Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Oma Sari


__ADS_3

Setelah itu Elina pun langsung menaruh gaun yang diberikan oleh Bi Dina, dirinya menghargai pemberian dari Bi Dina. Ia simpan di lemari.


Hingga saat itu, Elina pun terdiam menunggu Andra yang tak kunjung pulang.


Dirinya gelisah karena meskipun Andra jahat, tapi Elina tidak bisa ditinggal kan Andra begitu saja.


Untuk soal makan beruntung hingga saat ini Bu Dina masih memberikan kebaikannya secara diam-diam menyisihkan lauk untuk Elina, meski mungkin hanya dengan tempa atau tahu Elina masih beruntung.


Elina pun diam-diam memakannya di dalam kamar.


Kembali lagi membahas Elina yan masih setia menunggu sang suami yang tak kunjung pulang.


Dan saat itu terlihat Elina yang masih menunggu di depan pintu rumahnya, disaat yang lain sudah tertidur.


Elina khawatir pasalnya waktu sudah menunjukan jam 10.00 malam, dan keadaan hujan sangat lebat disertai angin yang kencang.


Elina khawatir dengan Andra yang sudah malam tak kunjung pulang bahkan nomer Andra tak bisa di hubungi. Sebagai istri yang mungkin sulit mendapatkan cinta Andra tapi Elina tetap tidak ingin jika andra sampai kenapa-kenapa.


Hingga saat itu Elina yang tengah menunggu sang suami, mendengar sebuah ketukan pintu.


Elina pun membuka pintu dan melihat siapa yang datang kala ini, lalu Elina membuka dan melihat ternyata seorang wanita tua yang entah siapa?


"Loh ini neneknya siapa?" Tanya Elina bingung melihat seorang wanita tua datang.


"Kamu pikir siapa?"


"Ya nggak, aku hanya tidak kenal siapa nenek ini siapa" kata Sari.


"Justru yang seharusnya saya yang tanya siapa kamu"


"Ouh saya Elina istrinya Andra"


"Kenalin saya Omanya Andra" jawab Elina.


"Loh Andra sudah punya istri kapan dia menikah, kenapa saya gak di undang"kata Sari.


"Andra gak pernah cerita soal nenek" jawab Elina.


"Saya senang Andra sudha punya istri, tapi sayang saya tidak di kasih tahu dia menikah. Selama ini saya tinggal di Philipina ada usaha di sana, tapi keluarga ini sungguh tidak menghargai saya. Mentang saya sudah mandiri sudah punya usaha baru disana, mereka melupakan saya sebagai Oma dari mereka sendiri. Kamu panggil saya Oma sari ya" kata Oma.


"Baik oma"


"Kamu tunggu siapa?"


"Andra Oma"

__ADS_1


"Andra dari dulu sampai sekarang itu anak tidak jelas biarkan saja dia pergi, sekarang kamu bantu oma angkat tas ini. Ke kamar" kata Sari.


"Sekarang Oma?" Tanya Elina.


"Tahun depan!!! Ya sekarang " kata Oma sari.


Elina pun mengangkat tas yang di bawa Oma sari sungguh berat hingga Elina tergopoh-gopoh saat membawanya.


"Semua orang di rumah ini kemana sih, masa nyonya besar seperti saya tidak ada yang tahu kalau saya datang" kata Sari.


"Oh sudah pada tidur oma, mereka sudah mengantuk ditambah hujan juga jadi suasana mendukung" kata Elina.


"Yaudah bawa masuk tas saya ke kamar ingat pelan-pelan isinya barang mahal semua"


"Iya Oma baik" jawab Elina yang angkat tas Oma sari dengan sangat perlahan dan pasti.


Meski berat Elina melakukan dengan senang hati tanpa beban karena Elina merasa jika nenek Andra adalah neneknya. Jadi Elina membantu tanpa beban.


Lalu Elina pun membantu membawa tas Oma sari hingga kamarnya, sampai di sebuah kamar tamu saat itu.


"Ini kamar Oma ya" kata Elina.


"Buuuuukkkaaan!!! Bukan cuma kamar aja, tapi semuanya ini punya saya. Perusaan saya itu siapa lagi yang bangun dari nol kalau bukan saya" kata Sari.


"Semua perusahaan milik keluarga ini punya saya, mereka enak tinggal hasil. Dulu jaman dulu sekali saya membesarkan nama perusahaan itu menjadi besar eh sekarang mentang-mentang saya sudah serahkan kepada mereka semua, malah mereka lupa pada saya. Akhirnya saya keluar negri saya niat luapkan kekesalan, tapi siapa sangka saya di sana sukses dan punya usaha baru yang lumayan"kata Sari.


"Wah Oma hebat, keren" kata Elina.


"Iya itulah saya"


"Oh iya tapi.. aku boleh ya ijin dulu.. mau tidur" kata Elina pamit.


"Yakin mau tidur?" Kata Sari.


"Hehee sebenernya sih gak juga aku mau menunggu Andra" kata Elina.


"Eh gak bisa, gak bisa kamu pergi. Kaki saya pegel sekali. sekarang saya mau kamu tolong saya" kata Sari.


"Tolong apa Oma?" Kata Elina.


"Ya pijitin lah apa lagi" kata Sari.


"Baiklah oma, aku akan pijetin kaki Oma"


"Iya udah kamu pijetin yang bener jangan sampai gak enak ya pijiten"

__ADS_1


"Ya Oma siap aku usahain enak ya, Oma santai saja anggap saya aku ini cucu Oma sendiri. Kalau rasanya tidak enak bilang ya Oma akan aku perbaiki" kata Elina.


Lalu Elina pun memijit kaki Sari dengan perlahan tapi pasti.


Sari tanpak duduk di kasur empuknya dengan perlahan tapi pasti dan membuat sari lebih relaks.


"Bagaimana enak Oma" kata Elina.


"Iya kamu pijat kaki saya yang kiri saja yang kanan ga usah" kata Sari sambil menikmati pijatan dari Elina.


"Gak apa-apa Oma sekalian saja dua duanya, bahagaimana enak kan"kata Elina memijat kaki Elina dengan senyum manisnya.


"Lumayan, lumayan enak ini sih. Saya senang kamu bisa pijit saya"kata Sari.


"Kamu kenapa mau sama cucu saya Andra, bukannya dia playboy" tanya Sari diluar dugaan Elina.


"Playboy, setahu ku Andra cucu Oma bukanlah pria yang seperti itu dia baik, dia sangat lah baik"


"Apa kamu yakin?" Tanya Sari.


"Iya selama ini yang aku tahu dia baik" kata Elina.


"Sukurlah, oya Kamu pijetin badan saya juga ya nanti" kata Sari yang meminta lebih.


"Iya Oma"


"Tapi sekarang kaki nya aja dulu"


"Iya Oma"


Hingga saat itu Elina pun memijat kaki Sari dengan lembut dan memberikan yang terbaik.


"Kamu jangan berhenti memijat kaki saya sebelum saya bilang cukup" kata Sari.


"Pasti Oma pasti" jawab Elina memijat kaki Sari dengan ikhlas.


Elina pun memijat kaki Sari dengan senang hati hingga dirinya yang merasa sudah cukup lama memijat dan tertidur di atas kaki Sari.


Seketika Sadi pun menyadari jika istri cucunya telah tertidur di atas kaki Sari.


Tak pernah Sari sekalipun melihat anak muda yang baik dan setulus Elina.


Hingga mata sari memandang Elina yang tertidur diatas kakinya memandang penuh arti dan dalam.


Saya tidak tahu, wanita ini merasa terpaksa atau tidak menolong membawa tas ku dan memikat kaki ku tapi aku merasa jika wanita yang Andra nikahi adalah wanita yang baik, jarang sekali wanita jaman sekarang seperti dirinya, batin Sari sambil memandang Elina.

__ADS_1


__ADS_2