Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Cerita Dexter


__ADS_3

Beberapa hari tak bertemu Selena memang membuat suasana kantor terasa berbeda. Walau pun tidak dekat, nyatanya kehadiran seseorang memberi arti dan warna tersendiri bagi orang lainnya. Begitu juga Dexter, cukup dengan kehadiran Selena, hati Dexter merasa sedikit lebih tenang.


Seperti yang dijanjikannya tadi pagi ketika ia datang, siang ini ia mengajak Selena untuk makan siang bersama. Lantaran tidak enak hati, maka Selena pun menyetujui untuk menemani Dexter makan siang.


Di Cafe yang udah beberapa kali Dexter datangi, keduanya memilih menu nasi goreng seafood dan es teh.


"Bagaimana kabarmu Selena setelah tiga hari ini?"


Tanya Dexter memecah keheningan di antara keduanya.


"Ah, saya baik Pak."


"Tetapi kenapa wajahmu menandakan kamu sedang tidak baik-baik saja?"


"Tidak ada apa-apa kok Pak."


"Kau bisa bercerita padaku apa pun itu, aku kan sudah menyetujuinya kalau di luar perusahaan kau bisa menganggapku sebagai teman bukan?"


Dengan ragu-ragu, Selena mencoba sedikit bercerita dengan Dexter, sekaligus ada pertanyaan yang tidak masuk akal tentang malaikat yang turun ke Bumi.


"Hmm, Pak Dexter apa Bapak percaya kalau seorang malaikat bisa turun ke dunia?"


Dexter nampak terkejut dengan pertanyaan Selena. Baru ini kali, sekretarisnya itu bertanya sesuatu di luar pekerjaan kepadanya. Dexter nampak mengerutkan keningnya, mungkinkah Selena mengetahui fakta tentang malaikat yang turun ke dunia?


"Kenapa Selena? Apa kau bertemu seorang malaikat?" Tanya Dexter sembari meminum minumannya.


"Ah, tidak... Hanya saja mungkinkah malaikat turun ke dunia? Saya hanya memikirkan itu Pak. Tidak ada maksud lain." Jawab Selena sembari menyembunyikan keresahannya.


"Bagaimana jika itu mungkin?" Kembali Dexter bertanya kepada Selena, dan kali ini Dexter memberikan kemungkinan bahwa mungkin saja seorang malaikat turun ke dunia.

__ADS_1


Selena sejenak menghembuskan nafasnya, "Entahlah Pak, beberapa hari ini saya selalu memikirkan itu. Rasanya mustahil, tetapi bagaimana jika itu terjadi?" Jawab Selena sembari ia mengaduk-aduk es teh nya dengan pipet di tangannya.


"Kamu mau mendengar ceritaku, Selena?"


"Iya, mau Pak. Silakan, saya akan mendengarkan."


"Aku pernah mendengar cerita... Bertahun-tahun yang lalu ada cerita yang mengatakan bahwa Tuhan mengirimkan malaikatnya untuk turun ke dunia. Dia memilih satu di antara banyak malaikat yang ia miliki, untuk menerima dan menjalankan misi-Nya. Mengapa Dia bisa memilih malaikat? Karena malaikat adalah seorang pelayan, yang tugasnya melayani. Apakah ada kriteria malaikat yang diutus itu? Tentu ada, tapi tetap saja hanya Dia yang tahu, dan Dia berkenan mengutus siapa saja yang mau Dia utus. Nah, beberapa tahun lalu aku mendengar ada seorang malaikat muda yang diutus Tuhan. Malaikat muda yang piawai dengan seni dan musik. Suatu hari, saat malaikat muda tengah memainkan harpa di siang hari yang sejuk, Tuhan memberikan misi kepadanya untuk menjaga seorang gadis yang juga memiliki talenta dalam bidang seni."


Dexter sedikit menghela nafasnya, lalu ia melanjutkan cerita.


"Malaikat muda itu tanpa banyak perhitungan mau menerima misi itu, dengan segera Tuannya mengantarnya turun ke Bumi. Awalnya malaikat muda itu berhasil dengan misinya, untuk menjaga seorang gadis muda yang cantik dan ia adalah seorang pianis yang begitu berbakat. Akan tetapi, suatu hari malaikat muda itu telah melakukan satu kesalahan, ia jatuh cinta dengan gadis muda yang dijaganya itu. Hingga suatu hari, hukuman dari-Nya tak bisa dielakkan. Dia mengambil gadis muda itu dari sisi-Nya. Dan, kini malaikat muda itu terjebak dalam dunia manusia, semua yang dia lakukan hanyalah kesia-siaan. Pagi datang, malam menjelang, hari berganti, begitu seterusnya, tetapi hidupnya telah kehilangan arah dan tujuannya. Ia datang hidup di tengah lubang api dan siap terbakar kapan pun. Itulah cerita yang pernah kudengar tentang malaikat muda itu." Sesungguhnya itu adalah cerita tentang Dexter sendiri, tetapi tidak mungkin ia menjelaskan secara gamblang bahwa ia adalah malaikat yang jatuh itu.


Selena mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang diceritakan oleh Dexter.


"Berarti malaikat memang bisa turun ke dunia manusia?" Tanya Selena.


"Tetapi bagaimana jika kasusnya terbalik, bagaimana bila manusia itulah yang justru jatuh hati kepada malaikat itu?" Lagi tanya Selena.


Dexter sejenak menatap Selena, ia hanya mengira-ira apakah Selena bertemu seorang malaikat dan jatuh cinta kepadanya?


"Apakah kau bertemu malaikat dan jatuh cinta kepadanya?" Tanya Dexter menyelidik kebenaran yang mungkin saja Selena sembunyikan.


"Ah, tidak. Bukankah itu konyol?" Kali ini Selena justru tertawa, ia sungguh menyadari bukankah konyol jatuh cinta kepada seorang malaikat?


"Jika itu memang bukan kau, sebaiknya jangan lakukan sebelum keduanya mendapatkan hukuman dari Tuhan." Kali ini Dexter serius memperingatkan Selena.


"Kalau gadis itu hanya menyembunyikan perasaannya? Tanpa mengharapkan perasaannya terbalas bagaimana?"


"Tetap saja semua ada konsekuensinya, Selena. Apa kau tidak takut dengan konsekuensi yang bisa kau terima?"

__ADS_1


"Entahlah Pak... Aku merasa seperti orang yang bodoh sekaligus konyol akhir-akhir ini." Selena tersenyum getir. "Mungkinkah takdir mempermainkan hidup seseorang?" Ada nada kekecewaan dalam ucapan Selena.


"Tidak! Tidak ada takdir yang mempermainkan hidup seseorang. Itu tidak ada. Karena semua yang terjadi di bawah kolong langit ini adalah seizinnya. Matahari terbit dan terbenam karena izinnya, begitu juga manusia. Semua yang terjadi dalam hidup manusia karena izin-Nya. Tidak ada satu hal pun yang terjadi di luar kendali-Nya." Penjelasan Dexter panjang lebar, sembari bola matanya menatap Selena.


Sementara Selena mulai berpikir langkah yang akan ia ambil ke depannya nanti.


"Tetapi, bukankah perasaan suka itu tumbuh karena izin-Nya? Bila Dia memberikan rasa cinta, menumbuhkannya, mengapa harus ada hukuman dibalik semua itu?" Kembali Selena mengajukan pertanyaan kepada Dexter.


"Entahlah Selena, kalau itu aku pun tidak tahu. Tetapi, satu hal yang pasti. Manusia haruslah hidup berdampingan dengan manusia, bukan dengan makhluk lain..."


Mendengar ucapan Dexter, Selena teringat kepada ucapan Daniel, dengan segera gadis itu memotong perkataan Dexter. "... Karena itu hukum yang mutlak. Benar begitu bukan Pak?" Sembari Selena mengangkat alisnya.


Dexter menganggukkan kepalanya, "Ya, karena itu hukum yang mutlak, dan kamu sudah tahu itu."


Selena pun akhirnya terlihat pasrah, bukan karena cinta pertamanya tak terbalas, tetapi usaha untuk memperjuangkan cinta pertamanya pun agaknya seperti menjaring angin, sia-sia belaka.


"Saya sudah tahu jawabannya Pak. Terima kasih sudah mau menanggapi pertanyaan Saya yang terkesan konyol ini." Kali ini Selena mantap untuk mengakhiri pertanyaannya, lagi pula ia pun sudah tahu jawabannya dan harus berbuat apa ke depannya.


"Senang bisa menjawab pertanyaanmu, Selena. Dan, kau bisa menanyakan apa pun kepadaku, aku akan senang menjawabnya." Sahut Dexter dengan mengembangkan senyuman di wajahnya.


***


Dear All,


Mampir di karya teman aku ya...


Cinta Buta karya Redwhite


__ADS_1


__ADS_2