Malaikat Penjaga Selena

Malaikat Penjaga Selena
Fakta Seorang Malaikat


__ADS_3

Selena pun terus-menerus memandang Daniel. Sungguh, ia tak percaya dan tak mengira, Daniel yang selama ini bersamanya adalah seorang malaikat.


Perasaan kaget, takut, bahkan kagum bercampur menjadi satu. Selena lalu mengingat-ingat kembali bagaimana pertemuannya dengan Daniel yang terasa sangat janggal. Mereka bertemu di rumah sakit, Daniel seperti orang dari Planet Mars yang tidak tahu apa-apa di Bumi. Memesan taksi, menaiki lift, hingga cara memesan makanan di cafe pun, Daniel terasa asing. Tetapi, Daniel terlihat begitu ahli ketika ia membicarakan tentang tanaman, khususnya bunga. Usai itu pun, sebagai orang yang baru berkenalan justru Selena yang introvert mau tinggal bersama Daniel. Timbul perasaan aman dan nyaman, hingga akhirnya Selena menyimpan perasaan kepadanya. Lalu, kini di hadapannya Daniel mengatakan bahwa ia sejujurnya adalah seorang Malaikat, tentu membuat Selena bukan main.


Memang semua yang terjadi di alam semesta adalah izin dari Tuhan, tapi bagaimana mungkin ada Malaikat yang turun ke Bumi dengan misi untuk menjaganya.


"Kau pasti tidak percaya bukan, Selena?" Tanya Daniel sembari menatap wajah Selena yang penuh ketidakpercayaan.


"I... Iya... Bagaimana mungkin Tuhan mengirimkan Malaikatnya ke sini?"


"Itu mungkin, Selena. Sangat mungkin. Bahkan catatan dalam kitab berbagai agama pun mencatat sejumlah Malaikat yang turun ke Bumi. Kau tentu tahu itu bukan?"


Selena pun teringat dari kitab-kitab suci agama hingga berbagai dongeng dari berbagai negara di dunia, Malaikat memang sering kali diutus ke Bumi.


"Dan, setiap manusia pun memiliki malaikat yang mencatat setiap perilaku mereka di dunia. Semua yang akan diperhitungkan di hadapan Yang Kuasa nanti." Lanjut Daniel menjelaskan.

__ADS_1


"Namun, bagaimana mungkin seorang Malaikat datang kepadaku?" Tanya Selena dengan rasa penuh heran di dalam hati dan pikirannya.


"Karena Dia mengasihimu, Selena. Maka dari itu, Dia yang mengirimku untuk menjagamu. Kau adalah salah satu orang yang terpilih, Selena. Maka, Dia mengirimku kepadamu, menghapus air mataku, membebat rasa sakitmu. Tidak akan mungkin aku ada di sini tanpa rencana-Nya yang agung." Daniel menguraikan alasannya dengan panjang lebar, ia hanya berharap Selena mampu menerima kenyataan bahwa ia adalah seorang yang terpilih, sehingga Tuhan mengirimkan malaikat kepercayaannya untuk menjaganya.


Selena berusaha memahami kata demi kata yang disampaikan Daniel. Mungkin memang Tuhan menaruh belas kasihan-Nya kepada Selena. Lalu, Selena pun memberanikan dirinya untuk bertanya mengapa Daniel menolak pernyataan cintanya dahulu. Mungkin, kali ini pun adalah waktu yang tepat bagi Daniel untuk menjelaskan semua kepadanya.


"Lalu, apakah karena kamu seorang Malaikat jadi kamu tidak bisa menerima perasaanku, Dan?" Tanya Selena ragu-ragu, ia hanya berharap Daniel akan memberinya penjelasan.


"Sebenarnya itu benar, Selena. Karena sebagai Malaikat, aku hanyalah seorang pelayan, Selena. Aku tidak memiliki kehendak untuk menentukan apa yang aku mau. Aku hanya bisa melakukan perintah-Nya saja. Sementara manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan yang bisa menentukan kehendaknya sendiri. Kita sama-sama makhluk ciptaan, tetapi tingkatan kita berbeda. Manusia jauh lebih mulia dibanding Malaikat. Kami diciptakan untuk melayani-Nya dan menjaga manusia. Sementara manusia diciptakan menurut gambar-Nya, manusia menjadi makhluk yang paling tinggi dalam ciptaan." Penjelasan Daniel perlahan kepada Selena.


"Apa konsekuensi jika kita menentangnya, Dan?" Tanya Selena perlahan. Jujur, ia hanya ingin sebatas bertanya dan mendapat jawaban yang sesuai dengan logikanya.


"Tahukah kamu bahwa Setan dahulu adalah malaikat? Dahulu kala ada malaikat dengan rupa yang sangat elok, ia memimpin puji-pujian di surga, memuji Allah yang Maha Tinggi. Akan tetapi, karena ia merasa bahwa dialah yang paling elok, ia ingin menyamai Sang Maha Tinggi. Maka dari itulah, Malaikat yang bernama Lucifer itu bersama sepertiga malaikat lainnya dibuang Allah. Mereka lah yang akan mendapat mendapatkan penghukuman kekal di Hari Tuhan nanti."


Lagi, Daniel menguraikan beberapa fakta mengenai malaikat kepada Selena.

__ADS_1


Kini, Selena pun tahu alasannya mengapa Daniel tidak bisa menerima cintanya. Sekali pun apa yang disampaikan menyayat hatinya, dan tidak masuk diakal. Namun, Selena akhirnya pun tahu alasan sesungguhnya mengapa Daniel bersikap demikian.


Jujur, Selena pun tak habis berpikir cinta pertamanya harus kandas lantaran pria yang ia cintainya berbeda dunia dengannya. Tuhan begitu baik, telah mempertemukannya dengan Daniel. Akan tetapi, dalam skenario ini, Selena pun harus puas menerima ketetapan Tuhan bahwa memang tak mungkin ia bisa bersama-sama dengan Daniel. Apa yang dikatakan oleh Daniel, hanya manusia yang bisa bersanding dengan manusia. Itu adalah sebuah hukum yang mutlak dan tak terbantahkan.


Kendati demikian, Selena tetap menaruh asa, paling tidak ia bisa menyimpan cintanya untuk Daniel. Biarkan ia sendiri yang mencintai Daniel. Selena sempat berpikir bahwa ia tak mengharap Daniel membalas cinta dan perasaannya, ia sendirilah yang akan menyimpan semua perasaan dalam sudut hatinya yang terdalam. Membiarkan nama Daniel menempati kedalaman hatinya.


"Juga Selena... Jika aku menerima perasaanmu, tidakkah kau tahu bahwa Tuhan itu pencemburu? Ia tidak ingin miliknya, diambil yang lain. Aku diciptakan sebagai milik-Nya dan untuk melayani-Nya. Itu juga merupakan hukum mutlak Selena."


"Jika demikian, mengapa Dia mengirimmu kepadaku, Dan? Bukankah lebih baik jika justru kita tak pernah bertemu hingga akhirnya berada dalam hubungan yang kusut ini?"


"Semua sudah berada dalam rencana-Nya, Selena. Aku dan kamu hanya cukup menjalani saja. Dia perancang skenario yang Agung, dan kita pemerannya di panggung yang disebut Dunia ini."


"Apakah mungkin jika aku memintamu kepada Tuhan, Dan?" Tanya Selena perlahan. Walau pun ia tahu jawaban dari pertanyaannya, tetapi Selena hanya ingin mendapatkan jawaban dari Daniel.


"Itu tidak mungkin, Selena. Dan... jangan lakukan itu. Jangan meminta hal itu kepada-Nya. Justru itu akan membuat Tuhan menjadi murka. Jangan sekali-kali memintanya." Daniel mengatakan hal ini dengan penuh ketegasan.

__ADS_1


Hingga akhirnya, Selena pun berpikir apakah memang ia harus melepaskan cintanya untuk Daniel, membuang semua rasa yang ia miliki untuk pria yang baik dan tulus kepadanya. Sungguh, situasi ini membuat Selena begitu dilema. Merasakan cinta pertamanya tak terbalas itu sudah menyakiti hatinya, lebih-lebih sekarang ia harus menerima kenyataan bahwa Daniel adalah seorang malaikat. Mereka berdua berbeda dunia, dan memang tidak dimungkinkan bersama. Itulah takdirnya, dan hukum alam yang mutlak lah yang membingkai semuanya ini.


__ADS_2