
Pagi ini, Daniel kembali mengantarkan Selena ke tempat kerjanya. Sekali pun, hubungan keduanya tidak cukup baik seperti sedia kala, tetapi Daniel tetap menolong Selena sebisa mungkin, termasuk urusan berangkat dan pergi ke kantor, Daniel selalu siaga untuk mengantar dan menjemput Selena.
"Nanti sore pulang seperti jam biasanya kan?" Tanya Daniel begitu Selena hendak turun dari mobil.
"Iya, jam 5 sore seperti biasa. Kenapa Dan? Aku bisa juga pulang sendiri, kamu tidak perlu mengantar dan menjemputku setiap hari." Balas Selena sembari sedikit menatap Daniel.
"Bisakah aku meminta tolong?" Tanya Daniel.
"Iya boleh..."
"Bisa sampaikan kepada Dexter kalau nanti sehabis pulang kerja, aku ingin mengobrol dengannya. Dan, untuk itu kamu bisa pulang sendiri malam ini?" Tanya Dexter sekalipun ia ragu dengan keputusannya hari ini. Sungguh, ia tidak tenang membiarkan Selena pulang kerja dengan menaiki bus kota, tetapi ia memiliki sesuatu yang penting untuk dibahas dengan Dexter.
"Oke baiklah... Aku akan sampaikan kepada Pak Dexter nanti. Juga tidak masalah kok, bila aku nanti pulang sendiri. Jangan khawatir, karena aku pun bisa pulang sendiri, Dan." Ucapnya sembari mengutas senyuman.
Setelah itu, Selena bergegas masuk ke dalam kantor perusahaannya dan ia bertemu Putri, ketika menunggu lift.
"Hai Put, gimana kabarnya?" Sapa Selena dengan ramahnya.
"Hai, kamu di sini. Baik dong pastinya. Nanti siang makan bareng yuk, di kantin aja. Kangen nih sama kamu." Ajak Putri kepada Selena.
"Iya boleh... Nanti siang ya."
Keduanya pun lalu berpisah, Putri bekerja di Divisi Finansial di lantai 5, sementara Selena menjadi sekretaris Dexter di lantai 7.
Setibanya di meja kerjanya, Selena memastikan apa saja yang menjadi laporan hari ini. Sembari menunggu Dexter, karena pesan yang diberikan Daniel tadi.
Tidak berselang lama akhirnya Dexter pun tiba di ruangannya. Selena segera berdiri dan menyambut Dexter.
"Pagi Pak Dexter..." Sapa Selena.
"Iya, Pagi..." Sahut Dexter.
"Pak, maaf saya mendapat titipan pesan dari Daniel untuk Bapak. Nanti sore sepulang kerja, Daniel ingin mengobrol sama Bapak apakah bisa?" Ucap Selena dengan sungkan, bagaimana pun Dexter adalah atasannya jadi sudah wajar apabila Selena sungkan.
__ADS_1
"Oke bisa, sampaikan saja kepada Daniel untuk menemuiku di cafe yang dulu itu. Jam 5 seusai jam kerja selesai, aku akan ke sana."
"Baik Pak. Akan saya sampaikan kepada Daniel."
"Oh, iya. Apakah kamu juga ikut Selena?" Tanya Dexter sebatas memastikan.
"Tidak Pak. Daniel bilang ingin ngobrol serius dengan Pak Dexter."
Mendengar ucapan Selena, Dexter pun nampak sedikit curiga. Biasanya Daniel dan Selena seperti dua orang yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi, kali ini justru Daniel ingin menemuinya seorang diri.
"Oke baiklah." Dexter pun berlalu masuk ke dalam ruangannya.
***
Sore Hari
Tepat jam 5 sore Daniel menunggu kedatangan Dexter di tempat yang sudah dijanjikan. Daniel memang orang yang tepat waktu, ia lebih baik menunggu, daripada orang yang menemuinya menunggunya.
Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, akhirnya Dexter pun tiba. Pria itu langsung mengambil tempat di hadapan Daniel.
"Hai Daniel, gimana kabarnya? Tumben kamu ingin mengobrol denganku. Tak seperti biasanya bukan?" Sapa Dexter sembari tersenyum kepada Daniel.
"Aku baik Pak Dexter. Terima kasih karena sudah mau datang ke sini. Maaf merepotkan."
"Jangan terlalu formal, kan kita sudah sepakat untuk berteman." Dexter mengingatkan Daniel supaya tidak perlu berbicara formal dengannya.
"Ah, iya. Sorry, itu karena aku terbiasa dengan Selena yang selalu berbicara formal saat bersamamu." Daniel pun tersenyum, bahkan di saat seperti ini pun, dia masih saja memikirkan Selena.
"Jadi bagaimana? Apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Dexter sembari mengerutkan keningnya, dari pagi tadi Dexter hanya merasa bahwa ada yang aneh di antara Daniel dan Selena.
Daniel menghela nafasnya perlahan. "Sebenarnya seperti ini." Jeda sejenak. "Apa kau percaya bahwa seorang malaikat bisa turun ke dunia manusia?" Tanya Daniel mengawali pembicaraannya.
Dexter nampak tersenyum, ia ingat bahwa beberapa yang lalu, Selena juga menanyakan pertanyaan yang sama.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Bukankah semua di bawah kolong langit ini mungkin." Jawab Dexter. "Lagipula, jika memang itu yang sudah ditakdirkan, bukankah pasti terjadi bukan?"
"Lalu, bagaimana jika seorang manusia jatuh cinta kepada malaikat?" Lagi Daniel bertanya kepada Dexter.
Dexter mengusap wajahnya perlahan. "Itu juga hal yang mungkin, karena manusia diciptakan dengan kehendak bebas untuk memilih dan menentukan. Sementara ciptaan yang lain tidak bisa melakukannya, karena ciptaan lain diciptakan tanpa kehendak bebas."
Daniel menatap pria di hadapannya, mengapa reaksi Dexter biasa sekali. Apakah sebelumnya Dexter telah mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Kalau manusia berhubungan dengan malaikat apakah ada konsekuensinya?" Tanya Daniel dengan perlahan.
"Kalau hanya sebatas mengikuti aturan yang sudah ditentukan Yang Di atas tentu tidak akan ada konsekuensinya, tetapi bila melanggar ketentuan sudah pasti ada konsekuensinya. Kenapa Dan? Apa kau berhubungan dengan seorang malaikat?" Tanya Dexter yang nampak menyelidiki dan mencari kebenaran di wajah Daniel.
"Hmm, sebenarnya... Begini, aku terhubung dengan seorang gadis secara tidak sengaja, aku memang datang untuk menjaga gadis itu. Tetapi, suatu kali gadis itu mengatakan bahwa ia menyukaiku. Aku langsung menolaknya segera. Aku tidak ingin gadis itu menyalahartikan kebaikanku. Tetapi, semakin ke sini, aku pun merasakan bila gadis itu sedih, aku justru yang lebih sedih. Jika gadis itu sakit, akulah orang yang lebih sakit. Tetapi, jika gadis itu bahagia, aku pun sangat bahagia dengan melihat senyuman di wajahnya. Aku tidak tahu ini perasaan apa. Namun, yang pasti ada jurang yang dalam. Tidak, bahkan sangat dalam untukku dan gadis itu. Kami memang ditakdirkan untuk tidak bersama." Cerita Daniel panjang lebar.
Dexter pun mencoba memahami apa yang Daniel ceritakan. Dalam benaknya, Dexter menduga bahwa gadis yang diceritakan Daniel adalah Selena, tetapi ia tidak akan mengatakannya secara terang-terangan.
"Jadi apa yang akan kau lakukan?" Dexter kembali mengajukan pertanyaan kepada Daniel.
"Entahlah aku juga tidak tahu. Hanya saja, konsekuensinya jika melanggar terlampau besar. Aku tak ingin melibatkan gadis itu."
"Kenapa kau tidak mencoba berdiri di samping gadis itu bukan sebagai penjaganya, tetapi sebagai pria yang dicintai gadis itu?"
"Jika saja aku bisa, aku hanya tidak mau mengecewakan siapa pun. Terlebih, keselamatan gadis itu pasti akan dipertaruhkan. Jadi, aku memang menolaknya untuk memastikan bahwa ia akan baik-baik saja. Itulah caraku menjaganya." Jawab Daniel dengan wajah penuh keputusasaan.
***
Dear All,
Mampir ke karya teman aku ya...
Hay, Pak Guru - Karya Susanti 31🤗
__ADS_1