
Bertahan dalam cinta beda dunia adalah sesuatu yang berat. Hasrat hati ingin memperjuangkan, akan tetapi semuanya terbentur dengan hukum alam yang mutlak. Hati ingin dimiliki dan mencintai, namun apa daya semuanya tak mungkin tergapai. Sesuatu yang menjadikan dilema dalam hati Selena. Bertahan pun susah, bila meninggalkan hatinya masih ingin bersama dengan Daniel.
Kali ini tidak ada air mata yang keluar dari mata Selena, sekali pun hatinya terguncang hebat, tetapi ia menahan semuanya.
"Dan, bisakah kau sekarang meninggalkanku lebih dulu? Aku perlu waktu sendiri untuk mencerna semuanya." Ucap Selena dengan tertunduk lesu.
"Tidak bisa, Selena... Aku akan di sini, aku akan menemanimu. Sudah menjadi tugasku untuk menjagamu." Sahut Daniel. Sekali pun Selena meminta waktu sendiri, tetapi Daniel bersikeras untuk tidak meninggalkannya. Daniel akan tetap menemani di sisinya.
Walau pun Selena memintanya pergi, tetapi Daniel masih berada di situ. Tak sedikit pun ia beranjak dari sisi Selena.
"Mengapa kau membuatku lebih sulit, Dan? Mencintaimu dalam diam pun tidak bisa. Memintamu kepada Tuhan pun, kau melarangnya. Lalu, aku harus bagaimana sekarang?" Gumam Selena dalam hati sembari ia pandangannya menatap kosong ke depan.
"Jangan bersedih, Selena. Dia yang merencanakan semua ini, Dia juga yang akan memberikan solusi untuk kita." Kembali Daniel berkata, dan menolehkan pandangannya kepada Selena.
Selena menghela nafasnya perlahan. "Tetapi, aku merasa ini semua tidak adil. Dia memberiku kebahagiaan, membuatku bersukacita, tetapi Dia kembali menjatuhkanku dalam lubang kesedihan." Senyum getir pun menghiasi wajah ayu, Selena.
"Tidak Selena. Rencana-Nya tetaplah yang terbaik untukmu." Sahut Daniel.
"Dan..." Ia memanggil nama Daniel perlahan. "Sebelumnya apakah ada malaikat sepertimu yang diutus untuk turun ke Bumi dan menjaga seseorang? Jika ada, apakah misi malaikat itu selesai? Akan tetapi, apa yang terjadi bila malaikat itu justru jatuh cinta?"
Kali ini Selena hanya ingin tahu, apakah sebelumnya ada malaikat yang turun ke Bumi dan menerima misi seperti Daniel.
Daniel pun mencoba mengingat-ingat, di Edenweis seorang temannya pernah menceritakan tentang seorang malaikat muda yang diutus, tetapi hingga kini malaikat itu tak pernah kembali lagi ke Edenweis.
"Aku kira pernah... Temanku di sana pernah mengatakan bahwa ada seorang malaikat muda yang diutus untuk menjaga seorang gadis. Malaikat muda yang memiliki talenta dalam bidang seni. Di sana, malaikat muda itu selalu bermain harpa. Entah kapan tepatnya, tetapi malaikat muda itu diutus untuk menjaga seorang gadis dan sampai sekarang malaikat itu tidak pernah kembali. Aku sendiri pun tidak tahu apa yang terjadi pada malaikat itu. Seorang temanku berkata, mungkin malaikat itu gagal dalam menjalankan misinya, sehingga ia dilenyapkan." Cerita Daniel sembari ia mengingat-ingat cerita dari temannya tentang malaikat muda yang diutus ke Bumi.
__ADS_1
"Apa? Dilenyapkan? Mungkinkah itu terjadi?" Tanya Selena dengan matanya membelalak, ia nampak terkejut bagaimana mungkin seorang malaikat bisa dilenyapkan.
"Iya, benar. Aku mendengar malaikat bisa diusir dan dilenyapkan. Keberadaannya tidak akan ditemukan sama sekali."
"Bisakah seorang malaikat menjadi manusia, Dan?" Selena kembali bertanya, banyak hal dalam pikirannya untuk harus ia dapatkan jawabannya.
"Entahlah. Mungkin malaikat itu hanya bisa tinggal di Bumi ini dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Hidup menyerupai manusia, hingga akhirnya mereka pun lenyap."
Selena semakin berpikir, banyak sekali rahasia malaikat yang tidak ia ketahui, dan sekarang perlahan-lahan ia pun mengetahuinya. Walau pun dengan cara, ia harus menerima kenyataan bahwa Daniel adalah seorang malaikat yang tak akan pernah dia miliki.
"Baiklah kalau begitu Dan, aku akan kembali ke dalam. Aku akan menemani Ayah."
Selena beranjak dari duduknya dan berjalan dengan gontai menuju ruang tempat Ayahnya dirawat. Hatinya sakit dan terluka, tetapi ia menenangkan dirinya sendiri. Ia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Kenapa lagi, Dan?"
Tanpa berucap satu patah kata pun, Daniel melangkahkan kakinya, mendekat pada Selena, lalu memeluk erat Selena.
Sementara Selena hanya terdiam. Ia sama sekali tak membalas pelukan Daniel.
"Maafkan aku, Selena. Jika tanpa sengaja aku telah masuk ke dalam kehidupanmu dan membuatmu dalam dilema seperti ini. Maafkan aku..." Ucap Daniel sembari terus memeluk Selena.
Selena pun hanya bisa berdiam, sungguh sikap Daniel seperti inilah yang sering membuatnya menaruh perasaan kepada Daniel.
"Sudah, lepaskan aku, Dan... Ini tidak benar." Ucap Selena perlahan.
__ADS_1
Selena seperti membeku di tempatnya, sementara Daniel masih enggan melepaskan pelukannya.
"Biarkan aku memelukmu sedikit lebih lama, Selena... Dan, maafkan aku... Gara-gara aku, semua ini terjadi." Sahut Daniel.
"Tidak ini bukan salahmu. Takdirlah yang seolah mempermainkan kita berdua." Balas Selena.
Setelah sekian menit berlalu, Daniel pun melepaskan pelukannya. Dan, Selena segera berbalik. Ia sama sekali tak ingin menatap Daniel. Selena lebih memilih meninggalkan Daniel, ia melangkahkan kakinya memasuki ruang perawatan Ayahnya.
Daniel pun masih berdiri di tempatnya, ia menatap punggung Selena yang kian menjauh.
*Mengapa semakin pelik ya Tuhan... Akan kemana jalannya kisah ini? Kami dari dunia berbeda, dia manusia, sedangkan aku tidak. Dia memiliki kehendak bebas, sedangkan aku sama sekali tidak bisa menentukan kehendakku. Dia merupakan ciptaan tertinggi, sementara aku diciptakan untuk melayani. Semua ini adalah hukum yang mutlak, yang tidak bisa diterobos begitu saja.
Maafkan aku, Selena. Aku akan mencari tulang rusuk untukmu. Tulang rusuk yang kuat, yang mampu melindungi dan menjagamu. Mengisi hatimu dengan cinta yang baru. Semoga kamu mendapatkan pasangan yang layak, sepadan, dan seimbang untukmu. Maafkan aku, Selena. Sampai kapan pun, aku tak bisa membalas perasaanmu. Sekali pun, aku menginginkan membalas perasaanmu, tapi melawan takdir dan kehendak-Nya justru membuat kita menerima hukuman yang tak terelakkan. Kau akan menderita, aku pun juga. Sementara aku tak ingin kamu menderita. Sudah banyak kesedihan dalam hidupmu, berbahagialah Selena. Kamu layak bahagia. Aku hanya akan menjagamu dan memastikan menjalankan misiku hingga selesai. Mengisi hatimu dengan cinta, itu lah misi terakhirku, Selena. Akan aku penuhi untuk menyelesaikan misi itu*.
Daniel sungguh-sungguh berdoa dalam hati. Tetap berdiri di tempat tanpa mencoba untuk melawan takdir dan menjalaninya adalah pilihan yang terbaik. Dengan cara inilah, Selena bisa selamat, begitu juga dengan Daniel. Dengan demikian, Selena kemungkinan akan bahagia ke depannya, dan ia pun akan berhasil menyelesaikan misinya.
***
Dear All,
Mampir ke karya teman aku ya...
Sold - R. Angela
__ADS_1