Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Tangisan dan luka Elina


__ADS_3

Bugghhhh....


"Arrgghhhh" teriak Elina membulat mata.


Elina pun tersungkur..


Sebuah hantaman keras tiba-tiba mendarat di pelipis kiri Elina yang saat itu tak menyangka kedatangan tamu yang tak diundang dengan keganasannya seperti singa si raja hutan.


Pukulan keras di layangkan kepada wanita yang tengah trauma akan kehidupan pahit namun di buat semakin pahit saat tangan itu mendarat sempurna di pelipis kiri Elina.


"Aw sakit" kata Elina yang memegang pipinya yang di pukul oleh Kanya.


"Kanya kenapa kamu memukul ku" kata Elina yang melihat Kanya saat itu melihat wajahnya sangat dingin dan sadis.


"Nanya kamu?"


Bak jatuh tertimpa tangga itulah yang tengah Elina rasakan saat itu menjadi korban dari segala yang ada.


"Beraninya kamu!! Berani nya kamu membuat pengakuan bahwa kamu adalah orang yang sudah di tiduri oleh Satya" kata Elina menarik keras kerah baju Elina saat itu yang tengah tersungkur lalu mendorong ke tembok.


Bughhh ...


Elina tak menyangka ucapa Kanya seperti hal yang aneh, karena apa yang di alami Elina memang benar adanya tidak ada yang bohong.


"Apa yang kamu katakan, apa maksudnya. Semua yang aku katakan benar adanya terjadi, Kanya!!! Bahkan aku berani bersumpah demi apapun bahwasanya memang suami mu lah yang telah meniduri ku di hotel itu, saat malam pertama itu ya" kata Elina dengan mata yang berkaca-kaca.


Elina tak menyangka dirinya terus saja di salahkan padahal sudah jelas dirinya yang menjadi korban saat itu.


"Kamu ingat kan kamu yang menyuruh ku untuk tetap di kamar hotel itu saat aku jadi jasa make up mu, cuma karena aku kelelahan aku tak sengaja ketiduran di kamar hotel mu" kata Elina yang merasa sakit yang teramat dalam.


Namun sebuah tamparan keras kini mendarat lagi di pipi Elina.


Plaaakkkk...


Wajah Elina terlempar ke samping tak menyangka jika Andra memiliki seorang adik yang sangat ganas.


"Kenapa kamu menampar ku" kata Elina yang memegang pipinya.


"Kamu sadar kamu siapa? Kamu mau suami ku menikahi mu karena hal itu!! Kamu ingin Satya menikahi mu karena hal ini, jangan mimpi kamu!!" Kata Kanya.


"Sampai hati kamu mengatakan itu, demi apapun aku tidak minta dirinya untuk menikahi tak akan mungkin, aku ini calon kakak ipar mu Kanya! Sadar! aku tidak mencintai Satya dan asal kamu tahu juga yang aku ingin kan hanya keadilan" kata Elina menatap Elina dengan mata yang masih berkaca-kaca.


"Kalau gitu berapa uang yang harus aku bayar kan untuk menutup rapat mulutmu, aku tidak mau kamu melaporkan ini kepada polisi bukannya papa ku sudah mengatakan itu! Aku tak mau Satya masuk penjara berngsk!" Kata Kanya mencekik leher Elina kuat. Elina pun berusaha melepaskan tangan Kanya yang sedang menjerat leher Elina.


Lalu Elina pun mendorong Kanya untuk menyelamatkan dirinya dari tangan yang berusah mencekik Elina.


"Aku tidak mau uang mu" teriak Elina kuat.


Tiba-tiba sebuah pukulan keras mendarat lagi dengan cepat.

__ADS_1


Bughhh...


"Pegangi tangannya akan aku habisi dia" kata Kanya yang menyuruh dua orang bodyguardnya untuk memegangi kedua tangan Elina.


"Jika dengan secara halus kamu tak mengerti, mungkin dengan cara ini kamu paham" kata Kanya.


Bughh...


Bughh..


Plaaakkk...


Wajah Elina di pukul dan di tampar berulang Kanya oleh Kanya. Elina berusaha lepas dan melawan saat dirinya di pegang paksa tapi Elina tak bisa lepas karena kedua tangan Elina di pegangi kuat oleh bodyguard Kanya saat itu.


Wajah Elina pun mengalami babak belur dirinya tak menyangka harus di perlakukan seperti ini.


Selain memukul Kanya pun mendenang Elina untuk memberikan pelajaran pada Elina.


Padahal dalam hal ini dirinya lah menjadi korban, hingga Elina yang tampak kesakitan habis di pukuli oleh Kanya pun terjatuh.


Meski saat itu bodyguard Kanya hanya memegangi tangan Elina kuat, tapi Kanya memukuli Elina habisan-habisan. bayhkan saat itu high heels yang Kanya pakai ia gunakan untuk memukul wajah Elina, membuat wajah Elina memar semua.


Elina menangis saat dirinya seperti orang yang bersalah dalam hal ini, padahal dirinya hanyalah korban dari semua yang terjadi.


Kanya pun memandang Elina yang tersungkur ke lantai. Lalu berjongkok mendekati Elina yang saat itu berada lantai meraskan sakit pada wajah yang sudah di pukul Elina.


Elina pun tak hentinya menangis sambil meraskan sakit pada tubuh dan wajahnya.


Tiba-tiba saat itu tangan Kanya mencoba memukul wajah Elina lagi tapi Elina sudah tak sanggup menahan rasa sakit yang ia alami.


"Kanya jangan pukul lagi, sakit.. hiks hiks hiks" kata Elina sembari menangis.


"Jadi kamu mau berhenti aku memukul mu" kata Kanya.


Elina pun mengangguk.


"Baiklah kalau kamu paham. Aku tekankan lagi pada mu, aku mau kamu anggap semua ini tak pernah terjadi apalagi saat malam pertama itu , jangan pernah kamu mengatakan itu kepada siapapun, tutup mulut mu rapat! Karena aku tak mau Satya masuk dalam hidup mu! Kedua aku tidak suka kamu menuntut keadilan! Anggap semua tak pernah terjadi " ucap Kanya dengan senyum menyeringai.


Elina pun terdiam, tak menyangka ucapan Kanya sungguh tak membela dirinya sebagai perempuan.


"Kenapa diam!! Tak bisa kamu menjaga ucapan ku, kalau gitu habisi dia" perintah Kanya.


Dua orang berbadan besar dan berotot itu menatap Elina dengan senyum menyeringai.


Elina pun ketakutan saat dua orang pria berbadan besar berusaha menariknya dan menghabisi dirinya.


Tiba-tiba benar saja Elina di tendang sangat kuat pada bagian punggungnya saat Elina masih tersungkur.


Buughhhh...

__ADS_1


"Aw... Aaarrgghh" teriakan kesakitan Elina sangat terasa.


Buughhhhh..


"Arrgghhhhhh baiklah, ba-baiklah" kata Elina.


"Jadi kamu menyerah" kata Kanya.


"Hikz.. Baiklah, baiklah, aku ikuti mau mu Elina" kata Elina kesakitan.


"Baiklah aku mau kamu menutup rapat mulut mu dan anggap semua tak terjadi, tidak ada lagi istilah kamu menuntut kamu meminta keadilan, terakhir kamu buat pengakuan bahwa apa yang kamu katakan kemarin adalah tidak benar" kata Kanya.


Kanya yang saat itu mengalami trauma serta kesakitan pun menyerah dengan semua yang ia alami. Elina pun mengangguk mengikuti apa yang Kanya inginkan.


Hingga saat itu Kanya pun mengambil handphone dan membeikan sebuah gambar diri Elina yang tak berpakaian sama sekali. Banyak sekali jepretan tubuh Elina tak berpakaian.


"Sekali saja kamu mengatakan kamu pernah ditiduri oleh suami ku, bukan hanya kamu aku pukuli tapi nama baik mu juga akan menjadi taruhannya" kata Kanya.


"Mau kamu aku siksa lagi" tanya Kanya lantang.


Elina pun menggelengkan kepalanya.


"Pastikan kamu jangan keluar rumah sebelum luka di wajah mu sembuh kalau saja kamu keluar dengan wajah seperti ini. Dua pria ini pun yang akan bertindak mengahabisi mu" kata Kanya.


"Aku rasa kamu sudah paham, dan ini bayaran mu kemarin! Aku membayar mu dua kali lipat anggap saja itu untuk membayar kegadisan mu yang telah terenggut" kata Kanya beranjak pergi lalu melempar uang ke wajah Elina.


Kanya pun beranjak jalan pergi meninggalkan Elina yang tengah terbaring di atas lantai, bercampur wajah dan tubuh yang memar karena pukulan.


Belum saja luka yang kemarin sembuh kini harus di tambah lagi luka baru yang sangat menyakitkan yang Elina tengah alami demi menjaga rahasia yang sangat menyakitkan untuk Elina.


Elina pun melihat kepergian Kanya berjalan keluar rumahnya dengan mata yang menyipit karena luka di wajahnya.


Uang yang di lemparkan Kanya pun berhamburan di wajah Elina. Uang yang di lemparkan sebanyak dua puluh juta dengan lembaran ratusan ribu.


Elina tak pernah menyangka karena ia yang kini miskin, sebatang kara dan memiliki banyak hutang. Harga dirinya sebagai seorang perempuan tak lagi di anggap.


Sakit dan perih disaat semua tak ada yang memihak padanya.


Justru banyak pembelaan pada pihak bersalah dan justru menyakiti wanita yang saat ini butuh perlindungan.


Elina pun menangis tersedu sedu merenungi nasibnya yang sangat lah sakit untuk dirinya.


Hiks hiks hiks


Elina tak sanggup beranjak dan berdiri, Elina menangis tersedu saat kesendirian diri tak memiliki siapapun saat ini.


Elina hanya berharap bahwa orang yang sudah menyakitinya akan mendapatkan karma yang setimpal.


Huhuhuhu.. huhuhu.. huhuhuhu....

__ADS_1


__ADS_2