
Sontak saja mata Andra membulat saat itu saat pacarnya dalam keadaan tak baik-baik saja, wajahnya memar dan bengkak karena pukulan berulang kali.
Bibir, pelipis dan bagian hidung Elina terlihat biru dan bengkak, Andra dengan cepat menghampiri Elina yang saat itu tak baik baik saja.
"Elina apa yang terjadi dengan mu?" tanya Andra yang kaget melihat wajah Elina yang babak belur seperti habis di hakimi massa.
Elina pun tersenyum getir merasa pilu dengan apa yang menimpa dirinya.
"Kamu kenapa?" Tanya Andra menatap Elina lebih dalam.
"Siapa lagi kalau bukan adik mu yang melakukan ini pada ku" kata Elina menatap Andra dengan mata yang merah menahan rasa kepedihan di dalam hati.
Andra pun menatap Elina berusaha untuk dan menenangkan Elina, ada keinginan memegang wajah Elina tapi ia tahan karena takut malah akan menyakiti jika di sentuh.
"Aku tak habis pikir dengan anak itu, sungguh keterlaluan!" Kata Andra.
"Aku minta tolong pada mu" kata Elina.
"Tolong apa?" Sahut Andra memegang tangan Elina berusaha memberikan perhatian lebih pada wanita yang tengah di landa nestapa.
"Tolong ajarkan adik mu untuk lebih peduli pada orang lain. Dan ajarkan adik mu untuk menjadi orang yang lebih baik, apa yang aku alami ini adalah perbuatan dari adik mu sendiri, adik mu Andra!!!"kata Elina penuh penekanan.
"Jadi adikku yang melakukan ini, baiklah" kata Andra mengehela napas menggaruk kecil jidatnya.
"Elina dengarkan aku, Aku tahu bagiamana dengan adikku, aku tahu sifat Kanya seperti seperti itu, meski aku takaku tak menyangka saja dirimu juga di habisi olehnya. Tapi kan Sudah ku katakan pada mu kan mu Elina berulang kali jangan katakan apapun soal dirimu, kita bisa bicara kan semua baik baik tak harus dengan emosi, tapi apa yang kamu lakukan kamu malah ingin lapor polisi sekarang itu karena ulah mu sendiri Elina! Sekarang! kamu rasakan sendiri akibatnya kan, dirimu lah yang menjadi korban lagi lihat sekarang kamu Elina, lihat!!!" kata Satya yang malah menyalahkan Elina seolah apa yang di terima oleh Elina seperti hal di anggap enteng.
Elina tak menyangka jika Andra mengatakan itu.
Sebuah kata 'rasakan akibatnya' itu sebuah kata yang tak layak di layangkan untuk Elina yang saat ini perasaan nya sedang hancur seperti teriris sembilu .. kata yang tak terduga hal yang menyakitkan yang Elina dengar, bagaimana bisa Andra mengatakan hal itu pada seorang kekasihnya yang saat ini butuh perlindungan.
__ADS_1
Elina pun memejamkan mata dengan perasaan perih nya, lalu menatap Andra dengan perasaan sedihnyaa saat ini.
"Andra kamu bilang aku apa? Kamu bilang aku apa barusan?" Tanya Elina dengan bibir gemetar mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Andra sungguh menyayat hati.
"Iya kamu rasakan sendiri akibatnya"
"Kamu bilang aku rasakan sendiri akibatnya, sungguh aku tak mengerti. Aku tak menyangka kamu bisa bisanya mengatakan itu pada ku, di tengah kegalauan dan sakit hati ku yang saat ini aku alami", kata Elina yang menghela napas merasakan dada nya terasa sesak.
" itu akibatnya kan, karena kamu lebih peduli pada ego mu sendiri ketimbang kebaikan bersama" kata Andra.
"Kebaikan apa? Kebaikan apa yang aku terima! Kebaikan untuk siapa? Kebaikan untuk aku Tak ada Andra, tak ada yang baik untuk ku, yang ada tetap saja aku di yang paling di rugikan dalam hal ini" kata Elina merasa kesal yang teramat.
Elina pun menghela napas dan merasakan sakit perih didalam.
"Aku pikir kamu baik, aku pikir kamu mengerti tentang perasaan ku, tapi apa yang aku dapat kan kekecewaan Andra, kecewa! aku yang sudah lelah dengan adik mu itu dan ucapan mu saat ini membuat aku berfikir bahwa hubungan kita memang tak ada baiknya, aku pikir lebih baik kita putus. Kita putus!!!" Kata Elina yang merasa sudah lelah dengan hubungan cinta yang berat sebelah dan tak berpihak padanya.
"Iya putus" sahut Elina sekali lagi.
"Jadi kita putus karena ucapan ku" kata Andra merasa kesal.
"Lebih dari itu, aku juga benci adik mu" kata Elina yang saat itu membuang wajah tak mau menatap Andra.
Andra yang saat itu kaget dengan ucapan Elina pun mendorong kuat tubuh Elina ke tembok dan menatap Elina dengan tatapan membunuhnya.
"Dengarkan, dengarkan aku!" Kata Andra.
"Aku tak mau mendengar mu"kata Elina menunduk.
"Dengarkan aku!!!" Kata Andra yang menatap wajah Elina. Dan memegang wajahnya dengan kuat.
__ADS_1
"Aku tak akan pernah memutuskan mu Elina! Sampai kapan pun! Kita tidak akan putus, aku tak mau putus dengan mu" kata Andra menatap Elina tajam.
"Tapi aku lelah dengan perlakuan adik mu, Andra. Hiks aku lelah" kata Elina.
"Setelah apa yang aku berikan padamu, semua yang aku lakukan dan berikan padamu yang terbaik untuk mu. Dengan mudahnya kamu bilang putus tak segampang itu Elina, tak akan bisa kamu memutuskan ku secara sepihak. Tidak bisa, aku tidak mau kita putus" kata Andra.
"Lalu bagaimana kita bisa putus"
"Tidak akan pernah!" Kata Andra.
Elina pun terdiam seketika itu, merasa rumit dan merasa berada di keadaan yang salah. Bertahan terasa menyakitkan, berpisah pun sulit. Karena Andra merasa kehidupan Elina yang saat ini di biayai olehnya membuat Elina berada di tangannya padahal jauh dari itu banyak beban yang Elina rasakan, jika terus bersama. Yaitu beban psikis dengan sikap keluarga Andra yang di luar batas membuat Elina merasa tak dihargai dan di rendahkan.
"Terserah apapun yang kamu mau tetap aku minta putus!" Kata Elina.
"Tidak akan, semua hal bisa kita perbaiki. Semuanya! Aku mencintai mu, aku tak mau seorang pun memiliki mu Elina. Aku tidak mau!" Kata Andra mendorong Elina kuat sekali ke tembok dan menedang meja denagan kuat.
Braaaggh!!!
"Jangan pernah kamu katakan putus, atau kamu akan aku habisi juga" kata Andra menatap Elina.
Elina terdiam dan tertunduk.
Lalu Andra pergi saat itu dengan langkah kaki yang kasar.
Elina tak menyangka satu keluarga punya sifat yang buruk, sulit untuk Elina pergi dari seorang Andra. Elina pun tak bisa banyak berkata kata apa-apa lagi..
Bertahan sakit... Berpisah pun sulit...
Ya... Saat itulah yang Elina tengah rasakan.
__ADS_1