
"Hai engkau, yang Kuciptakan dengan segala keindahan. Engkau yang Kukasihi dan Kutempatkan di Kebun-Ku, Edenweis yang penuh bunga-bunga yang indah dan segala permata berharga seperti yaspis merah, krisolit, yaspis hijau, krisopras, nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Engkau yang kupercaya untuk menjalankan misi-Ku, tetapi Kau justru berlaku tidak setia.
Engkau tak bercacat cela sejak aku menciptakanmu, engkau memimpin kawanan untuk memuji-Ku, hingga akhirnya Aku mendapati engkau bercela di hadapan-Ku. Karena kau telah gagal dalam misi yang kutetapkan, semua hikmat dan keterampilan seni dalam dirimu akan Kumusnahkan. Aku akan mengusirmu dari kebun-Ku, hiduplah bersama manusia yang Kuciptakan tapi dalam setiap harinya, kau akan merasa tidak akan tahan di sana. Sampai hari penghakiman datang kepadamu."
Dexter terhenyak dari tidurnya, mimpi yang nyaris ia datangkan sepanjang malam. Mimpi yang seolah-olah tidak mengizinkannya untuk tidur sepanjang malam.
Dexter berdiri dari tempat tidurnya, berusaha mengambil air putih yang berada di dapur untuk menenangkan dirinya. Ia berjalan gontai, mengenang sepanjang hidupnya yang seperti berada di dalam lubang api.
***
Beberapa tahun yang lalu seorang malaikat muda yang begitu handal dalam hal seni diutus oleh Tuan Pemilik Kebun Bunga untuk menjaga makhluk ciptaan yang hidup di Kebun di seberang Sungai di Edenweis.
Malaikat muda itu dengan percaya diri menerima misinya dari Tuannya. Dia menerima misi untuk membuat Kebun itu semakin indah dengan seni yang ia miliki. Kepiawaiannya memainkan harpa di Edenweis menjadi penghiburan dan sukacita bagi Sang Tuan dan para pekerja di sana. Alunan petikan harpa nya juga membuat bunga-bunga menari-nari dalam buaian angin yang menerpanya. Dengan seni yang ia miliki, Sang Pemilik Kebun Bunga berharap Kebun di seberang sana semakin berwarna.
Malaikat muda ini menjalankan misinya dengan sepenuh hati, ia menjadi pemain piano, dan beberapa kali terlibat dalam pertunjukkan orkestra yang besar. Hingga satu kali, malaikat muda ini menerima misi baru untuk menjaga seorang gadis bernama Rebecca Louissa. Gadis muda yang ceria, memiliki semangat hidup yang tinggi, dan piawai dalam memainkan piano dan biola.
Hari-hari dijalani oleh malaikat muda ini untuk menjaga Rebecca sesuai dengan misinya. Akan tetapi, lama kelamaan sebuah perasaan tumbuh begitu saja dalam hati keduanya. Perasaan saling menjaga berubah menjadi saling menyayangi, saling memiliki.
Tanpa berpikir panjang, malaikat muda ini menjadikan Rebecca tunangannya. Hari-hari yang mereka lalui begitu bahagia, penuh keceriaan, kemesraan, dan rasa cinta yang tumbuh setiap harinya.
Hingga satu hari, terdapat keributan di kota mereka. Segerombolan pemuda nakal memasuki kota, memporak-porandakan kota, menembak sembarangan, hingga satu peluru bersarang di dada seorang gadis muda yang tengah berdiri di tepi jalan menanti kekasihnya.
__ADS_1
Doooorrrrrrr......
Bunyi tembakan itu memekikkan telinga para warga yang berada di sekitar kota ini.
Gadis yang berteka tembakan itu, mulai merasakan kedua kakinya melemah, pandangannya mulai kabur, dan keringat dingin keluar dari tubuhnya. Perlahan tapi pasti, gadis muda itu mulai terjatuh lunglai di tanah dengan satu tangannya memegangi dadanya yang terkena tembakan.
Datanglah kekasih gadis muda ini, dia berlari tergopoh-gopoh melihat gadisnya bersimbah darah. Dia mempercepat larinya, dengan sekuat tenaga dia berhasil merengkuh tubuh kekasihnya yang nyaris ambruk ke tanah.
"Sayang.... Sayang.... Bangun Sayang...." Teriak pemuda itu dengan air mata yang mengalir di wajahnya.
"Sayang.... Jangan tutup matamu. Lihat aku Sayang... Aku datang menjemputmu..." Dengan suara yang semakin parau akibat menangis, pria itu mengangkat tubuh kekasihnya membawanya ke rumah sakit terdekat.
"Tolong..... tolong..... tolong..... Siapa saja tolonglah kami."
Sejumlah perawat mendatangi pemuda yang berteriak-teriak meminta tolong ini, dan pihak rumah sakit dengan sigap menyediakan brankar dan mendorong wanita itu untuk mendapatkan penanganan.
Pemuda ini menunggu di ruang operasi, dengan air mata yang terus mengalir, dan perasaan bersalah karena membuat gadisnya menunggu hingga akhirnya terkena tembakan dari pemuda berandalan di kota itu. Andai dia tidak terlambat, Andai kekasihnya tidak menunggunya pasti semua ini tidak akan terjadi. Akan tetapi, nasi telah menjadi bubur, apa yang sudah terjadi tak bisa diulangi begitu saja.
Lama pemuda ini menunggu, dan ia mengeluarkan sapu tangan yang selalu ia bawa di sakunya. Sapu tangan putih dengan sulaman Bunga Mawar Ungu dan sayap malaikat berwarna silver yang menghiasi salah satu sisi sapu tangannya. Dia mengambil sapu tangan itu dan berharap ada keajaiban dari Tuhan, Sang Pemberi Hidup.
Akan tetapi, semua tidak seperti yang ia harapkan. Dokter berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di dada gadis itu, tapi tidak dengan nyawanya. Dokter memberi waktu kepada pemuda itu untuk masuk menemui kekasihnya selama 5 menit.
__ADS_1
Dengan wajahnya yang sembab, pemuda itu memasuki ruang operasi. Kekasihnya terbaring lemas di sana. Dia duduk di sisi kekasihnya, menggenggam tangannya.
"Sayang.... ku mohon bertahanlah." Suaranya lirihnya membuka sang gadis membukakan matanya sesaat dan dia membuka suaranya yang sangat lirih.
"Aku tahu kamu malaikatku, hiduplah bahagia. Walau kita tak bersama, cintaku sangat besar untukmu. Aku cinta kamu."
Tuuuuuuttttttt.......
Salah satu bunyi peralatan kesehatan yang berada di sana. Gadis itu menutup matanya dan tangannya lemas dalam genggaman kekasihnya.
"Tidak Sayang.... Kau tidak boleh seperti ini. Kau tidak boleh meninggalkanku. Aku mencintaimu...." Tangisan menggema di ruangan itu. Raungan kehilangan menggema di seluruh ruangan itu.
Dengan langkah gontai dan wajahnya yang sembab, pria muda ini turut memakamnya kekasihnya. Menggunakan setelan jas hitam dan membawa Bunga Tulip di tangannya. Di pusara gadisnya ia menaruh Bunga Tulip itu, dan ia berkata "Beristirahatlah kekasih jiwaku. Bunga Tulip ini mewakili perasaan cintaku yang tulus dan sangat dalam untukmu. Aku gagal karena aku seharusnya menjagamu, tetapi aku justru mencintaimu. Cintaku yang besar membuat Tuhan cemburu, Dia tidak ingin melihat itu, hingga akhirnya Dia mengambilmu dari sisiku. Kau mengetahui aku ini malaikat, tetapi kau hanya diam dan justru memilih tetap berada di sisiku dan mencintaiku. Sungguh Aku mencintaimu. Sangat Aku mencintaimu."
Ucapan cinta yang penuh kesedihan itu, ia ucapkan dengan duduk di tanah dan beberapa kali ia mencium sebuah nisan bernama.
Rebecca Louissa
1988 - 2015
Satu kesalahan yang dilakukan oleh malaikat muda itu yaitu jatuh cinta. Satu kesalahan yang membuatnya kehilangan orang yang sangat dikasihinya, dan ia pun dibuang oleh Tuannya dari Kebun Edenweis. Malaikat muda ini menjadi manusia yang hidup di bumi, tetapi setiap hari hidupnya tidak ada kebahagiaan. Ia seperti berada di dalam lubang api. Pemuda ini meninggalkan semua bakat seninya, dan mulai mempelajari bisnis dan manajemen. Meninggalkan bidang seni yang membuatnya kehilangan kekasihnya, dan dalam 7 tahun pemuda ini menjadi seorang Direktur muda dengan kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi. Direktur muda yang tidak merasa bahagia dalam hidupnya, hidup dalam kesendirian, dan kedinginan. Ya, dialah Dexter Anthonius. Malaikat yang jatuh dan kini menjadi manusia, tetapi sama sekali tidak merasakan manisnya kehidupan.
__ADS_1