Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Niat rujuk


__ADS_3

Seketika Elina yang tengah pingsan itu di bawa pulang oleh Andra menuju rumah besarnya.


Elina di taruh di tempat tidur milik Andra, lalu Andra pergi meninggalkan Elina di dalam kamar.


Perlahan Elina yang saat ini sangat lah rapuh membuka mata dan melihat sekeliling. Elina perlahan melihat dinding dan tembok sebuah kamar yang mewah yaitu kamar milik Andra.


Perlahan Elina juga mengelus sprei lembut yang kini ia tiduri. Hidupnya terombang ambing tak menentu hingga kini ia kembali pada tempat yang layak untuk dirinya.


Lalu Elina pun perlahan bangkit dan duduk memastikan jika Andra membawa Elina ketempat yang aman. Aman.. Tidak ada Bowo atau siapapun yang membuat Elina terancam.


Hingga Elina pun membawa dirinya ke toilet, saat Elina berjalan badan Elina terasa sakit.


Karena Bowo begitu tega pada Elina yang sudah ia bius selama 24 jam tanpa makan dan minum, hingga kini Elina rapuh dengan perbuatan Bowo tersebut. Elina pun jalan melewati sebuah cermin dan memdang diri di depan cermin sejenak begitu banyak tanda merah di leher Elina, dan sungguh memilukan.


Lalu Elina pun melanjutkan untuk berjalan menuju sebuah toilet dan buang air kecil begitu terasa perih milik Elina saat buang air kecil, hampir sama perihnya saat Elina melakukan hubungan pertama kali dengan Satya.


Itu artinya jika Bowo sudah benar-benar melakukan hal yang diluar dugaan yakni meniduri Elina dengan cara membiusnya.


Elina pun menangis tersedu sedu mana kala dirinya yang tengah mengandung harus mengalami hal pahit seperti ini.


Tak ada kata cinta, sebuah rasa yang manis pun tak ada. Yang ada malah sebuah rasa sakit yang begitu terasa di dalam dada.


Elina tahu dirinya memang punya hutang tapi tidak seperti ini juga, tidak diperlakukan dengan cara yang hina seperti ini. Elina bukan wanita yang di perjual belikan kenapa tega dirinya pada Elina dalam hal ini.

__ADS_1


Seketika Elina pun menangis saat dirinya yang harus merasakan kegetiran demi kegetiran hidup yang terasa sulit hilang di dalam dirinya.


Air mata bercucuran tiada henti.


Hingga Elina pun mandi untuk melepaskan semua rasa yang teramat ia benci saat itu.


Ya..


Dalam keadaan Elina yang terbius, Bowo memang sudah mengincar apa yang ia inginkan dapatkan jadi dapat tidur bersama wanita yang ia anggap sok jual mahal itu dia adalah Elina Aryani. Saat ini Bowo ingin memberi pelajaran pada Elina sekaligus meluapkan hasrat priannya pada wanita muda itu.


Elina pun tertunduk setelah itu, rapuh serapuhnya.


Hingga Andra datang dan melihat Elina yang masih di dalam kamar mandi, lalu Elina pun keluar dari kamar mandi masih dengan baju yang Elina pakai hanya saja dengan rambut yang basah.


"Apakah benar ini, Andra yang ku kenal" kata Elina yang tak percaya.


"Elina, kamu terlihat sangat lusuh kamu tak perlu lagi hidup sendiri kamu bisa hidup bersama ku" kata Andra.


"Apakah benar bisa, kamu tahu aku dan kamu sudah bercerai" kata Elina dengan tatapan kosong.


"Kita bisa kembali rujuk, kita bisa mulai lagi kita bisa memulai semuanya lagi" kata Andra.


Ucapan Andra sungguh membuat Elina terharu dengan kondisinya saat ini yang sudah sangat hancur.

__ADS_1


"Aku tidak salah dengar kan" kata Elina dengan tatapan sayu dan beberapa kali dengan air mata yang terjatuh.


"Tentu tidak" kata Andra.


Elina yang butuh sosok untuk terima dirinya di tengah derita yang kini ia rasakan, kedatangan Andra seperti sebuah penerangan hidup yang tak bisa di tolak oleh Elina.


"Elina kita rujuk kembali ya, kita memulai semua dari awal" kata Andra.


"Apa kamu bisa terima semua yang aku alami saat ini, aku hamil anak Satya. Bahkan aku..." Kata Elina.


"Kamu Kenapa?" Tanya Andra.


Elina pun sejenak terdiam...


"Ada hal yang paling berat yang paling berat dalam hidup ini dan aku sulit untuk cerita semuanya yang aku alami"kata Elina.


Elina memang berat mengatakan semuanya merasa jika Elina cerita pada Andra hanya akan membuat Andra semakin jijik pada Elina.


"Tenanglah semua akan baik-baik, semua akan baik-baik saja bahkan jika kamu tidak pulang kepadaku kamu mau tinggal dimana Elina, awalnya aku pikir kamu bisa saja pergi dari hidupku. Tapi aku memikirkan bagaimana nasib mu, aku tak bisa egois. Aku harus membawa mu kembali pada ku, agar kamu bisa tidur di tempat yang layak dan nyaman" kata Elina.


"Syukurlah jika kamu masih memikirkan perasaan ku saat ini, terimakasih Andra, lagi-lagi memang kamu yang paling mengerti untuk hidup ku yang sudah hancur-hancuran dan sulit ini" kata Elina yang lalu memeluk Andra erat.


Hingga saat itu Elina pun kembali rujuk dengan pria bernama Andra. Memang itu lah yang paling di harapkan Elina agar dapat kembali bersama orang yang ia cintai yaitu Andra. Karena hanya Andra yang datang dan hadir untuk Elina diatas kerapuhan hati yang Elina hadapi.

__ADS_1


__ADS_2