Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Sempit terhimpit


__ADS_3

Elina pun terdiam dalam perjalanan panjang yang tengah ia rasa, mata seolah memanjang kemana dirinya akan di bawa pergi.


Sesak dan bingung, asa dan harapan kini seolah sirna karena hidup Elina terasa sempit dan terhimpit.


Setelah sekian lama waktu berlalu, lalu sampai disebuah tempat asing yang Elina tidak ketahui di sebuah rumah yang cukup besar untuk di tinggali, yang Elina yakini jika itu adalah rumah milik Bowo.


Hingga tangan Elina di tarik untuk masuk ke dalam rumah yang entah apa yang akan terjadi setelah ini masuk ke dalam sana.


Elina di tarik paksa untuk keluar dari mobil milik Bowo dengan langkah kaki yang terasa sulit untuk melangkah tapi Bowo terus menarik secara paksa.


"Jangan bawa aku pak ke dalam sana, aku mau keluar dari rumah bapak. Biarkan aku bebas dengan kehidupan ku sendiri" kata Elina dengan raut wajah penuh kesedihan dan air mata yang mengalir.


"Cukup, sudah cukup kamu meminta sudah cukup kamu meminta waktu kini sudah habis kesabaran ku. Masuklah dan jadilah tumbal untuk hutang mu sendiri, tak ada yang lebih berati dan berharga selain menyerah dan memberikan dirimu" tangan Elina di tarik paksa dan renggut dengan cengkraman kuat hingga Elina kini masuk ke dalam. Bowo dengan cepat menggendong Elina dengan tangan kekarnya untuk sampai di sebuah tempat yang ia inginkan dan ia mau, yaitu sebuah kamar utama.


Bowo pun langsung melempar Elina ke sebuah kamar yang dirasa memang tempat inilah yang Bowo mau untuk menghabiskan waktu bersama Elina.


"Kamu sudah katakan kamu sudah menyerahkan diri dan ikut bersama ku, itu artinya kamu adalah milik ku selamanya"


ucapan itu yang terucap dari mulut Bowo, hingga Elina merasa seperti Kapas yang bertebarangan semua nyata namun seperti mimpi buruk bagi Elina.


Hingga tangan kekar itu memberikan sebuah pakaian yang di rasa cukup seksi.


"Pakailah ini"


"Aku tidak mau" kata Elina.


Hingga tamparan keras pun mendarat.


Plaaaaakkkk, sebuah jenggutan kasar kini mendarat di rambut Elina yang panjang.

__ADS_1


"Pakai dan menurut, atau aku akan siksa kamu lebih parah dari apa yang kamu bayangkan sebelumnya"


Elina pun terdiam.


"Kamu tahu bayi yang dalam perut mu bisa saja aku ambil dia hidup - hidup lalu aku bunuh" kata Bowo lagi.


Air mata Elina pun mengalir deras, bahkan bayi yang belum pernah melihat dunia sekali pun mendapat ancaman yang sungguh memilukan.


Ancaman demi ancaman terus di layangkan terasa dunia tak bisa berpihak pada diri Elina rasa sedih dan sakit di dalam dada kini Elina rasakan terasa sangat pilu.


"Jangan hiks jangan bayi ini yang menjadi korban saya tak sanggup bila dia yang menjadi korban, aku mohon jangan. Dia butuh hidup dan kebahagiaan, aku mohon"


"Baiklah menurut saja atas apa yang saya perintahkan"


Hingga akhirnya Elina pun mengganti pakaian dengan yang Bowo pakai, yaitu kimono transparan yang sangat seksi. Semua dirasa cukup gila, saat perut mulus dan besar Elina yang saat itu hamil terpampang nyata.


Mata Bowo semakin membulat saat wanita yang di rasa sangat sintal dan memiliki paras cantik itu siap sedia di depan mata.


Bowo yang sudah tak tahan itu pun mendapat jatah dirinya untuk meniduri Elina.


Tangan Bowo langsung meraba paha yang dirasa sangat dalam itu langsung menggesekan tangan nya ke dalam dan merasakan apa yang akan ia rasakan nanti.


"Tahan sayang tahan sayang"


"Cukup pak, cukup"


Elina pun memejamkan matanya di saat tangan nakal pria itu memainkan perannya.


Hingga akhirnya Bowo pun memainkan perannya dan menarik Elina ke dan mencium bibirnya lalu memainkannya perannya sebagai pria yang butuh kepuasan.

__ADS_1


"Pak saya lagi hamil tolong jangan seperti ini" kata Elina yang menangis.


"Tidak ada, tidak ada dan aku tak peduli" ucapnya sambil menancapkan semua miliknya.


Elina pun di mainkan seperti boneka yang ia mau.


Elina yang berusaha menghindar tak dapat pergi. Elina takut bila Bowo akan menghajar Elina hingga akhirnya setelah selesai Elina pun menangis.


Bahkan setelah itu Elina tampak kelelahan dan tertidur, di dalam mimpi Elina melihat sesosok Ibunda yang paling ia sayang berada di dalam mimpi.


Elina pun menangis, saat itu Elina menaruh kepalanya di pundak sang bunda.


"Bu Elina capek hidup seperti ini, kesan kemari tidak dapat menemukan kebahagiaan sedikit pun. Elina lelah Bu.. Elina ikut ibu aja, Elina mau ikut ibu" kata Elina yang menangis.


Ibu pun menggelengkan kepalanya dan wajah sang ibu perlahan memudar dan pergi meninggalkan Elina.


Hingga Elina yang sedang tidur itu pun terbangun.


Byuuurrr.....


guyuran air seember membasahi wajah dan tubuhnya Elina pun kaget saat dengan tega Bowo menyiram Elina dengan kasar.


"Bangun wanita bodoh!!! Kamu pikir di sini istana, kamu harus tetap bekerja sebagai pembantu di rumah ini. Kamu!!!! Ya kamu!!! Harus menjadi pembantu di rumah ini dan menjadi teman tidur ku!" Ucap Bowo sambil menarik wajah Elina kasar dan langsung menarik Elina lagi untuk menuntaskan hasratnya lagi.


Tidak peduli malam atau siang Elina terus terpenjara dalam lubang hitam yang di buat Bowo.


Sekalipun Elina hamil bagi Bowo tak ada pengaruhnya sama sekali.


Sosok pria jahat yang Elina takuti kini telah berhasil mengobrak abrik kehidupan Elina yang sangat terasa menyakitkan.

__ADS_1


Elina pun kembali terpaksa melayani pria itu lagi dengan bati terasa perih.


__ADS_2