Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Di bawa Bowo


__ADS_3

Disaat Elina sudah berada di genggaman, Elina di tarik ke dalam mobil yang Bowo bawa. Tujuan Bowo yang datang untuk membeli tanah di daerah jauh dari pusat kota harus ia tunda saat ia melihat mangsa yang di rasa cukup membuatnya tersenyum.


Bowo yang suka pada Elina karena menurut Bowo Elina sangatlah cantik sudah pasti menjadi hal yang Bowo inginkan.


Elina di bawa Bowo dengan air mata yang terasa jatuh di pipi, tak ada kata yang ia ucapkan saat itu. Hanya kepiluan yang saat ini ia paling rasakan, terasa jebakan yang saat ini paling rasa. Langkah kesini tak ada jalan, kemanapun seolah tak ada jalan hingga dirinya tanpa terjatuh menjatuhkan air mata sedih dengan rasa yang sangat campur aduk.


"Pak kasihanilah saya, saya tengah mengandung beri saya kesempatan" kata Elina.


"Dasar perempuan edan tak ada kesempatan lagi, sekali pun si Sri saya tidak tarik dari rumah itu saya tetap akan membawa mu pergi dari tempat itu, ikutlah kemana pun aku pergi karena kini hidup mu sudah ada ditangan ku wanita sialan!" Kata Bowo kasar menarik Elina dengan tanganya dan menjerat leher Elina dengan lengannya.

__ADS_1


"Hutang mu sangatlah banyak tak bisa kamu pergi dari kehidupan saya begitu saja, kecuali hutang mu sudah lunas!! Camkan itu wanita brengssek" ucap Bowo dengan sumpah serapah yang di layangkan oleh dirinya.


"Ku harapa Bayi dalam perut mu ini harus cukup kuat karena tiap malam aku akan tidur seranjang dengan mu. Kamu sudah paham kan maksudnya apa, sekalipun bayi kamu tidak selamat aku sungguh tidak peduli, wanita seperti mu memang layak mendapatkan semuanya " kata Bowo.


Elina menelan salivanya dalam-dalam, Elina tak pernah tahu apa saja yang akan di lakukan oleh Bowo setelah dirinya menjadi wanita yang seolah menjadi tahanan untuk pria yang tak punya hati ini.


"Pak, bapak tahu dengan apa yang bapak lakukan terhadap saya itu akan menjadi karma untuk bapak juga, ingat umur bapak yang sudah tua harusnya bapak bisa berfikir secara jernih, bapak harus lebih bisa memberikan kebaikan pada orang lain daripada kesengsaraan seperti ini" kata Elina yang berusaha untuk menasehati orangtua itu.


Lidah Bowo berhasil masuk ke dalam mulut Elina kini ia menari di dalam mulut wanita yang di rasa sudah menjadi miliknya itu. Bahkan ia tak segan memasukan tangannya ke dalam bagian terdalam.

__ADS_1


"Lepaskan aku . Lepaskan aku pak.. lepaskan aku ..." Ucap Elina yang meminta tolong.


"Pak lepaskan wanita itu, bapak menganggu diri saya yang sedang menyetir" kata Supir yang sedang membawa mobil.


Akhirnya Bowo pun melepaskan Elina


Elina pun bergetar ketakutan dan terlihat shock berat dalam diri, tapi di dalam perjalanan itu Bowo tak melepaskan sama sekali pandangannya dari Elina seolah menunggu hal yang paling ia inginkan yaitu meniduri Elina.


Elina pun terasa perih dan sakit yang kini ia alami, dirinya tak siap bila harus melayani pria yang ia tak cintai, sampai kapan pun tak akan pernah siap.

__ADS_1


Elina pun merasa sesak yang teramat dan tak bisa berkata selain harapan di dalam hati ingin segera pergi dari kehidupan yang perih dan membuat nya sedih.


__ADS_2