Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Andra dan Elina pulang


__ADS_3

Elina pun belum sampai di situ Andra dengan cepat mengangkat tubuh Elina kini ia ingin lanjutkan ke bagian paling dalam yaitu ditempat yang lain yakni di atas ranjang tapi seketika Elina merasa jika Andra belum mengunci pintu.


"Sebentar sebentar" kata Elina.


Akhirnya Elina mengambil baju nya lalu memakainya kembali.


Elina pun bangun dan mendapati jika pintu rumah itu agak terbuka.


Elina pun membulat mata tak menyangka.


"Andra sini, sini... Kamu tahu kamu tak mengunci pintu dengan baik" kata Elina merasa kaget.


Andra pun terbangun dan terlihat sangat santai.


"Lalu masalah nya apa?" Kata Andra.


"Masalahnya apa, ini masalah. Bagaimana kalau ada yang melihat kita"kata Elina.


"Elina, kalau ada yang melihat juga kenapa,kita juga sudah menikah mereka mau gerebek kita gak akan mungkin"


"Iya aku tahu, tapi-"


"Sudahlah lupakan rasa takut kamu sekarang, sudah saat nya kita lakukan lagi di dalam. Lihat aku akan kunci pintu rumah ini dan selesai. Beres kan buat apa kamu takut"kata Andra.


"Tapi kalau ada yang lihat tadi bagaimana" kata Elina yang merasa takut dan was was takut ada yang melihat saat diri elina yang sedang bercinta oleh Andra.


"Cukup, Elina.. cukup! rasa takut mu justru hanya menghambat waktu ku, ayooo sekarang kita mulai lagi"


"Apa?"


"Ya melakukannya lagi, kamu pikir apa?"kata Andra.


Lalu dengan cepat Andra menggendong Elina hingga ke kamar dan langsung naik ke atas ranjang.


Andra pun langsung meniduri Elina lagi sangat kuat dan agak kesar.


"Sebentar" kata Andra.


"Apa yang kamu lakukan"


Andra pun terlihat meminum obat dan Elina yakini jika itu bukan sembarang obat.


"Itu obat apa?"


"Obat kuat di atas ranjang" kata Andra.


"Andra untuk apa, jadilah pria apadanya obat kuat itu tak seharusnya Kamu pakai aku sudah cukup tanpa obat itu" kata Elina.


"Tapi aku ingin, jangan halangi aku" kata Andra.


"Andra"


"Diamlah, kamu harus melayani ku...harus!!!!"


Hingga saat itu Andra pun langsung menunggangi Elina seperti kuda, batang milik Andra pun bermain. Andra seperti macan yang kehausan saat itu.


Bahkan Elina yang meminta Andra untuk berhenti sejenak tak ia dengar.


Hingga milik Andra dari malam itu terus berada di lubang milik Elina hingga sampai pagi karena obat kuat yang Andra minum memang membuat Elina tak habis pikir dengan semua yang di lakukan Andra.


Benda itu masih terus mengeras hingga 12 jam lebih.


Elina pun merasa perih pada bagian intimnya tapi Andra terus melakukan tanpa peduli pada diri Elina.

__ADS_1


Bahkan Elina merasa seperti orang yang disiksa ketimbang menikmati.


Hingga pagi itu, Andra pun masih melanjutkan permainannya.


Dengan sangat kuat Andra menerobos hingga ruangan itu kembali panas.


Andra pun merasakan kehangatan dan betapa nikmat milik wanita muda yang ada didepannya.


Elina.. Untuk saat ini punya mu masih sangat enak, walau aku tahu kamu aku nikahi secara tak gadis lagi. Tapi jika suatu saat aku merasakan punya sudah kendur, dan sudah tak enak lagi. Aku akan pergi dari mu. Aku akan berikan surat cerai, batin Andra tesenyum menatap Elina.


Hingga stelah selesai Andra pun melepas kan Elina.


"Rasanya bagiamana?" Tanya Andra.


"Sakit" kata Elina. "Bahkan sangat perih aku jadi sulit untuk berjalan" kata Elina.


"Ya gak apa-apa" kata Andra.


Tiba-tiba saja suara telepon Andra berbunyi dan mengecek telpon dari siapa.


"Andra ini papa, papa cuma mau bilang kamu pulang"kata Hendrawan.


"Loh ada apa?" Tanya Andra di telepon.


"Papa rindu suasana di rumah ini tanpa kamu atau pun Elina. rumah ini sepi, kamu tahu Kanya juga sudah tak di sini kan" kata Hendrawan.


"Tumben?" Kata Andra.


"Tak jadi masalah kan kalau kamu tinggal di sini" kata Hendrawan.


"Ya.. lusa aku pulang sekalian bawa mobil papa yang kemarin"kata Andra.


"Ya lebih cepat lebih baik" kata Hendrawan.


Lalu saat itu Elina pun mendengar apa yang dikatakan oleh Andra.


"Tadi siapa yang telepon" tanya Elina.


"Papa ku, dia mau kita pulang kesana"


"Tapi lebih enak jika kita tinggal berdua saja di sini, ehmm maksud ku kita bisa belajar hidup mandiri setelah menikah kan" kata Elina.


" tapi apa yang papa bilang benar jika kita butuh mereka, mereka orang tua ku, jadi seharusnya memang aku tinggal bersama mereka"jelas Andra


"Tapi aku bingung sejak kapan kamu punya apartemen ini"kata Elina.


"Ini punya papa yang aku beli" jelas Andra.


"Buat apa kamu membelinya, apakah apartemen ini kamu pakai" kata Elina yang menaruh curiga.


"Beli itu gak harus di pakai, bisa di sewakan atau aku jual lagi. Dengan begitu aku bisa dapat keuntungan kan" kata Andra.


Elina pun terdiam tak bicara lagi mungkin memang pasalnya orang kaya memiliki aset seperti hal biasa. Jadi Elina tidak curiga dengan Andra yang ternyata punya apartemen secara tiba-tiba.


"Baiklah karena kamu adalah suami ku, aku terima kita kembali ke rumah keluarga mu" kata Elina.


"Okey, dan satu lagi. Elina aku mau kalau aku main di ranjang kamu harus bangun jangan sampai ketiduran"


"Andra bisakah kamu jangan minum obat kuat seperti malam tadi, jujur aku tak sanggup mengimbangi mu" kata Elina.


"Aku bukannya tidak percaya diri tapi aku suka. Dan satu lagi Elina kamu harus lebih pandai goyangan yang lebih menggoda. kamu harus bisa" kata Andra. Mm kamu harus bisa lebih bergairah daripada wanita bayaran di luar sana" kata Andra.


"Tapi aku memang bukan wanita bayaran"kata Elina menatap Andra.

__ADS_1


"Aku tidak peduli kamu wanita bayaran atau bukan tapi kamu harus bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan ku"jelas Andra.


Hingga kini tangan andra menarik tubuh Elina dan Elina kembali di mainkan di dapur.


"Aarrgghhhh....''


" Apakah kamu tidak cukup puas dengan permainan semalam" kata Elina yang badanya kini sudah dalam dekap Andra dengan kaki yang melebar lalu menelusup masuk.


"Aku tidak peduli dengan yang semalam aku mau lagi pagi ini"jelas Andra.


"Andra tapi aku belum sarapan bisa kah kita sarapan dulu"


"Ini sarapannya"kata Andra yang menikmati tidak tubuh Elina.


"Sejak kapan kamu jadi hiper begini" ucap Elina yang merasa benda keras itu masuk dan memainkan perannya. "Aku mohon perlahan"


"Aku akan operasi bagian bawah dengan ukuran paling besar"kata Andra.


"Tapi untuk apa?"


"Memuaskan mu"


"Ini sudah cukup besar aku sakit jika ukurannya tidak normal, sudah cukup Andra. Sudah cukup" kata Elina.


"Kamu tidak bekerja" tanya Elina.


"Tidak?"


"Kenapa?"


"Karena aku ingin melakukan hingga besok pagi lagi" kata Andra.


Elina pun memejamkan mata dan terasa pasrah.


.


.


.


Hingga keesokan harinya..


Elina dan Andra pun pulang dengan naik mobil menuju rumah mertuanya.


Tapi dalam hal ini sebelum Andra dan Elina pulang, Hendrawan memasang cctv di kamar Elina dan Andra. Dan juga di kamar mandi mereka, itu semua Hendrawan lakukan agar Hendrawan lebih mudah melihat Elina dalam melakukan aktivitas dan berfantasi liar dengan tubuh Elina.


Hingga Elina dan Andra yang sampai rumah itu pun di sambut baik oleh Hendrawan.


"Wah kalian sudah pulang rupanya" kata Hendrawan.


"Ayo kesini, kalian harus pulang dan ini rumah kalian" kata Hendrawan.


Elina pun tak menaruh curiga sama sekali saat itu, bahkan dirinya merasa senang di sambut baik walau ada wajah sinis yang di berikan oleh Mery Karana menantunya itu telah kembali pulang.


Saat sore hari...


Elina pun mendapati dirinya ingin mandi sore saat itu, dan saat sore itu Elina tak menaruh curiga sedikitpun pun ia mandi.


Tapi di balik Elina yang mandi Hendrawann sedang mengintip Elina di balik cctv yang ia taruh di dalam kamar dan kamar mandi yang ada di kamar Elina.


"Oh Elina tubuh mu begitu seksi" kata Hendrawan menatap Elina di balik layar ponsel miliknya.


Hendrawan tahu dirnya salah, tapi Hendrawan adalah hidung belang yang otaknya tak jauh jauh senang bila melihat wanita seksi sekalipun itu adalah istri dari putrinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2