang Daniel berikan bagi Selena. Tidak peduli berapa banyak waktu yang tersisa, tetapi Daniel akan berusaha untuk melindungi dan membahagiakan Selena.


Sementara di altar pelaminan, Daniel tengah berdiri dengan mengenakan tuksedo berwarna putih. Pria itu berulang kali mengembangkan senyuman di wajahnya. Dia menunggu mempelainya tiba.


Tidak berselang lama, Selena memasuki altar pelaminan dengan digandeng oleh Ayahnya. Pernikahan keduanya tidak dihadiri banyak orang, hanya beberapa orang saja dan juga Dexter turut hadir dalam hari bahagia keduanya. Daniel dengan pandangan matanya yang berbinar-binar begitu melihat Selena, hingga akhirnya Ayah Selena menyerah tangan putri satu-satunya ke dalam genggaman tangan Daniel. Lalu, Daniel menerima tangan Selena dan menggenggamnya dengan erat. Senyuman kebahagiaan terpancar di wajah keduanya.


Akhirnya Pendeta menengadahkan tangan, memberkati keduanya, dan menyatukan keduanya dalam ikatan pernikahan yang kudus.


"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Ucap Pendeta itu lalu mempersilakan kedua mempelai untuk mengucapkan janji pernikahan mereka.

__ADS_1


Kedua mempelai saling berhadap-hadapan dan saling menggenggam tangan.


"Saya Daniel, mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”


Daniel mengucapkan janjinya dengan kesungguhan hati, hingga membuat Selena meneteskan air matanya.


Kini, giliran Selena yang mengucapkan janji pernikahan.


"Saya Selena, mengambil engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”


Derai air mata mengiringi setiap kata yang terucap ketika Selena menyatakan janjinya. Sementara Daniel senantiasa menggenggam tangan Selena dengan erat, ia seolah-olah menyalurkan kekuatan melalui pegangan tangannya. Sekali pun diiringi isakan tangis, tetapi Selena mampu menyelesaikan janji pernikahannya.


Usai janji pernikahan yang mengharukan, acara dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari tangan mempelai. Daniel menggenggam satu tangan Selena, lalu menyematkan cincin di jari manis Selena. Lalu, Selena pun melakukan hal serupa.


Pemberkatan pernikahan diakhiri dengan doa berkat dari Pendeta.


Usai semua prosesi selesai, Ayah Selena menghampiri Daniel dan memberi pelukan hangatnya.

__ADS_1


"Nak Daniel, selamat ya... Akhirnya cinta putri Ayah satu-satunya terbalas. Ayah sudah lega. Ayah percaya kepada Nak Daniel. Sekarang secara resmi, Ayah titipkan putri Ayah kepadamu. Doa Ayah hanya kalian bisa terus bersama, bahagia bersama hingga tua nanti. Saling mengisi satu sama lain. Terima kasih sudah menerima Selena."


Selena meneteskan air matanya mendengar perkataan Ayahnya. "Ayah... Terima kasih, Ayah." Ucap Selena sembari menghambur ke pelukan Ayahnya.


"Ayah yang berterima kasih, Nak. Karena kamu menjalani hidupmu dengan baik, kamu menemukan cintamu dan Daniel pun juga mencintaimu. Bahagia selalu ya Selena. Ini doa Ayah untuk kamu. Jangan lagi tinggal dalam kesedihan. Berbahagialah, karena kamu layak bahagia. Berbahagialah bersama Daniel." Ucap Ayahnya sembari mengusap lembut kepala Selena.


"Terima kasih Ayah. Selena sayang Ayah. Terima kasih karena Ayah merestui hubungan kami berdua."


Setelah itu kini Dexter yang memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.


"Selamat Selena, selamat Daniel. Kalian sudah berani melangkah. Jangan takut, hadapi konsekuensinya bersama-sama. Kalian pasti bisa. Jangan lupa mengharapkan 0,001% kemungkinan yang aku sampaikan. Aku berbahagia untuk kalian berdua dan aku berharap hari-hari yang indah akan menyertai selalu."


Selena menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Dexter. "Terima kasih Pak Dexter. Tanpa nasihat dari Pak Dexter, saya tak yakin akan berani mengambil keputusan sebesar ini. Melihat bagaimana bimbangnya saya, tetapi kini saya mendapat keberanian. Ya, bersama Daniel saya mendapatkan keberanian lebih. Apa pun yang akan terjadi di depan, akan kami lalui bersama. Semoga Dia berbelas kasihan kepada kami." Ucap Selena dengan sungguh-sungguh.


"Terima kasih juga Dexter. Aku juga berharap kebahagiaan akan datang menyapamu. Doaku tulus untukmu." Ucap Daniel sembari memeluk sahabatnya itu.


"Melihat kalian bahagia tentu itu sudah menjadi kebahagiaan bagiku juga, Dan. Juga ingatlah, jangan menganggapku seperti orang asing. Jadikan aku sahabat kalian, keluarga kalian. Aku akan senang menolong kalian berdua. Ingat itu."

__ADS_1


Daniel dan Selena pun menganggukkan kepalanya. Ya, mulai saat ini Dexter bukan orang lain bagi mereka berdua. Dexter lah yang meyakinkan mereka untuk berani melangkah.


__ADS_2