
Keesokan harinya ..
Andra yang memang tak mau putus dengan Elina, Elina pun masih tetap ingin berlanjut pada hubungan mereka. Terlepas dari semua yang terjadi Elina pun masih lah sangat mencintai dan menyayangi Andra sepenuh hati.
Jaman sekarang mana ada lagi pria yang sebaik Andra, mampu mencukupi kebutuhan Elina, selalu mengantar makanan yang terakhir saat ini yang Elina tengah rasakan adalah keterpurukan. Mana ada pria yang mau dengan kondisi Elina yang gadis tapi sudah kehilangan kegadisannya saat ini. Berat untuk Elina menata semua apalagi harus melupakan dendam yang ada di dalam hati.
Tak ada kata ikhlas untuk terima di lecehkan tak ada. Apalagi sudah jelas Satya memperkosa Elina pada malam tak semudah itu Elina melupakan peristiwa yang di rasa menyayat hati tapi tetap dijalani.
Sebodoh-bodohnya Elina, Elina tak mudah melupakan saat dirinya yang di sakiti, lalu di renggut kehormatannya kemudian lupa. Tak mungkin Elina melupakan itu. Elina hanya berusaha untuk menjalani hari yang ada saat ini.
Hingga keesokan harinya...
Elina pun menatap diri di cermin dengan wajah yang memar namun sudah mulai membaik, luka yang ada di wajah Elina saat ini berangsur pulih tapi tidak dengan batinnya masih terasa perih.
Ultimatum ucapan yang pernah di katakan Kanya begitu terpatri kuat mana kala Kanya memberika sebuah pukulan untuk menjaga rahasia dengan nada ancaman penderitaan.
Elina pun sejenak termenung lalu
Kemudian dia obati wajahnya dengan minyak tawon untuk meredakan rasa nyeri saat ini.
Lalu Elina pun keluar dengan wajah yang masih memar namun sudah lebih baik, Elina keluar untuk membeli sesuatu di mini market karena Elina butuh untuk kebutuhan dirinya seperti membeli air mineral untuk minum, mi instan dan kebutuhan lainnya seperti sabun.
Elina berangkat ke mini market dengan berjalan kaki.
Sesampainya di sana Elina pun membeli beberapa kebutuhan yang sudah ia budget 100.000 saja. Elina sadar dirinya sudah tidak kaya raya seperti dulu.
Hingga saat dirinya selesai berbelanja seseorang datang menghampiri Elina dan tanpa di sangka itu adalah Hendrawan calon ayah mertuanya.
"Sudah lama kita tidak bertemu" kata Hendrawan menatap Elina.
"Ehmm permisi pak" kata Elina bernjak pergi. Tapi sayang saat itu langkah Elina di halangi oleh Hendrawan.
"Elina, jangan pergi dulu" kata Hendrawan memegang tangan Elina. "Kamu tahu kamu masih punya hutang dengan ku juga bukan"
__ADS_1
"Aku rasa hutang ku sudah lunas karena aku sudah tidak meminta pertanggung jawaban lagi atas kasus pemerkosaan itu, dan aku pun juga tidak menuntut menantu bapak. Itu artinya aku sudah melunasi hutang itu tanpa harus membayarnya. Bukan kah perjanjian awal seperti itu" kata Elina dengan wajah dinginnya.
"Iya memang perjanjian seperti itu tapi tidak seratus persen, aku sudah anggap lunas tapi baru setengah nya. Jadi setengah nya lagi kamu harus tetap membayar" kata Hendrawan.
"Aku rasa bapak tidak bisa bicara secara baik, kalau memang itu yang terjadi seharusnya bapak katakan itu dari awal" kata Elina.
"Lalu kamu pikir kamu siapa, kamu pun juga sudah melanggar. Kamu kira aku tak tahu, bahwa kamu sudah pergi untuk melapor kasus ini tapi sayang sudah ketahuan duluan sama putri ku. Bukannya kamu sudah melanggar, harusnya kamu sadar letak kesalahan kamu dimana. Jadi hutang mu masih 50 persen lagi"
Elina pun mengehela napasnya.
"Aku akan lunasi itu, tunggu saja.. "kata Elina singkat.
"Baiklah, jika kamu ingin segera lunas syarat nya ada satu lagi"
Elina pun menatap tajam ke arah Hendrawan.
"Asal kamu tahu Elina, setiap malam terkadang aku selalu memandang foto bugil mu. Apalagi bila melihat buah dada mu yang besar tanpa sehelai benang itu pun jujur saja buat ku bangun" kata Hendrawan memejamkan mata mengingat foto yang ia dapat dari Bowo Sahabat nya itu.
Diam-diam setelah kejadian yang menimpa Elina saat itu, dimanfaatkan oleh Hendrawan untuk membayangkan fantasi bercinta dengan Elina melalui foto yang ia belum hapus. Apalagi foto yang awalnya ia gunakan untuk ancaman nyatanya ia lihat untuk fantasi prianya. Hingga dirinya merasa ingin menikmati tubuh dari sang calon menantunya itu.
"Elina jangan terlalu munafik kamu sudah tak gadis lagi kenapa bersikap seperti seorang gadis bersikaplah seperti wanita yang haus akan belaian. Aku bisa memberikan belaian pada mu, Elina aku tahu kamu adalah calon istri anak ku. Aku tahu anak ku pun mencintai mu, cuma masalah hasrat bercinta tidak aku bisa hindari,.aku tahu Bowo pun pasti pernah mencicipi mu. Kalau Bowo saja bisa aku juga bisa batin pria itu menatap Elina penuh keinginan melihat tubuh Elina dari atas sampai bawah.
Hingga sebuah kata mengagetkan pun terdengar saat itu.
"Elina, Bagiamana kalau kita selingkuh" kata Hendrawan mencubit bokong Elina..
Dengan cepat Elina pun menampar Hendrawan.
Plaaakkk....
"Berani nya kamu menampar ku" kata Hendrawan.
"Jelas aku berani, aku tidak peduli sekalipun kamu adalah calon mertua ku sendiri. aku benci dengan anda!" Kata Elina pergi.
__ADS_1
Elina pun langsung berlalu pergi meninggalkan pria yang menurut Elina sama saja.
Lalu setelah itu Elina pun langsung pergi dengan berharap ada ojek yang lewat sehingga dirinya segera pergi dari pria kurang ajar itu. Elina merasa jijik dengan sikap calon ayah mertuanya itu.
.
.
.
sementara itu terlihat Kanya yang hingga saat ini belum ditiduri oleh sang suami yaitu Satya. Ada rasa geram yang saat ini tengah ia rasakan. apakah Elina menggunakan pelet hingga membuat sang suami sulit lagi bercinta, seharusnya tidak seperti itu. hingga saat itu, Kanya dnenag pakaian seksi duduk di pangkuan sang suami berharap ada respon untuk bisa tidur dengan suaminya itu.
"sayang marilah bercinta dengan ku" kata Elina duduk diatas pangkuan Satya sambil mengalungkan tangan di leher Satya.
mengapa aku tidak ada hasrat padanya, seharusnya sebagai pria normal aku suka dengan wanita yang sedang pakaian seksi ini betapa berat bagiku, apakah karena aku ragu jika malam pertama ku memang dengan nya ataukah yang lain, batin Satya mengerinyitkan kening.
"Kanya, ada perasaan yang masih mengganjal. Jangan duduk dipangkuan ku seperti ini dulu ada hal yang memang aku ingin pastikan lagi tenang masalah kemarin" kata Satya.
"Apa maksud mu?" kata Kanya.
"Aku baru ingin meniduri mu lagi jika memang malam pertama itu memang lah dirimu. Besok aku akan ke tempat Elina untuk memastikan jika malam pertama yang terjadi itu memang bukanlah dirinya" kata Satya yang mendorong perlahan Kanya dari pangkuannya.
"jadi kamu tak percaya jika itu aku, Satya aku lah wanita mu yang sudah kau tiduri hingga kegadisan ku kau renggut sayang" kata Kanya yang menatap Satya dalam dan berusaha mencium bibir Kanya.
Satya pun mendorong wajah Kanya perlahan agar menghindar dari wajahnya.
"Bukan seperti itu, bukan aku tak percaya pada mu hanya saja, Ini untuk lebih meyakinkan ku jika memang itu bukanlah Elina orangnya" kata Satya.
Kanya pun menatap Satya tajam.
"Oh jadi begitu" kata Kanya cemberut.
"Iya"
__ADS_1
sial!! aku pikir Satya sudah melupakan itu dan sudah percaya padaku bahwa malam pertama yang terjadi itu aku dan dirinya. masih saja dia memikirkan Elina wanita sialan itu. aku tak mau wanita itu membuat pengakuan lagi dia harus bisa menutup itu semua, batin Elina.