
Kanya pun pergi dari acara yang seharusnya ia selesai kan dengan baik karena ia takut pacar gelapnya datang untuk mengacaukan acara yang ada.
Hingga saat itu, Kanya pun datang ke tempat seorang pria yang menjadi pacarnya.
"Bisa bisanya kamu menikah tanpa memberitahu ku" kata Tomi.
"Masalahnya apa?"kata Kanya.
"Ingat aku bisa saja membongkar dan mengatakan bahwa sebenarnya kamu pernah menggugurkan seorang anak dan itu adalah anak kita" kata Tomi memegang tangan Kanya tak mau melepaskan.
"Lepaskan aku bodoh"
"Ya bisa saja aku lepaskan. Tapi tidur dulu dengan ku layani dulu aku hah" kata Tomi mendorong Kanya.
Hingga akhir nya malam pertama untuk Kanya dan Satya menjadi hal tak terduga, membuat Kanya meniduri seorang pria yaitu pria lain.
.
.
.
Sementara itu...
Satya yang ditinggal sendirian di di acara itu tampak linglung karena kehilangan pengantin wanita yang kini entah dimana.
Sebenernya pernikahan antara Kanya dan Satya adalah sebuah perjodohan. Satya awalnya menolak tapi karena Satya di tinggal menikah oleh sang mantan pacar membuat Satya menerima perjodohan itu.
Bahkan saat malam itu Satya yang memang bersama temannya setelah acara selesai, di berikan minum alkohol oleh teman dekat bahkan menjahili dengan memeberikan Obat perangsang pada Satya agar Satya lebih menikmati malam pertamanya.
"Bro minum lah sekali kali enak bro" kata Franky.
"Gak lah"tolak Satya.
"Ayolah bro sekali kali anggap ini pesta buat Lo, siapa tahu bisa buat ilang setres"
Satya yang tadinya menolak akhirnya pun menerima sebuah ajakan itu.
"Yaudah buat kali ini aja gue mau" kata Satya.
Akhir nya Satya yang memang terbawa temanya minum alkohol yang sudah dicampur obat perangsang oleh temanya.
Glek
Glek
__ADS_1
Glek
Satya pun minum dengan cepat tanpa menaruh curiga.
"Tapi mana ya bro bini Lo" kata Franky dan temannya.
"Gak tahu" jawab Satya yang mulai mabuk.
"Sepertinya udah di kamar buruan lu samperin" kata Ricky temannya Satya.
"Ngapain? Hah?" Tanya Satya yang mabuk.
"Ya elah lu lebih tahu lah, siapa tahu kan lu mau ngapain. Lagi muka lu udah merah bro mabuk berat lu"
"Oke oke gue ke kamar, lu pulang aja pada ya" kata Satya sempoyongan.
Sepertinya Kanya memang di kamar saat ini batin Satya yang jalan tak beraturan menuju kamar pengantin.
Satya pun membuka pintu kamar hotel yang menjadi kamarnya saat ini.
Ia ingat nomer kamar yang sudah ia pesan.
Hingga mata Satya yang saat itu di pengaruhi Alkohol melihat wanita yang sedang tertidur sambil miring membuat dirinya terbawa hasrat lelaki, dan yang saat ini terbaring di ranjang ia anggap itu adalah istrinya.
"Kanya" suara Satya yang sudah sangat tak sabar itu.
Satya pun mematikan lampu dan hanya lampu tidur saja yang menyala.
Aku mungkin tak cinta pada mu Kanya, tapi aku ingin menuntaskan hasrat ku malam ini batin Satya tesenyum menatap wanita yang terbaring.
Hingga sebuah dekap kuat di lakukan oleh Satya dengan cukup mengagetkan.
Hingga saat Elina yang tak sengaja tertidur di atas ranjang milik pengantin baru itu membuka mata.
"Ada apa ini" kata elina kaget..
Mata Satya tak buka lebar melainkan ada hasrat yang begitu teramat saat ini yang tengah Satya rasakan.
"Hentikan, Hentikan aku bukan istrimu!!!" kata Elina yang merasa tak aman.
Bukan sebuah kesadaran yang semakin waras melainkan sebuah kata yang di ucapkan.
Yaitu..
"Nadine" ucap satya yang melihat Elina seperti mantan pacar yang telah menikah.
__ADS_1
"Lepaskan aku, aku bukan istri mu sadar lah Satya.. aku Elina" kata Elina yang saat itu tubuh Satya sudah diatas Elina.
"Toolloong" teriak Elina.
Suara Elina tak sama sekali di dengar hanya sebuah nama yang ia sebut berkali-kali.
"Nadine, Nadine kamu Nadine!!!" kata Satya yang entah nama siapa yang siapa yang ia sebut Elina tak tahu.
Bau alkohol begitu menyeruak di mulut Satya. Elina pun berusaha bangkit tapi sulit.
Elina tak cukup saja menarik diri, tapi tangan Elina di genggam kuat oleh Satya. Bahkan Elina yang mencoba melawan tak membuat Elina lepas, melainkan sebuah hantaman cukup keras dengan sebuah pukulan di hidung dan kepala.
Brruugghhh...
"Sekarang kau rasakan Nadine beraninya kau menikah dengan pria itu kau rasakan" kata Satya membuat wajah Elina memar karena pukulan yang dilayangkan oleh pria itu.
Pukulan itu sekali lagi di hempaskan sangat kasar dan kuat membuat Elina tak bisa lepas, bahkan saat itu dengan cepat baju Elina di lepas oleh Satya dengan cepat tanpa sehelai benang pun.
Breeekkk.....
Mulut Elina di ikat oleh sebuah baju yang ia sobek itu, tangan Elina di ikat kuat kebelakang.
Kini hanya senjata besar yang di rasa cukup kuat dan siap masuk.
Bluussshh...
Arrgghhhhhh teriak kesakitan Elina begitu terasa.
Sebuah hentakan sekali tapi begitu menyayat hati dan perasaan Elina.
Blusshh...
"Aarrrgghhhh"
Kini darah keperawanan Elina sudah di terobos masuk oleh pria bernama Satya. Elina tak pernah menyangka akan menjadi wanita untuk malam pertama pria lain.
Hiks hiks hiks suara tangisan Elina begitu terdengar.
Hingga saat itu, Elina tak kunjung di lepaskan. Keadaan ruangan yang hanya di terangi lampu tidur itu membuat suasana semakin intim.
Wajah Elina yang memar itu pun terus di pukul oleh Satya yang tak sadarkan diri agar Elina bisa menuruti dirinya.
Hingga malam yang panjang, bibir bertemu bibir, dada bertemu dada hingga elina menyatu dengan paksaan oleh pria bertubuh kekar yang Elina tak kenali.
Beberapa detik saja dalam genggaman Satya membuat Elina perih, tapi malam panjang di bawah pengaruh alkohol membaut Satya seperti macan yang kehausan. Satya yang masih perjaka itu pun harus merenggut kegadisan Elina pada malam itu.
__ADS_1
Elina tak pernah menyangka malam pertama untuk Satya menjadi malam pertama untuk nya juga.
Ini Malam pengantin mu, bukan malam pengantin ku, huhuhuhu hiksss batin Elina menangis tersedu.