
Senin pertama di awal bulan ini, seorang pria bergegas menuju ke kantornya, di Buana Corp. Pria yang menduduki posisi sebagai Direktur Umum ini telah 5 tahun bekerja untuk Buana Corp. Berbekal hasil studi di Manchester, Inggris dan pengalaman sekian tahun menjadikannya seorang Direktur ketika usianya masih muda, usia 30an tahun telah menjadikannya seorang dengan posisi penting di Buana Corp. Siapakah dia?
Dexter Anthonius, ya pria itu bernama Dexter Anthonius. Seorang pria beraura dingin, dengan alis matanya yang nyaris bertautan, hidung yang mancung, dan bola matanya yang sepekat malam membuat wajahnya seperti sosok misterius dan dingin.
Sekalipun dingin, untuk urusan pekerjaan tidak perlu diragukan lagi. Dia begitu jeli melihat dan mengecek laporan yang masuk kepadanya. Dia juga orang yang begitu dipercaya oleh CEO Buana Corp. Akan tetapi, Dexter bisa di posisi ini benar-benar karena usaha dan kemampuannya sendiri.
Pria lajang yang tak pernah bersentuhan dengan wanita dalam 5 tahun ini membenamkan dirinya untuk mengerjakan berbagai pekerjaan kantor, menyibukkan dirinya dibalik meja kerja dan tumpukan dokumen yang setiap hari bertengger di meja kerjanya. Pria berhati dingin yang berkali-kali didekati para karyawan wanita ini tidak bergeming sama sekali. Tembok pertahanan hatinya begitu kokoh, hingga tidak ada satu pun wanita yang benar-benar menarik perhatiannya. Hingga untuk pertama kali dalam 5 tahun terakhir, mata dan hatinya tertarik kepada salah satu calon karyawan Buana Corp. yang tengah mengikuti proses seleksi wawancara, yaitu Selena.
Matanya yang tajam seperti elang selalu menatap dengan dalam gadis yang tengah menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan padanya. Sebatas memandang. Dalam pandangan matanya, Selena mengingatkannya pada satu-satunya wanita yang pernah singgal di hatinya 7 tahun yang lalu.
Dan, pagi hari itu ketika ia bertugas memberikan orientasi sekaligus pengarahan untuk staf baru di Divisi Finansial, matanya seketika tertuju kepada gadis yang memasuki ruangan meeting, siapa lagi kalau bukan Selena.
***
"Aku kembali melihat gadis itu pagi ini. Mataku sejenak tertuju kepadanya, sekalipun gadis itu tidak menyadarinya. Kutenangkan diriku dan kupastikan orientasi ini akan berjalan dengan lancar. Terlebih aku sudah menguasai semua materi ini, bagaimana aku tidak menguasainya, kalau hampir penerimaan staf baru aku lah yang selalu ditugaskan memberikan pengarahan kepada mereka.
Akan tetapi, kali ini berbeda....
Berbeda, karena ada gadis itu. Aku hanya tahu namanya Selena Kusuma, Pegawai baru di Divisi Finansial. Wajahnya mengingatkanku pada satu-satunya wanita yang kucintai dulu. Apabila Tuhan mempertemukan kami lagi, mengapa harus dengan orang yang berbeda, sekalipun wajah keduanya nyaris sama. Kali ini, apa lagi yang akan terjadi? Tidakkah cukup Tuhan yang Agung itu memisahkanku dengan satu-satunya wanita yang mengisi hati dan hidupku? Sekarang seorang wanita di hadapanku yang mengingatkanku padanya."
***
__ADS_1
Gumam Dexter dalam hatinya sebelum memberikan pengarahan kepada 5 staf Divisi Finansial yang sudah hadir di ruangan itu.
"Selamat siang semua. Saya Dexter Anthonius, Direktur Umum di Buana Corp. Pagi ini, saya akan memberikan pengarahan kepada kalian semua." Sapa Dexter kepada para staf baru yang berada di ruangan itu.
Dexter mulai memberikan pengarahan mengenai mengenai tugas-tugas Divisi Finansial yang meliputi Pengaturan Keuangan Perusahaan, Penginputan Semua Transaksi Keuangan ke dalam program aplikasi Perusahaan, Berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal yang terkait dengan aktivitas Keuangan Perusahaan. Semua itu dijelaskan Dexter dengan jelas dan terinci.
Staf baru yang mendengarkannya pun mencatat poin demi poin yang disampaikan Dexter, dari penyampaian materinya saja, orang yang mendengar bisa langsung menilai kompetensi seorang Dexter Anthonius.
"Bagaimana dengan penjelasan saya apakah ada yang kurang jelas?" Kalimat pertanyaan Dexter layangkan kepada semua staf baru itu.
Akan tetapi, nampaknya tidak ada satu pun yang bertanyaan kepada Dexter. Semua staf baru nampak hanya menundukkan kepalanya.
"Oke kalau tidak ada pertanyaan, kalian bisa ulangi dengan singkat penjelasan saya barusan!" Perintah Dexter kepada 5 orang staf baru di hadapannya untuk mengulangi apa yang sudah ia jelaskan.
Akhirnya Direktur dingin itu kembali bersuara dan menyebut satu nama untuk mengulangi penjelasannya barusan.
"Hmm, karena semua hanya diam, silakan Nona Selena mengulangi penjelasan saya terlebih dahulu. Silakan berdiri."
Mendengar namanya disebut, Selena membuang nafasnya perlahan. Dia tidak menyangka bahwa namanya akan disebut, apakah ini karena dia pernah menabrak Direktur itu sebelumnya, sehingga Direktur itu mengenali wajahnya.
Akhirnya Selena berdiri dan mulainya ia mengulangi secara singkat apa yang sudah dijelaskan oleh Dexter sebelumnya.
__ADS_1
"Penjelasan Bapak Dexter adalah Divisi Finansial merupakan divisi yang penting dalam sebuah perusahaan. Ada pun tugas-tugas divisi Finansial adalah Pengaturan Keuangan Perusahaan, Penginputan Semua Transaksi Keuangan ke dalam program aplikasi Perusahaan, Berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal yang terkait dengan aktivitas Keuangan Perusahaan. Demikian Pak penjelasan Bapak tadi mengenai tugas-tugas Divisi Finansial..."
Para staf baru yang lainnya bertepuk tangan usai Selena mengulang secara singkat penjelasan Direkturnya.
"Ya, bagus Nona Selena, ternyata ada juga yang mendengarkan penjelasanku panjang lebar di depan sini."
Selena masih mengatur pernafasannya, karena dia sangat grogi, tapi bagaimana pun dia harus mengulangi penjelasan Dexter itu. Untung dia tadi mencatat di dalam buku catatannya, sehingga dia bisa mengulanginya dengan cukup baik.
Akhirnya satu per satu staf baru mendapat kesempatan mengulangi penjelasan Dexter, tapi keliatannya jawaban mereka seperti hasil pemikiran sendiri dan tidak sesuai yang Dexter sampaikan di depan.
"Setelah mendengar semua dari kalian, penjelasan yang sesuai dengan apa yang saya sampaikan barusan di depan adalah uraian dari Selena. Seperti tahun sebelumnya, yang bisa mengulangi penjelasan saya dengan baik dan benar ada hadiahnya dari saya. Jadi, selamat Nona Selena. Dan kiranya kinerja Anda di Buana Corp. dapat menunjukkan hasil yang baik dan teliti karena ketelitian sangat dibutuhkan untuk menjalankan Finansial Perusahaan. Baik pengarahan dari saya sampai di sini, silakan beristirahat siang."
Kelima staf baru itu keluar dari ruangan meeting dengan wajah yang gelisah, tapi tidak dengan Selena. Dia sedikit bahagia karena dia berhasil mengulangi penjelasan Dexter barusan.
"Kok tadi kamu bisa ngulangi penjelasannnya Pak Direktur sih Sel?" Tanya Putri yang juga staf baru yang masuk hari itu.
"Iya, karena tadi mencatat aja poin-poin penting dari PowerPoint nya Pak Dexter. Ini catatanku."
Selena sembari menunjukkan buku catatannya kepada Putri.
"Hebat Sel, berarti lain kali aku harus bikin catetan kayak kamu."
__ADS_1
"Iya...."
Selena dan Putri kembali ke kubikalnya yang berdekatan satu sama lain. Merebahkan diri sejenak di kursi mereka dan menunggu jam makan siang tiba.