
Elina pun menaiki ojek dan melewati jalan kecil yang panjang dan berliku agar tak mampu dikejar oleh pria bernama Bowo itu, karena sangat bahaya jika Bowo tahu alamat rumah kontrakan Elina yang baru, dia bisa saja datang kembali dan melakukan hal yang sama bahkan lebih itu sungguh hal gila dan tak mau Elina ulangi.
Jatuh sudah harga diri Elina sebagai perempuan, pria kurang ajar itu memang tidak tahu diri di anggap apa mulut Elina main memasukan saja seperti toilet umum untuk mendapatkan kenikmatan. Dia tak tahu diri sekali, sungguh di luar dugaan sungguh sangat memilukan.
Ingatan paling buruk itu pun sangat terpatri bagaiman pisang besar itu masuk penuh kedalam mulut manis Elina, di tambah bulu lebat hitam yang keriting membuat Elina ingin muntah. Apalagi saat pria itu menrebos paksa maju mundur memasukkan ke dalam mulut Elina sungguh membuat mual, tangan Elina pun meremas erat merasa sakit hati yang sangat dalam. Batang besar itu sungguh hal yang paling gila untuk Elina, dalam hidup Elina yang pernah pacaran beberapa kali tak pernah sekalipun melihat batang milik sang kekasih. Ini yang bukan siapa-siapa tahu-tahu menjadi bahan pelampiasan untuk pria tua. Sungguh menyedihkan dan memilukan.
Elina yakin dirinya malam ini takkan bisa tidur ingatan buruk itu akan menghantui ingatan Elina terus.
Aaaaaarrrhhghhh!!!! Teriak Elina di dalam hati merasakan hal menyakitkan.
Hingga sesampainya di rumah Elina pun langsung sikat gigi dan mencuci mulut nya dengan moutwash rasa mint bila ingat yang terjadi Elina tak sanggup, setelah selesai tak terasa air mata Elina terjatuh Elina pun menangis tersedu sedu, tak kuasa air mata Elina terjatuh lagi bila ingat kejadian itu.
"Huhuhu hiksss huhuhu hikkss"
Suara tangis Elina merasa sakit batin begitu terdengar, Elina selain merasa benci Elina juga meratapi nasib diri yang penuh rasa ketidakberdayaan dan bertapa lemahnya diri Elina hingga mudah untuk dilecehkan.
Baru saja harapan itu ada, tentang sebuah pekerjaan yang mungkin saja sudah di depan mata. Namun harus runtuh dengan kenyataan pahit yang ada.
Malam hari Elina pun benar saja tak bisa tidur bukan karena nyamuk yang datang, melainkan resah karena kejadian siang itu yang sungguh sangat membuat diri Elina merasa jijik pada dirinya sendiri.
.
.
.
Pagi hari kemudian...
Elina pun bangun pagi lalu membuat sarapan dengan semangkuk mie instan. Sebenernya tidak lah sehat makan mie instan setiap hari seperti ini tapi bagi Elina mau makan apapun tidak jadi masalah selama halal daripada tidak makan sama sekali.
Dalam hal ini Elina bisa saja minta tolong pada Andra untuk membelikan sarapan pagi, tapi Elina tidak enak bila meminta terus menerus. Kalau masih ada yang bisa di makan buat apa meminta.
Tapi siapa sangka Andra datang pagi-pagi dengan membawa sarapan yaitu membawa dua bungkus soto daging dan buah-buahan.
Andra datang dengan plastik yang ia bawa.
"Hallo sayang" ucap Andra tersenyum namun senyumnya terhenti saat melihat Elina yang sedang makan mie instan.
"Kok kamu makan mie sih aku bawa soto daging buat kita makan bersama"
Elina pun menaruh senyum tipis saat Andra datang tiba-tiba.
"Aku gak enak mau makan saja harus menunggu mu, sungguh merepotkan kamu aku tidak enak Andra" kata Elina sambil memakan mie instan rebus rasa soto dihadapannya.
Lalu Andra pun duduk disamping Elina dan menatap sang kekasih.
"Elina nanti malam kamu bisa kan datang ke acara mama, kebetulan selain mama ingin bertemu dengan mu, hari ini juga mama sedang ulangtahun loh ada lah sedikit acara makan malam kecil-kecilan dan beberapa tamu juga gak banyak sih tapi ada" kata Andra saat itu.
"Ulang tahun mama mu, haduh.. kenapa kamu gak bilang dari awal aku belum membeli hadiah untuk mama mu dan baju ke acara pesta mama mu bagaimana ini? aku pakai apa ya?" kata Elina.
"Tenang saja soal itu, aku sengaja tidak memberi tahu soal mama yang ulang tahun, agar kamu gak repot cari hadiah sana sini, nanti kita beli bunga saja buat mama ku malam ini. Dan dia pasti senang dengan bunga yang kamu bawa. Terus juga soal gaun aku sudah siapkan untuk kamu pakai malam ini. Jadi kamu bisa pakai, aku yakin kamu suka" ucap Andra tesenyum menatap Elina penuh cinta dan memberikan gaun yang di bawa di dalam paper bag.
Lalu Elina pun membuka dan melihat.
"Waaaaah terimakasih aku suka sih, tapi..." Kata Elina.
"Tapi apa?"
"Ini gaun terlalu pendek bagian bawah, masa sepaha gini sih sayan, gak sekalian gak pakai celana saja aku" kata Elina.
"Eh gak apa-apa lagi kamu juga jarang kan pakai seksi gini sekali kali gak apa-apa, lagi juga aku buru-buru memilih gaun itu jadi gak sengaja malah milih yang seksi bikin kamu tambah seksi, habis kalau liat kamu otak aku buat aku traveling" kata Andra tersenyum.
"Dasar mesum!!!" Kata Elina.
"Heeeyy tidak ada cowok yang tidak mesum, kecuali pria itu tidak normal" sahut Andra.
"Jadi semua cowok mesum!" Kata Elina.
"Iya lah masa ya iya dong"
"Iya juga sih hampir semua" kata Elina yang ingat kejadian yang menimpa dirinya sambil memandang kosong.
"Kamu kenapa?" Ucap Andra.
"Oh gak apa-apa" kata Elina berusaha menutupi apa yang ada di hati.
"Btw gaun itu pakai saja dulu walau mungkin terkesan seksi, adik ku pun sudah biasa pakai dress mewah dengan modelan seperti ini. Dan gak jadi masalah, Oia bukannya kamu juga pernah pakai dress seksi seperti itu ya waktu acara panggung kemarin. Malah kamu sambil nyanyi dan goyang goyang oplosan. Ingat gak di acara panggung dangdut waktu itu yang kamu bilang" kata Andra.
"Iya sih.. tapi beda itu kan waktu kerja jadi seperti tuntutan gitu, tuntutan gara-gara yang nikahan emang request lagu itu. Ya jadi suka kebawa suasana aja sih sebenernya" jawab Elina apa adanya.
"Hehehe, ya udah jalani aja dulu cuma malam ini aja kok pakai ini. Kuliah mah gak usah pakai gaun seperti ini" kata Andra.
"Ya kali kuliah pakai baju ini, belahan punggung nya lebar, roknya sepangkal paha juga, yang ada aku malah ditegur, muka taro dimana muka" kata Elina.
"Hahahah bukan nya enak di tegur jadi terkenal" jawab Andra.
"Heemmpp mulai deh ah"kata Elina.
"Yasudah aku kantor dulu ya sayang" pamit Andra sambil mencium kening Elina.
"Iya bye"
Lalu setelah itu Andra pun pergi karena memang masih ada tugas kantor yang masih perlu ia kerjakan, dan diri Andra berjanji akan datang lagi saat jam 7 malam nanti untuk sebuah acara itu.
Soal kejadian yang terjadi pada Elina, Elina tak berani mengatakan semuanya walaupun sebenernya cukup menyakitkan untuk hati Elina. Elina terlalu malu untuk mengatakan semua secara jujur, dirinya mungkin akan cerita tapi disaat yang benar-benar tepat. Elina takut semua yang ia ceritakan malah membuat Boomerang dirinya, Elina takut jika Andra malah akan memilih jalan putus, saat ia tahu Elina sudah jadi permainan untuk pria lain dan sungguh membuat dirinya terbuang.
Elina pun memejamkan mata dan menarik napas beratnya. Lalu ia menatap buah anggur dan apel yang Andra bawa, lalu dengan cepat Elina pun memakan yang di bawa saat itu.
.
.
.
.
Hingga malam hari...
Tepat pukul 7.00 malam Elina pun telah siap dengan semuanya, Elina terlihat cantik dengan gaun yang diberikan oleh Andra. Meski terlihat seksi tapi kecantikan dan aura yang Elina miliki memang terpancar terlihat elegan dan mewah.
Gaun berwarna merah menyala membuat Elina terlihat sangat menawan hati, ditambah sentuhan make up yang mampu membuat Elina semakin cantik.
Dengan rambut yang digerai panjang lurus kebawah, berikut dengan high heels berwarna hitam Elina tampil memukau.
Tak lama Andra datang menjemput Elina di kontrakan rumahnnya, Andra pun terpana saat melihat Elina kala itu matanya enggan untu untuk beralih pergi dari apa yang ia lihat di depan mata.
"Sungguh cantik dirimu sayang" kata Andra mencium tangan Elina.
__ADS_1
"Iya makasih udah dari dulu sih, kamu kemana aja" kata Elina.
"Eh serius sekarang cantiknya pakai banget" kata Andra.
"Iya deh iya makasih ini kan baju dari kamu, pasti lah kamu bilang cantik"
"Eh gak gitu juga maksudnya, kamu cantik banget mau pakai apapun. yaudah yuk kita berangkat ya"kata Andra.
Selama perjalanan Elina pun menatap jalan dengan tatapan penuh ketegangan dan grogi serta takut, karena bagaimana pun ini pertama kali Elina bertemu calon mertua dan rasanya benar benar menegangkan, apalagi Andra dari kalangan keluarga berada semakin menambah ketegangan yang ada.
Dalam pikiran Elina yang ada saat ini adalah..
Bagaimana kalau ibu Andra adalah orang yang benar-benar perfeksionis dan antagonis seperti di sinetron-sinetron, bagaimana kalau mamanya Andra tak menyukai Elina. Bagaimana kalau mama Andra yang tak bisa menerima kehadiran Calon menantu miskin seperti dirinya. Pasti akan membuat Elina semakin sulit untuk masuk ke dalam keluarga mereka.
Elina pun hanya menarik napas beratnya saat ini tengah Elina rasakan.
Hingga akhirnya mereka pun sampai di sebuah hotel, di acara ulang tahun dari mamanya Andra yang bernama Mery. Dengan senyuman menawan Elina pun datang memberikan senyum.
ya ..
saat ini yang Elina miliki hanya senyuman tulus dan ikhlas.
Disaat yang lain mampu memamerkan benda berharga seperti tas mahal, perhiasan dan mobil mewah. Elina hanya punya keberanian untuk datang dengan senyum.
Jika Elina dulu sering membawa sesuatu yang mahal dan mewah kini lain dengan keadaan yang sekarang, sudah hidup susah terlilit hutang pula.
Sungguh menyedihkan..
Hingga kedatangan Elina pun membuat semua mata tertuju dengan hadirnya Elina, pasalnya selain Elina cantik Elina adalah wajah baru yang mereka lihat tak pernah mereka lihat sebelumnya, Elina pun kembali tersenyum saat ada yang memandang Elina dengan berbagai sudut pandang ada yang menatap dengan baik dan ada pula yang menatap dengan sinis.
Andra yang dulunya playboy mungkin sudah biasa membawa wanita tapi yang Andra bawa saat ini yang paling cantik diantara wanita yang lain itu sebab nya banyak mata yang terpesona dengan kehadiran Elina di acara ulang tahun mamanya.
"Wah siapa ini, cantik sekali" kata seorang wanita dan dia adalah teman dari Mery.
"Kenalin Tante dia adalah Elina pacar aku" kata Andra mengenal seorang wanita yang kini sedang ia gandeng.
"Wah cepat segera menikah ya, dari keluarga mana? rumahnya dimana?" Kata wanita itu lagi.
Sebuah pertanyaan yang biasa tapi sulit untuk di jawab pasalnya Elina bukan lah dari kalangan orang berada sehingga menjawab pertanyaan dari orang kaya itu serasa sulit.
"Dari mana ya, Tante .. heheh nanti juga Tante tahu sendiri lah, aku ke mama dulu ya" kata Andra.
"Permisi Tante" kata Elina ijin permisi.
"Kalau sekiranya kamu grogi ya kamu jangan jawab apa-apa semua yang manis didepan belum tentu manis di belakang, aku cuma gak mau kamu jadi bahan gosip untuk teman-teman mama aku" kata Andra setengah berbisik.
"Iya" jawab Elina.
Hingga seorang wanita cantik dengan gaun mewah dan tidak di sangka jika itu adalah mamanya Andra.
"Wah ini siapa sayang?" Tanya Mery.
"Ini pacar aku ma" jawab Andra.
"Perkenalkan Elina Tante" kata Elina mengenalkan sendiri.
"Mmmmm cantik juga, kamu kuliah atau?"
"Masih kuliah ma"jawab Andra.
"Oh, bagus kuliah dulu baru menikah ya jangan buru-buru nikah itu gak enak, enak kan nikahnya nanti kalau sudah untuk 30an ke atas. Jaman sekarang jangan buru-buru nikah, ya kan ndra" kata mama Andra yang malah berbicara di luar konteks.
"Heheh maaf maaf itu kan cuma prinsip hidup ya, kalau kamu nikah pas umur tiga puluh Andra umur berapa ya?"
"Nah itu mama tahu" kata Andra.
"Kamu duduk dulu ya, semua makanan itu bisa kamu makan kok. jangan cuma dilihat doang ya" kata Mery.
"Terimakasih Tante"
"Nah kan mama aku mah orang nya baik, lihat kan" kata Andra.
Elina pun tesenyum.
Lalu kini mereka duduk di meja makan yang sudah di sediakan, mereka makan di meja makan yang cukup panjang dan besar dengan jumlah kursi bisa sampai untuk muat 20 orang mereka duduk bersama. Semua hidangan dan makanan mewah pun sudah di sediakan. Dan disana juga ada papa dari Andra bernama Irwan. Elina pun sempat memperkenalkan diri dan mencium tangan Hendrawan sebagai bentuk rasa hormat untuk calon mertuanya itu.
Disana juga ada Kanya, berikut beberapa tamu undangan yang memang Elina tak kenal satu persatu.
Hingga sebelum acara makan bersama di mulai ada ceremony yaitu acara tiup lilin dan menyanyikan lagu happy birthday to you. Semua pun bersama sama menyanyikan sebuah lagu dengan meriah.
Hingga pembagian kue pun dilakukan, seketika saat melihat keluarga Andra yang begitu harmonis dan lengkap. Seketika ada perasaan sesak di dada dimana Elina teringat dengan papa dan mamanya yang saat ini telah tiada. Dulu Elina pernah merasa kan posisi dimana merayakan ulang tahun bersama mereka kini tak ada lagi, yang ada hanya kenangan dan kesedihan yang melanda.
Hingga saat makan malam di mulai, semua berjalan seusuai rencana. Dan seseorang datang di tengah acara berlangsung yaitu sahabat dekat dari keluarga pak Hendrawan dan dia adalah...
Bowo Tresno.
Hati Elina pun terasa sesak melihat siapa yang datang.
Seketika mata Elina tak mampu berkedip bukan karena cinta melainkan rasa tak menyangka melihat pria berngsk itu berada di depan mata.
"Maaf saya datang terlambat ada beberapa tugas yang memang tidak bisa ditinggal"
"Bapak sudah mau datang saja saya menghargai itu" kata Hendrawan.
Lalu Bowo pun tak sadar jika ada wanita yang ia kenal itu turut hadir di acara tersebut, dan saat ia duduk dia baru menyadari ada wanita cantik yang pernah menuntaskan hasrat prianya.
Yaitu Elina Aryani.
"Elina... " Sebuah kata yang ia ucapkan tanpa sadar saat melihat Elina berada di meja makan yang sama kini berhadapan langsung dengannya.
Elina pun seketika menunduk dan membuang wajahnya tak sanggup bila harus melihat ke arah wajahnya.
"Bagaimana apakah anda mengenal pacar anak saya" tanya Hendrawan.
"Oh, saya kenal tapi lupa, kenal di mana ya. Maklum saya ketemu orang banyak tapi tidak ingat satu persatu, mungkin kita pernah kenal tapi hanya lupa kejadiannya dan bagaimana ceritanya, ya kan Elina" kata Bowo tesenyum pada Elina.
Elina pun menarik napasnya lagi menahan rasa sesak di dada.
"Saya tidak pernah tahu dan tidak kenal anda" kata Elina singkat membuang wajahnya.
"Bahkan Elina sendiri tidak mampu mengingat saya, hahahah" kata Bowo tersenyum.
"Baiklah silahkan saat nya kita makan bersama, mari di makan" kata Hendrawan.
Hingga saat makan itu Elina sunggu tidak nyaman dengan kehadiran Bowo yang tiba-tiba seperti sebuah malapataka untuk dirinya.
Sebuah tarikan napas berat Elina kembali Elina hembuskan.
__ADS_1
Hingga hal paling tidak terduga terjadi di mana....
Sebuah kaki yang di rasa cukup nakal memainkan perannya, yaitu mengelus kaki Elina yang sedang makan.
Elina sadar dan tahu kaki itu milik Bowo yang dengan berani mengelus kaki mulus Elina tanpa ragu.
Hingga sebuah tendangan keras pun Elina lakukan.
Dan ..
Buughhhhhh.....
Sebuah tendangan membuat kaki Bowo kesakitan.
Tampak Bowo kesakitan namun ia menahan sakit karena malu di depan orang.
Elina yang sedang makan itu pun lantas tak menghabiskan makanannya karena ia sudah muak dengan semua yang ia alami.
Hingga tiba-tiba dirinya merasa ingin ke toilet.
"Aku permisi dulu ya" ucap Elina kepada Andra.
"Mau kemana?"
"Toilet"
"Baiklah" jawab Andra.
Elina dengan langkah kaki kasarnya berjalan menuju toilet, kenapa dalam hal ini Elina harus pergi ke toilet.
Dengan emosi Elina pun sempat duduk termenung di dalam toilet memikirkan dia harus pergi saja atau tetap berada di sana. Tapi kalau pulang tanpa pamitan akan ada imej buruk tentang dirinya yang mau diangkat jadi menantu itu.
Hingga Elina pun tetap ingin melanjutkan makan malam itu, tapi saat Elina keluar dari toilet hal yang tak terduga kembali Elina dapati.
Buughhh..
Sebuah tarikan kasar dari seorang pria menarik tangan Elina ke dalam sesuatu tempat dan pria itu ternyata Bowo.
Bowo...
Mata Elina membulat tajam sempurna saat dirinya masuk ke dalam sebuah tempat yang entah apa, Elina merasa dirinya saat ini lebih tepat seperti di kandang serigala yang berbulu domba.
Mulut Elina di pegangi kuat sehingga Elina tak mampu bicara dan berkutik di tangan pria yang cukup tua namun masih kuat dan kekar itu dalam urusan wanita
Sudah cukup.. sudah cukup .. batin Elina menangis.
Kalau tahu keadaannya akan seperti ini aku lebih baik kencing di celana ketimbang harus bertemu pria brengssek ini lagi, hiksss.. batin Elina menangis.
Hingga sebuah jilatan di layangkan ke wajah Elina.
"Sesuatu hal yang paling dirasa gila tapi itulah kenyataannya" bisik Bowo.
dan dengan cepat pula pria itu memperlihatkan sebuah foto dan juga ada video saat Elina tanpa busana kala itu.
"Kamu lihat bagaimana kamu dalam foto ini, kamu lihat bagaimana isi dari tubuh mu, aku bisa lihat Elina. Kamu itu terlalu mudah untuk aku dapatkan, aku tak meminta untuk hubungan badan padamu malam ini tapi aku hanya meminta mu memainkan punya ku seperti kemarin Elina" kata Bowo sambil memegang mulut dan tangan Elina.
Elina terdiam tak berkutik saat mulut nya di bekap saat itu.
Tiba-tiba pria itu ingin membuka celanan nya lagi dan menarik rambut Elina untuk melanjutkan apa yang kemarin ia lakukan.
"Cepat lakukan" kata pria itu.
"A-aku tidak bisa"
"Baiklah foto mu akan aku share ke media"
"Jaaanggan, sudah cukup"
Dalam hal ini Elina bingung bagaimana dirinya harus bisa melawan pria ini, pria itu memiliki kelemahan yang Elina miliki.
"baiklah untuk kali ini saja tapi berjanji lah untuk menghapus itu semua. Kalau tidak aku tak akan mau"kata Elina yang tanpa terasa menjatuhkan air matanya.
"Baiklah tapi sebelumnya aku ingin kita berciuman dulu, aku juga ingin merasakan bibir mu yang manis"
"Jangan"
"Kenapa?"
"Oh kamu mau sekarang aku share juga ke calon mertua mu foto itu"
"Baiklah" kata Elina terasa sesak.
Hingga keputusan besar dan gila itu pun Elina lakukan.
Sebuah mulut, dan lidah itu menerobos masuk ke dalam mulut Elina yang manis itu. Bahkan sesekali gigitan kecil membuat Elina mampu memaksa,
betapa ganas nya ciuman bibir itu dilakukan, tak pernah terbesit di dalam diri Elina harus merasakan ciuman pertama dari pria tua itu. Tangan nakal itu tak Elina biarkan saat ingin masuk ke dalam dada kembar Elina, karena Elina tidak mau semua nya menjadi miliknya.
Hingga kepala Elina pun di dorong ke bawa menuju puncak yang paling ditunggu oleh pria itu.
Dengan cepat pria itu membuka celananya dan pusaka yang berdiri kekar itu berada didepan mata.
Mata Elina tak sanggup melihat benda panjang itu hingga akhirnya tanpa ampun pria itu memasukan ke dalam mulut Elina.
Elina pun melakukan dengan air mata yang tak terasa terjatuh. Suasana di dalam gudang kecil itu tak terlalu baik bahkan hanya ada sapu dan pengki. Tapi dengan cepat pria itu tak ingin melewati kesempatan emas bertemu Elina gadis cantik dan polos yang ternyata sebenernya mudah untuk di bodohi.
Belahan dada Elina pun terlihat jelas dari mata Bowo, melihat Elina yang seksi dan mulus itu semakin membuat pemandangan semakin erotis. Elina yang menggerakkan mulut nya bak film biru dan sungguh sangat intim. Membuat bowo nikmat.
Mungkin saat ini Bowo belum bisa merasakan sebuah aset yang Elina miliki yaitu sebuah yang berada di bawah. Tapi Bowo sangat merasa menikmati saat Elina juga mampu memberikan kepuasan dengan mulutnya.
Ya dengan mulutnya...
Hingga selesai cairan itu muncrat kan ke wajah Elina, Elina pun langsung berlari keluar meski tak sampai Bowo memakai celana saat itu.
Elina pun langsung pergi dan kembali ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Hingga saat itu Elina sangat terpukul dan menangis sesegukan.
Elina masuk ke dalam kamar dan lalu menangis tersedu.
Hiks hiks hiks hiks
tak kuasa menahan rasa sakit yang ada.
Elina tak menyangka jika dirinya di perbudak oleh orang lain untuk menuntaskan hasrat pria.
Elina menangis dengan tubuh bergetar tak kuasa menahan rasa perih dan pedih yang tengah rasa saat ini.
__ADS_1
Hiks hiks....