Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Misi Baru Daniel


__ADS_3

Daniel begitu bahagia telah kembali ke Edenweis, tempat yang selalu ia rindukan selama di Bumi untuk menjaga Selena. Tempat di mana ia bisa merasakan kedamaian dan ketenangan. Tiada tempat seindah Edenweis. Sejauh mata memandang, bunga-bunga menghampar dengan begitu indahnya. Setiap bunga memesona dengan rupa dan warnanya tersendiri. Begitu pula dengan manusia, mereka memesona dengan kehidupan, keseharian, dan karakter mereka sendiri. Tidak perlu menjadi orang lain untuk menunjukkan pesona diri kita. Sebagaimana bunga yang selalu memesona di antara berbagai varietas lainnya, demikian pula manusia memesona di antara jutaan manusia lainnya.


Daniel yang tengah berbaring di antara bunga-bunga, perlahan merasakan derap langkah kaki Tuannya, ia pun segera berdiri untuk menyambut Tuannya itu. Sekaligus Daniel ingin mengutarakan permintaan kepada Tuannya.


"Jika aku boleh meminta, aku akan meminta untuk kebahagiaan Selena. Kiranya tidak ada lagi badai dan awan gelap di hidupnya. Biarlah rembulan itu bersinar cerah di hari yang baik mau pun tidak baik, di hari yang terik mau pun di hari saat hujan turun. Aku tulus mendoakan untuknya."


Daniel merasa hatinya bergetar saat ia mengingat Selena dan ia meminta kebahagiaan untuk gadis itu. Permohonan Daniel pun, dapat didengar dan di rasakan oleh Tuannya.


"Ya Daniel, aku tahu doa dan permintaanmu tulus. Aku juga berharap rembulan itu bersinar terang. Menampakkan wujud terbaiknya sebagai rembulan penuh dengan sinarnya yang terang, bukan sebagai bulan yang temaram. Ia tidak lagi seperti rembulan dalam wujud aslinya yang kosong, gelap, dan banyak lubang di permukaanya. Gadis itu perlahan dengan pasti telah menunjukkan terangnya, walaupun sinarnya masih bias, tapi terang itu telah terlihat." Balas sang Tuan.


"Aku bahagia melihat Selena bahagia, tetapi aku pun bersedih saat melihatnya menangis. Akan tetapi, aku sering kali tidak bisa berbuat apa-apa saat dia menangis." Balas Daniel mengingat saat-saat yang selalu ia habiskan dengan Selena walaupun hanya di pagi hari dan malam hari. Kebersamaan mereka memang tidak sepanjang hari, tapi waktu yang mereka lalui bersama cukup bagi keduanya untuk saling mengisi satu sama lain.


"Sekalipun kau tidak berbuat apa-apa, keberadaan dan kehadiranmu jauh lebih berharga dari apapun, Daniel." Sahut Tuannya dengan menatap Daniel.


"Ya Tuan. Memang demikian, aku hanya bisa menemaninya saja, tidak lebih. Aku pun berharap, sedikit kehadiranku bisa menemaninya walaupun aku tidak akan selamanya menemaninya."


Raut wajah Daniel berubah seketika, ia merasakan kesedihan di hatinya. Memikirkan bahwa ia tidak akan menemani Selena selamanya, membuat hatinya tercubit hingga merasakan kegelisahan yang cukup berarti.

__ADS_1


Daniel mengingat betapa pedih hatinya saat Selena menangis dan saat Selena dengan luka lebam di wajahnya. Sementara ia hanya bisa duduk menemaninya dan memberikan salep anti lebam untuk lukanya.


"Sekarang dengarkan Aku, Daniel. Aku merasa kau telah berhasil menjaga Selena. Sekarang dengarkan misi mu yang baru. Aku akan memberikan waktu 100 hari padamu, carilah cinta sejati untuk gadis itu. Isi hatinya dengan cinta. Aku yakin dalam 100 hari ke depan, gadis itu akan menemukan bahkan mendapatkan cintanya. Ini adalah perintah Daniel! Jadi, lakukanlah." Ucap sang Tuan dengan suaranya yang penuh kuasa memberikan perintah baru untuk Daniel.


"Cinta? Di mana saya bisa mendapatkannya Tuan? Sementara yang saya kenal di sana hanya Selena. Oh, iya. Baru-baru ini saya juga berkenalan dengan atasan Selena. Hanya mereka berdua yang saya kenal." Raut wajah Daniel terlihat kebingungan ketika ia harus melakukan misi baru, mendapatkan cinta untuk Selena.


"Percayalah Daniel. Saat kau mencari, kau akan mendapatkan. Saat kau meminta, kau akan menerimanya, dan saat kau mengetuk pintu, maka pintu itu akan dibukakan bagimu. Percayai perkataan-Ku ini."


"Saya percaya. Saya sungguh percaya. Jika mencari cinta, bukankah ia harus bertemu dengan tulang rusuknya?" Tanya Daniel kepada Tuannya.


"Ya benar, carilah tulang rusuk itu. Sebagaimana perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria, biarlah ia mendapatkan kembali tulang rusuknya yang akan menemaninya di sepanjang hidup."


"Alam semesta akan menunjukkan semua itu." Jawaban Tuannya.


"Bagaimana kalau saya gagal, Tuan?" Daniel kembali tidak merasa yakin dengan dirinya. Dia begitu takut akan gagal dalam misi kali ini.


"Kau tidak akan gagal. Kau akan menyelesaikan misi kali ini. Aku bahkan sudah mengetahui akhirnya nanti. Tugasmu adalah melakukan dan menjalankan misi yang kuberikan kepadamu. Lakukan dengan sepenuh hati."

__ADS_1


"Baik Tuan, aku akan melakukannya. Aku akan berusaha keras untuk menyelesaikan misi ini."


"Bagus Daniel, Aku percaya padamu." Sang Tuan menepuk pundak Daniel sebagai tanda bahwa Dia percaya kepada Daniel.


Daniel merasakan ada transfer kekuatan ketiga Sang Tuan menepuk pundaknya. Dia merasa bahwa Tuannya percaya kepadanya, hingga ia kembali dipercaya untuk menjalankan misi. Akan tetapi, Daniel masih ragu dan ia berpikir seperti apa tulang rusuk yang cocok untuk Selena. Bagi Daniel, Selena harus mendapatkan tulang rusuk yang kuat, sepadan, dan juga seimbang.


***


Sementara itu, di tempat berbeda Selena masih terus memikirkan Daniel. Rasa ditinggalkan sendirian, kembali membuat Selena larut dalam kesedihan.


Dan,


Sudah tiga hari berlalu, dan kamu tidak mengirimiku kabar. Apakah kau di sana sudah melupakan aku, Dan? Apakah hanya aku di sini yang merasa merindukanmu, Dan?


Setidaknya berilah aku kabar, Dan. Aku menunggumu. Aku sedih merasa ditinggalkan sendirian lagi, Dan. Pada akhirnya semua orang yang ku sayangi meninggalkanku semua, dan kamu pun meninggalkan aku juga. Andai kau tahu, Dan... Hatiku ini dirantai dan di gelangi rindu yang begitu besar untukmu...


Memikirkan Daniel, membuat Selena kembali meneteskan air mata. Tiga hari ia lalui dalam kesendirian. Kembali hadir kenangan masa lalu, ketika orang tuanya meninggalkannya di rumah seorang diri. Selena duduk menyandarkan dirinya di headboard tempat tidurnya sembari memeluk kedua kakinya.

__ADS_1


Saat perasaannya ditolak oleh Daniel, gadis itu telah berujar setidaknya ia masih bisa melihat Daniel, dan pria itu masih ada dalam kesehariannya. Membuat hati Selena sedikit tenang, walau pun perasaannya tak terbalas seperti gayung tak bersambut. Akan tetapi, kali ini situasinya berbeda, tidak bisa bertemu, tidak ada kabar, bahkan Selena pun tidak mengetahui ke mana Daniel pergi. Pria itu hanya meminta Selena untuk menunggu, dan ia menjanjikan bahwa ia akan segera kembali. Namun, saat merasa tiga hari pria itu sama sekali tidak memberikannya kabar apa pun, membuat Selena ragu apakah ia harus menunggunya di apartemennya ini ataukah ia akan kembali ke rumah orang tuanya. Hatinya semakin kalut menanti Daniel, semua rasa berkecamuk menjadi satu hingga membuat Selena sukar mengurai perasaannya saat ini. Ia hanya bisa mengharap, Daniel segera kembali.


Cepatlah kembali, Dan... Aku merindukanmu!


__ADS_2