
Selena benar-benar tidak mengetahui situasi apa yang tengah ia hadapi saat itu. Bersama pria asing, sangat membuatnya canggung. Terlebih, dia tak tahu banyak tentang pria di hadapannya itu. Namun, karena Selena tahu bahwa pria bernama Daniel itu telah menolongnya, maka Selena sebisa mungkin bersikap sopan dan memanggilnya "Tuan", tetapi justru pria itu memintanya untuk memanggilnya dengan namanya saja, " Daniel. Ya, cukup Daniel!"
"Maaf, aku tidak bisa memanggil Anda dengan nama Anda. Bagaimana pun Anda orang yang berjasa bagi saya. Anda yang menolong saat kemarin hingga sekarang ini Anda yang menjaga saya. Sangat tidak sopan, bila saya memanggil Anda dengan nama Anda." Ucap Selena yang tengah selesai dengan sarapannya.
"Jangan merasa berhutang apa pun kepadaku. Justru aku yang akan merasa tidak enak hati, kalau kau memanggilku Tuan. Aku bukan Tuan, aku hanya pelayan sesungguhnya." Jawab Daniel yang mengatakan bahwa ia ini adalah pelayan. Ya, ia hanyalah pelayan Tuannya.
"Mana mungkin Anda pelayan? Penampilan Anda terbilang sangat keren untuk seorang pelayan. Anda terlihat seperti Tuan Muda malahan." Kali ini Selena menilai penampilan Daniel yang dinilai tidak cocok bila pria itu adalah pelayan.
Dalam hatinya Selena berkata, "Mana ada pelayan memiliki wajah dengan fitur sempurna seperti ini. Iris matanya cokelat hazel, hidungnya mancung sempurna, bibirnya merah seperti bunga mawar. Ia juga mengenakan pakaian yang tidak seperti pelayan. Tidak mungkin pria ini adalah pelayan."
"Anda bekerja di mana?"
__ADS_1
Kembali Selena bertanya kepada Daniel masih menggunakan pemakaian bahasa yang sopan.
Daniel pun terdiam, dia bingung harus berkata apa, tapi sebagai malaikat bukankah tidak boleh berbohong? Malaikat dengan naturnya yang suci sebagai makhluk surgawi tidak akan bisa berbohong.
"Bunga.... ya bunga.... Aku mengelola bunga." Jawab Daniel dengan wajah datar.
"Oh, Anda pemilik toko bunga? Anda seorang Florist?"
Selena pun nampak bingung, bagaimana pria keren di depannya ini tidak tahu apa itu Florist.
"Florist itu adalah orang-orang yang pekerjaannya merangkai bunga, baik itu bunga segar mau pun bunga imitasi dalam bentuk karangan bunga, buket, boutonnieres, korsase atau apa pun yang diminta oleh klien. Ya, bisa dibilang Florist itu dekorator bunga." Penjelasan Selena panjang lebar tentang arti Florist kepada Daniel.
__ADS_1
"Oh, Florist itu seperti itu."
Sahut Daniel sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Tapi dia kan tidak mendekorasi bunga juga, lalu bagaimana ini?
"Sebenarnya dulu aku bekerja langsung di kebun bunga, jadi bukan mendekorasi bunga. Aku sangat suka merawat tanaman terkhusus bunga. Itulah pekerjaanku." Daniel kembali menjawab Selena dengan jujur, dia tidak berniat untuk berbohong, karena malaikat kan tidak boleh/tidak bisa berbohong.
"Oh, jadi Anda bekerja langsung di kebun bunga ya? Oh, karena tadi Anda menyebut bunga, jadi saya pikir Anda Florist." Selena tak habis pikir untuk seorang yang bekerja di kebun bunga bisa membayar biaya perawatannya di kamar VIP. Apakah iya, orang yang bekerja di kebun bunga memiliki orang sebanyak itu.
"Bukan Selena. Aku pun bekerja untuk orang lain, jadi aku adalah pelayan. Karena itu, jangan memanggilku Tuan. Sapaan itu terlalu tinggi untuk orang sepertiku."
Selena semakin penasaran orang seperti apa yang telah menolongnya itu, mengapa orang di hadapannya ini begitu rendah diri dan menganggap dirinya hanyalah pelayan. Padahal wajah dan penampilannya sama sekali tidak menggambarkan bahwa ia adalah pelayan.
__ADS_1