
Kedua orang yang tengah berdua di Cafe itu telah menyelesaikan makan malamnya, tidak ada kecanggungan lagi di antara keduanya. Keduanya bisa melupakan sejenak berbagai hal yang telah terjadi selama 3 hari belakangan dan terlihat senyum mengembang di wajah keduanya.
Usai makan malam bersama, Daniel teringat lemari es nya yang tidak terisi apapun, maka Daniel berniat ke mini market yang berada di depan apartemennya untuk membeli makanan, buah, dan sayuran yang bisa disimpan di dalam lemari es. Daniel juga memikirkan Selena, mungkin ada barang yang perlu ia beli, Selena bisa sekaligus membelinya.
"Aku keliatannya akan mampir ke mini market sebentar untuk mengisi lemari es yang kosong. Kamu mau ikut denganku atau kembali terlebih dahulu ke apartemen?" Tanya Daniel kepada Selena dan memberinya kebebasan untuk memilih ingin menemaninya atau kembali ke apartemen.
Sekalipun dalam kasus ini, Daniel yang lebih berkuasa, tapi ia tidak bertingkah sesuka hatinya. Dalam apapun yang akan ia lakukan, ia selalu menanyakan kepada Selena dan membiarkan gadis itu untuk membuat pilihannya.
"Bolehkah aku ikut?" Tanya Selena kepada Daniel.
"Tentu boleh saja."
Keduanya bersama-sama menuju mini market yang berada tepat di apartemen itu. Mereka disapa pramuniaga dengan ramah, "Selamat Datang.... Selamat belanja...."
Daniel dan Selena membalas ucapan salam dari pramuniaga itu dengan tersenyum ramah.
Daniel mengambil keranjang belanjaan dan mulai melihat-lihat apa saja yang bisa dibeli dan disimpan di dalam lemari es nya. Karena tidak tahu apa saja yang harus dibeli, dia kini bisa mengandalkan Selena yang menemaninya. Dia akan meminta tolong kepada Selena untuk membeli apa saja untuk memenuhi lemari es itu. Lagi pula, Selena lah yang akan lebih banyak menggunakan barang-barang yang tersedia di lemari es itu nantinya.
"Selena, Selena sini." Panggil Daniel kepada Selena yang sedang berdiri agak jauh darinya.
"Apa saja yang harus kita beli dan menyimpannya dalam lemari es itu? Ayo, bantulah aku." Ucap Daniel dengan penuh kepolosan.
"Hmm, kamu tidak tahu ya apa saja yang akan dibeli?" Lagi dan lagi Selena bertanya kepada Daniel, karena menurutnya cowok itu tidak mau mengetahui tentang hal-hal yang sepele mulai dari memesan taksi online, menekan tombol lift, cara memesan makanan di cafe, dan sekarang untuk urusan belanjaan yang akan di simpan di lemari es.
__ADS_1
Pikiran Selena berkecamuk, mengapa pria sesempurna Daniel justru seperti orang yang berasal dari Planet Mars! Penampilan dan wajahnya tidak dibarengi pengetahuannya akan berbagai hal kecil dalam hidup. Selena mendengus, dan ia berjalan mendekati Daniel.
"Aku akan memilih beberapa barang yang bisa disimpan di lemari es. Biar aku yang bawa keranjang belanjaannya." Selena mengulurkan tangannya dan hendak mengambil keranjang belanjaan yang tengah dipegang oleh Daniel.
"Jangan dong, biar aku yang memegang keranjang ini. Kamu cukup ambil apa saja yang bisa kita simpan di lemari es. Oke?"
"Oke, baiklah."
Akhirnya Selena mulai mengambil mie instan, telor, minuman dalam kemasan botol, susu, biskuit, dan beberapa camilan yang akan ia simpan di dapur.
Lalu, Daniel menunjuk beberapa buah yang berada di dalam lemari es di mini market dan meminta Selena membelinya.
"Jangan lupa beli buah juga. Buah bagus untuk kesehatan kan. Beli anggur, apel, pir, dan lemon itu." Ucap Daniel mengingatkan Selena membeli beberapa buah, karena ia membaca di sebuah artikel bahwa buah baik untuk kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh.
Keranjang belanjaan yang tadinya kosong kini telah terisi dengan berbagai makanan, minuman, dan buah-buahan.
"Kamu tidak membeli apa-apa Daniel?" Tanya Selena, sebab sedari tadi hanya dirinya lah yang memasukkan berbagai makanan dan minuman ke dalam keranjang belanjaan itu.
Daniel tahu maksud dari Selena, tapi bagaimana pun dia tidak tertarik dengan semua makanan dan minuman yang ada di situ. Akan tetapi, untuk menjaga Selena supaya tidak berpikiran aneh-aneh, akhirnya Daniel memutuskan membeli sesuatu. Ya, Daniel memutuskan untuk membeli cokelat, makanan kesukaannya.
"Oh, tentu akan juga berbelanja. Aku harus membeli banyak cokelat. Heheheh...."
Daniel menuju tempat cokelat berada, dia mulai membeli cokelat dari berbagai merek dan varian. Apa cokelat dengan hazelnut, cokelat dengan mete, dark chocolate, dan ia juga membeli minuman instan dengan rasa cokelat. Semua itu dia masukkan ke dalam keranjang belanjaan.
__ADS_1
Selena tertawa melihat Daniel yang antusias membeli berbagai cokelat.
"Selain cokelat tidak ada lagi?" Tanya Selena dengan senyum di wajahnya.
"Mungkin ini dulu, kalau ada yang perlu kubutuhkan aku bisa turun ke sini lagi." Sahut Daniel.
Selena pun menganggukkan kepala mendengar jawaban Daniel, ya memang letak mini market ini dekat jadi kapanpun bisa kembali ke sana, dan mini market itu buka 24 jam, jadi apabila membutuhkan sesuatu tidak perlu jauh-jauh membelinya.
"Oh, iya apa yang ingin kamu beli, ambil saja Selena. Perlengkapan mandi atau sebagainya ambil saja ya, kan bisa saja kamu tidak cocok dengan sabun mandi atau apa pun yang ada di apartemen, kamu bisa membelinya." Daniel menyuruh Selena membeli apa pun yang ingin dibelinya, tidak perlu sungkan.
"Iya, Terima kasih Daniel. Keliatannya aku tidak membutuhkan itu karena sabun mandi di sana masih banyak, lagipula sabun mandinya beraroma bunga yang sangat harum, aku akan memakainya saja." Balas Selena dengan senyumannya yang manis.
"Oke, kamu boleh memakainya sampai habis. Apakah sudah? Ada lagi enggak yang perlu kamu beli?"
"Karena ini sudah banyak, lebih baik kita membayarnya. Lagi pula, bila sesuatu habis aku bisa turun lagi ke sini dan membelikannya untukmu bukan? hehehehe" Kali ini Selena tertawa bahagia di hadapan Daniel.
Selena hanya membayangkan betapa tidak tahunya Daniel dengan banyak hal, jadi memang Selena hanya mencoba sedikit menggodanya dengan tertawa di depannya.
"Hmm, Oke. Aku pikir itu ide yang bagus." Jawab Daniel dengan ketawa juga.
Daniel segera menuju tempat kasir untuk membayar barang-barang yang dibelinya. Setelah belanja di mini market, keduanya memutuskan untuk kembali ke unit untuk memasukkan semua barang belanjaan untuk disimpan di lemari es.
Daniel dan Selena keluar dari mini market dengan membawa 3 plastik belanjaan. Keduanya nampak bahagia dengan hal sederhana yaitu belanja isi lemari es di mini market terdekatnya. Dalam 3 hari, baru kali ini Daniel melihat senyum bahkan tawa terlihat di wajah Selena. Senyum dan tertawa yang tidak dipaksakan. Senyum yang membuat wajah Selena menjadi lebih bercahaya seperti sinar rembulan yang cerah, seperti namanya, Selena.
__ADS_1