Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Hutang lagi, hutang lagi


__ADS_3

Hingga siang itu Elina pun hanya menerima bahwasanya jika Satya adalah musuh yang selama ini Papa dari Elina maksud. Bagi Elina Satya bukan lah sebuah ancaman kalau dirinya hanya marah, yang menjadi ancaman untuk Elina saat ini adalah hutang..


Hutang yang sebanyak milyaran rupiah itu cukup banyak jika dibiarkan begitu saja, bahkan ada juga yang berbunga.


Jangan kan untuk membayar hutangnya untuk membayar bunganya saja Elina belum tentu mampu.


Hingga suara gedoran pintu yang entah siapa yang datang di waktu siang bolong begini membuat Elina kesal dan khawatir akan keselamatan dirinya.


Dugghh...


Duggghhh....


Dughh....


Suara gedoran pintu yang di rasa cukup menggelegar.


Elina pun ketar-ketir jika penagih hutang itu adalah Bowo.


Tapi pas Elina buka pintu benar saja dia adalah penagih hutang dari tempat lain, yang jumlahnya terbilang masih lumayan yakni 10 milyar. Memang gila papanya Elina berhutang ke banyak orang namun yang harus menanggung utang tersebut adalah Elina.

__ADS_1


"Kamu tahu siapa?" Tanya pria berbadan kekar itu.


"Saya tahu, saya di tagih bayar hutang lagi kan, sudah cukup pak, sudah cukup. Saya belum ada uang kalaupun ada pasti saya akan ganti. Dan kalau pun ada uangnya gak sampai 10 milyar"


"Cepat bayar!" Ucap pria itu tidak mau tahu.


"Pak... Pak ambil apa yang bapak mau. Saya gak punya apapun" kata Elina merapatkan kedua tangan seraya memohon.


"Baiklah kalau gitu saya akan telpon bos saya" kata pria bertubuh kekar.


"Iya udah telepon aja pak. Bapak mau membunuh saya sekarang pun tetap saya tak ada uang" kata Elina pasrah.


Dan benar saja tak sampai 15 menitan seroang pria datang dan tanpa di sangka jika itu adalah Hendrawan.


Papanya Andra...


"Apa?" Kata Elina tak percaya melihat calon mertuanya ada hadapannya.


"Jadi kamu adalah anak dari orang yang berhutang pada ku" kata Hendrawan kaget.

__ADS_1


"Iya pak saya mohon bapak kasihani saya untuk hal ini saya janji kalau ada uang saya pasti akan ganti" kata Elina memohon.


"Baiklah karena kamu adalah pacar anak saya, saya masih beri waktu. Tapi ingat Elina uang adalah uang, kamu tetap harus membayar. Saya akan kembali lagi dua minggu lagi tapi ingat hutang harus kamu bayar meski saya adalah calon mertua mu" kata Hendrawan yang kali ini memberikan kesempatan.


"Bapak dan anak sama sama baik aku beruntung bertemu calon mertua seperti bapak, semoga amal ibadah bapak di terima di sisinya" kata Elina senang.


"Kamu pikir saya udah meninggal kamu mengatakan itu" kata Hendrawan.


"Maksudnya semua kebaikan bapak semoga di balas oleh tuhan yang maha esa" kata Elina.


"Saya baik untuk kali ini saja dua Minggu lagi saya akan tetap datang untuk menagih"


"Iya pak saya sadar uang tidak kenal saudar doain aja pak moga pas bapak datang uangnya memang sudah ada" kata Elina.


"Baiklah saya permisi" kata pria itu lantas pergi.


Elina yang masih di beri kesempatan itu masih bisa bernapas lega karena ternyata yang menagih hutang kali ini Hendrawan.


Tapi tetap saja Elina masih pusing, nyatanya perkejaan yang Elina lakukan tak membuat semuanya lunas.

__ADS_1


Tapi Elina tetap harus membayar apapun alasan itu.


__ADS_2